7/26/2018

SINOPSIS About Time Episode 8 PART 2

SINOPSIS About Time Episode 8 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS About Time Episode 8 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS About Time Episode 8 Part 3

Mi-ka dan para pemain teater lainnya, sedang sibuk berlatih menyanyi dan menari. Sementara Sung-hee sedang asyik mencari skincare terbaru..


Ponselnya berdering, ada telpon masuk dari Wi-jin, tapi Sung-hee sengaja mengabaikannya. Apalagi, disebelahnya ada Mi-ka, yg membuatnya jadi panik sendiri..


Wi-jin gelisah, kenapa Sung-hee tak pernah mau mengangkat telpon darinya atau bahkan membalas pesannya: “Apa jangan-jangan.. dia mengingat semuanya...??” 


Tiba-tiba, ibu datang dan minta bantuannya menelpon Sung-hee. Yg ibu tau, Mi-ka menginap disana.. maka ibu ingin memasak dan mengajak mereka makan malam bersama.

Wi-jin menolak, dia menyuruh ibu untuk melakukannya sendiri. Tapi ponsel ibu sedang ruak, dan baru diperbaiki besok... makanya ibu minta bantuan Wi-jin.


Soo-bong bertemu dengan Joo-na untuk memabahas hal-hal terkait kontrak mereka. Setelahnya, Soo-bong mulai bertanya seputar kehidupan pribadinya,

“Bagaimana rasanya  berada di Korea setelah sekian lama? Andai menjadi kamu, aku akan sangat antusias...”

“Entahlah. Bagiku ini belum terasa nyata...”


“Kamu akrab dengan kolegamu? Aku tahu kamu sudah akrab dengan Sutradara Cho. Bagaimana hubunganmu dengan Presdir Lee? Tidak mudah, bukan? Pasti agak melelahkan bagimu. Dia pemarah... Boleh aku menanyakan urusan pribadi? Sekarang kamu bintang baru di Broadway, tapi pasti tidak mudah bagimu untuk memutuskan hal itu sebagai aktris yang tidak terkenal di Korea kala itu. Bagaimana kamu bisa berpikir untuk pergi ke Amerika?”

“Aku melakukannya untuk kabur. Aku tidak bisa berkomunikasi dengan orang lain di Broadway karena kendala bahasa, jadi, aku mengalami banyak kesulitan. Tapi jauh lebih baik menanggung kesulitan itu daripada tinggal di Korea kala itu. Tanpa harus stres atau terluka, aku cukup menjalani hidup ke depan...”

“Sepertinya kamu melalui banyak masalah di masa lalu. Bagaimanapun, kamu kembali sebagai aktris sukses. Nikmati waktumu karena kamu kembali ke negeri asalmu dengan kesuksesan. Mulai sekarang, jika ada yang kamu perlukan di sini, aku dan MJBC akan mendukungmu sepenuhnya...”


Do-ha berbicara pada Woo-jin, bahwa untuk beberapa hari kedepan, kemungkinan dia akan sering meninggalkan kantor. Tak lupa, Do-ha berpesan, supaya Woo-jin bersikap tak tahu apa pun, tertutama dihadapan Do-san.


Ketika berlatih, Joo-na meminta bantuan Mi-ka untuk merekamnya, supaya dia bisa mengevaluasi penampilannya sendiri. Setelahnya dia pun meminta Mi-ka untuk mengomentari penampilannya secara jujur..


Mi-ka agak ragu, tapi kemudian dia menjelaskan bahwa nyanyian Joo-na kesannya terlalu bubur-buru mengejar tempo. Joo-na memhami hal itu, dia pun berterimakasih pada MI-ka yg telah mebantunya menemukan persmasalahannya, “Karena kamu sudah menemukan masalahku, haruskah aku menemukan masalahmu juga? Kenapa kamu berlatih hanya dengan membaca not?”


“Karena aku tidak mau...”

“Menggangguku? Sekalipun itu menggangguku, lakukan saja. Pertama, kamu harus membuang pikiran bahwa kamu ada di belakangku karena pemeran pengganti. Mi Ka, kita berdua saling bersaing. Agar menang, kamu harus bersikap tamak, alih-alih bersikap pengertian. Terima kasih atas tehnya, tapi aku memintamu merekam video agar kita bisa menemukan masalahnya bersama-sama. Aku menyuhmu melakukan tugas bukan karena kamu juniorku..” jelas Joo-na yg kemudian mengajaknya untuk rehat sejenak.


Do-san berada dalam ruang kerja sang ayah.. dia menunggu sambil melihat-lihat foto keluarga yg tertawa rapi di rak.


Ketika melihat kalender.. dia sangat terharu, karena ternyata, selama ini sang ayah selalu menacatat waktu dan tempat Do-san bepergian.


Tak lama kemudian, ayah datang.. mereka pun duduk dan berbincang. Meski kemarin marah, tapi nyatanya.. ayah memberikan uang sesuai apa yg diminta oleh Do-san, tapi ayah bertanya: “Apa yang akan kamu lakukan dengan uang itu?”

“Aku tidak akan melakukan hal buruk. Berikan saja kepadaku tanpa bertanya...”

“Kamu pulang untuk meminta uang dari ayah, tapi tidak mau ayah menanyakan kegunaan uang itu? Apa kehebatanmu hingga bersikap begitu angkuh? Ayah memberimu uang itu bukan karena suka sikapmu. Jika kamu ingin ayah memperlakukanmu seperti putra ayah, jangan membuat masalah, apa pun yang kamu lakukan di luar. Terima uang itu dan menetaplah di sini...”


Tiba-tiba, Do-san berkata: “Aku ingin berfoto bersama Ayah, Kak Do Bin, Do Ha, dan Hye Young. Kita tidak pernah berfoto sekeluarga...”

Maka dengan ketusnya, ayah bilang: “Kamu menjadi gila di usiamu sekarang? Kenapa kamu terus melantur? Ayah menuruti keinginanmu. Kenapa kamu mendadak ingin berfoto? Pulanglah akhir pekan ini dan makan bersama keluarga...”


Dirumah, Do-san cerita tentang kejadian barusan.. lalu cerita tentang sikap ayah dahulu, “Saat kakak tinggal bersama ibu kakak, sikap Ayah sangat manis. Kami hanya bertemu sekali dalam sepekan atau setiap 10 hari, tapi dia datang sambil membawa banyak mainan yang kuinginkan dan membacakanku buku”

Do-ha mengernyit heran, tak percaya kalau ayah yg dia kenal sangat keras.. ternyata punya sisi baik juga. 


Lalu Do-san mengungkapkan keinginannya untuk berfoto bersama, tapi sayangnya ayah mereka menolak hal itu mentah-mentah..
Comments


EmoticonEmoticon