7/26/2018

SINOPSIS About Time Episode 8 PART 1

SINOPSIS About Time Episode 8 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS About Time Episode 7 Part 5
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS About Time Episode 8 Part 2

Setelah berdebat dengan MI-ka, Do-ha bergegas menelpon Do-san, tapi ponselnya tak aktif. Kemudian dia menelpon Woo-jin dan menyuruhnya untuk memeriksa seluruh laporan kesehatan Do-san!


Esok harinya.. Do-ha membaca sendiri laporan tersebut, dia pun mendengar penjelasan dari dr. Park, yg intinya penyakit sang kakak tak mungkin disembuhkan, karena belum ada obatnya.


Do-ha marah: “Cari seorang dokter. Di Amerika, Jepang, atau di mana pun. Cari dokter spesialis yang terkenal. Operasi atau obat, pasti ada jalan!”

“Dalam kondisi ini, tidak ada yang akan membuatnya lebih baik..” tutur dr. Park, namun Do-ha malah membentaknya, “Seorang psikiater tidak berhak membuat penilaian itu! Aku menyuruhmu mencari dokter spesialis!”


“Maafkan aku. Aku sungguh menyesal...” ucap Woo-jin, lantas Do-ha berkata: “Kenapa kamu meminta maaf? Akulah yang tidak tahu soal kakaknya. Aku yang bedebah!!!!”


Do-san menemui Do-bin.. niatnya hanya untuk mengobrol dengan sang kakak. Tapi Do-bin berikap sangat dingin.. apalagi, setelah mendengar keinginan Do-san untuk meminta uang pada ayah mereka. Dia tak suka hal itu dan menyuruh Do-san untuk pergi lagi ke luar negeri dan kalau bisa, tak usah kembali..


Do-san tak marah, dia malah memberikan sedikit pesan untuk sang kakak supaya tidak memperlakukan Do-ha sepertinya, “Jangan membenci, menjauhi, atau berusaha menghancurkan Do Ha hanya karena Kakak berpikir dia mungkin akan tertarik pada jabatan Kakak. Kakak benar, mungkin aku tidak bisa diterima. Tapi Do Ha berbeda. Dia adik kandung Kakak. Kenapa tidak bisa berbagi dengannya? Jika Kakak melakukan ini kepada Do Ha. Aku juga tidak suka melihat wajah Kakak. Jangan perlakukan dia seperti Kakak memperlakukanku. Jika Kakak melakukan ini kepada Do Ha, tidak akan kubiarkan!”


Meskipun selalu terlihat kuat dan tegar.. tapi apada akhirnya, Do-san tak kuasa menahan tangisnya, ketika dia mengunjungi kolumbarium, tempat abu ibunya disemayamkan.

“Aku sangat merindukan Ibu. Aku, Ayah, dan Ibu bahagia kala itu. Ini sangat tidak adil. Aku tahu ini akan membuat Ibu bersedih dan itulah sebabnya aku tidak akan mengatakan ini, tapi aku takut, Bu. Aku sangat takut...” tuturnya lirih


Hari sudah malam.. tapi Do-ha menyendiri dalam ruangannya gelap. Mi-ka masuk dan berjalan menghamprinya, “Kamu harus pulang..” pintanya

Do-ha malah bertanya: “Jika kamu bisa melihat jam itu. Katakan cara menghentikan jam itu dan apa yang bisa kulakukan???? Kamu bisa menyelamatkan kakaku ‘kan?”


Mi-ka menggenggam tangan Do-ha, lalu menjelaskan: “Kakakmu ingin merahasiakan ini darimu. Kamu harus mengerti dia tidak ingin adiknya tahu. Pulanglah seperti biasa, makan bersamanya, berbincang dengannya, dan lakukan hal yang belum kamu lakukan bersamanya satu per satu...”


Maka di hari berikutnya.. Mi-ka dan Do-ha, sengaja membuatkan sarapan. Do-san melihat keceriaan mereka, dan menyebutnya sangat romantis...


Kemudian mereka menikmati Sarapannya bersama-sama.. Tak ada obrolan sedih, Do-ha berusaha keras menunjukkan bahwa dirinya tak mengetahui apa pun. Dia malah mengajak sang kakak untuk bepergian, kemana pun yg dia inginkan..


“Dalam rangka apa? Kakak selalu mengajakmu, tapi kamu menolak karena pekerjaan...” ujar Do-san

“Cuacanya cerah dan sudah lama sejak aku terakhir bepergian bersama Kakak hingga bahkan tidak ingat...” jawab Do-ha
Comments


EmoticonEmoticon