7/26/2018

SINOPSIS About Time Episode 8 PART 3

Advertisement
SINOPSIS About Time Episode 8 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS About Time Episode 8 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS About Time Episode 8 Part 4

Mi-ka mengunjugni Bu Oh, yg sednag sibuk membereskan barang untuk pindahan kamar. Lagi-lagi, Mi-ka bertanya mengapa Bu Oh tak pulang dan apakah dia tak merindukan putranya?

Namun Bu Oh enggan memabahasnya dan malah bertanya tentang teman sakit yg kemarin disecitakan Mi-ka, “Kamu sudah memberi tahu keluarganya? Mereka pasti bersedih. Melihat penderitaan mereka sangatlah menyakitkan.  Kamu pasti kesulitan. Bahkan nenek-nenek sepertiku merasa sangat sedih saat mendengar temanku sakit. Pasti lebih sulit bagi anak muda sepertimu...”


Lanjutnya, Bu Oh bercerita: “Mi Ka. Kamu tahu kapan kali pertama aku menyukaimu? Saat itu kamu hanya pekerja paruh waktu dan tampak sangat lemah seperti belum tidur berhari-hari. Kamu tetap memulai percakapan dengan lansia dan berlarian untuk membantu perawat. Kamu sangat baik dan murah hati serta membuat semua orang di sekitarmu bahagia dan aku menyukainya”

“Benarkah aku seperti itu?” 

“Bertahanlah, Mi Ka. Kamu harus bertahan jika ingin menemani temanmu dan memberinya energi serta kekuatan yang dia butuhkan...”


Wi-jin sengaja mendatangi Sung-hee di kantornya. Dia pun minta dibelikan kopi, sambil mengobrol di sebuah kafe..


Wi-jin mengeluhkan sikap Sung-hee yg tak pernah mengangkat telpon darinya. Maka Sung-hee menjelaskan, bahwa dia sedang sangat sibuk.. 

Lalu Wi-jin menyampaikan pesan dari ibunya, tentang makan malam bersama. Sung-hee bilang, nanti dia akan mengabari tanggal dan waktunya.


Sedari tadi, gelagat Sung-hee terlihat begitu canggung, maka Woo-jin iseng bertanya: “Sejak aku tidur di tempatmu... Kamu sudah gila, ya?”

Spontan, Sung-hee lansgung menjitak kepalanya dan membekap mulutnya sambil menyeretnya keluar..


Kebetulan, Woo-jin lewat sana dan melihat kejadian itu. Niatnya dia ingin melerai mereka, tapi hasilnya dia malah dianggap orang sok kenal.


Meski dia mencoba untuk menjelaskan siapa dirinya, tapi mereka tak peduli dan malah meninggalkannya begitu saja..


Mi-ka membersihkan ruang latihan sambil bernyanyi dengan begitu merdu. Dari luar, Jae-yoo terus memerhatikannya dengan khusyuk.


Jae-yoo menghampirinya, lalu bertanya pakah Mi-ka sedang menjalin hubungan (pacaran?), karena cara bernyanyinya sangat menggambarkan karakter tokoh utama yg sedang jatuh cinta, “Biasanya, emosi seperti itu harus berdasarkan pengalaman. Kamu tidak perlu mengungkap urusan pribadi. Yang penting, lagu ini lebih baik daripada lagu audisimu...”

“Sungguh? Terima kasih, Sutradara...”

“Dahulu kamu tidak ragu memanggilku ‘Bocah’ atau ‘Ingusan’, tapi sekarang kamu memanggilku 'Sutradara'?”


“Maaf soal itu. Terkadang kesabaranku habis...” ucap Mi-ka, sembari tersenyum bahagia

“Mi Ka, kamu lebih cantik saat tersenyum. Selain tuntutan adegan, tersenyumlah seperti ini saat bernyanyi. Kamu akan tampak lebih baik di panggung. Lagu yang baru saja kamu nyanyikan.  Bukan soal teknik. Tapi kapan dan bagaimana kamu bernapas. Emosi apa yang akan kamu tunjukkan saat bernapas. Kamu harus memikirkan jarak di antara kalimat...” jelas Jae-yoo


Ketika Do-ha tiba di depan rumah ayahnya, Soo-bong pun baru tiba disana. Namun dengan ketusnya Do-ha menyuruh Soo-bong untuk pulang saja, karena ini merupakan acara makan malam keluarga,

“Tapi ayahmu.. yg menyruhku datang..” ujar Soo-bong, lalu Do-ha berkat: “kakaku sakit keras, jadi kumohon pulanglah..”


Seuai dugaan, ayah memang bertanya tentang Soo-bong.. dan tak perlu cari-cari alasan, Do-ha hanya bilang kalau Soo-bong tak akan datang karena ini adalah acara khusus untuk keluarga...

Hal itu, membuat Do-bin mulai menyinggung soal keretakan hubungan Do-ha dengan Soo-bong. Tapi pembahasan itu tak berlangusng lama, karena pellayan mengatakan bahwa ada tamu yg ingin bertemu dengan Do-ha...
Advertisement


EmoticonEmoticon