7/26/2018

SINOPSIS About Time Episode 8 PART 4

Advertisement
SINOPSIS About Time Episode 8 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS About Time Episode 8 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS About Time Episode 8 Part 5

Ternyata tamunya adalah seroang fotografer.. Do-ha minta mereka berfoto keluarga setelah makan malam. Tapi mendengarnya saja, membaut ayah sangat marah.. dia pun menyalahkan Do-san, yg belakangan ini bersikap begitu aneh, sampai ingin foto keluarga segala..

“Kenapa Ayah menyalahkan kakakku?!” tukas Do-ha


“Kakakmu?  Dia tidak mencari nafkah, tapi menginginkan uang ayah. Ayah tidak tahan dengannya dan sekarang kalian berdua membuang waktu bersama-sama!” tutur Ayah dengan penuh emosi

“Ayah selalu seperti ini. Saat terjadi sesuatu, Ayah selalu menyalahkan dia. Saat aku bertengkar dengan Kak Do Bin, Ayah memarahinya dahulu!” keluh Do-ha

Ayah terus menyalahkan Do-san, apalagi selama ini kerjanya cuman bepergian, seakan tak memepedulikan adiknya dan juga keluarganya.


Lantas, Do-san menjelaskan: “Aku melakukannya bukan untukku. Aku bersembunyi, lari, dan kabur agar Ayah dan Kak Do Bin merasa nyaman. Tapi aku sudah lelah, Ayah. Aku juga putra Ayah. Satu-satunya hal yang bisa kulakukan untuk keluargaku yang merasa tidak nyaman berada di dekatku adalah kabur, jadi, aku melakukannya..”

Ayah makin emosi, “Berani sekali kamu!  Keluar. Jika kamu akan merengek seperti anak kecil, jangan pernah kembali ke rumah ini lagi! Apa kamu sekarat? Kenapa terus melakukan hal yang tidak pernah kamu lakukan?” bentaknya

Tak tahan dengan suasana ini, akhirnya mereka memutuskan untuk pulang saja..


Dalam kamarnya, Do-san menyendiri.. menatap foto keluarga kecilnya bersama dengan ayah dan ibu..


Sementara diluar, Do-ha cerita pada Mi-ka, “Aku melakukan hal bodoh. Aku makin menyakiti Kak Do San.”


Do-san membuka buku agendanya.. dia melihat-lihat begitu banyak fotonya bersama dengan anak-anak dari berbagai belahan dunia. Disana ada sebuah puisi  tentang betapa bermakna-nya sebuah kehiudpan, yg membuatnya tak kuasa menahan air matanya...

Di waktu bersamaan, ayah tengah duduk dalam ruang kerjanya, menatap beberapa foto keluarganya yg tertawa rapi di sekitarnya..


Esok harinya, Do-san bertemu dengan Hye-young.. dia pamit, katanya akan bepergian sangat jauh. Lalu dia pun meminta maaf, karena telah mengenalkannya pada Do-bin, “Temanku yang baik dan cantik, kamu pasti hidup bahagia bersama pria baik jika bukan karena aku. Kamu menjalani pernikahan yang sulit bersama kakakku karena aku. Aku selalu menyesalinya...”

“Jangan bilang begitu....”

“Lawanlah ayahku atau Kak Do Bin. Katakan jika kamu tidak suka sesuatu dan marahlah kepada mereka...”

“Adik ipar yang kurang ajar. Bisanya kamu menyuruh istri kakakmu untuk melawan? Katakan ada apa denganmu. Aku sangat mengenalmu. Kamu mendadak meminta uang kepada ayahmu dan pasti ada alasan kamu melakukannya...”


“Aku ingin membuka bisnis. Omong-omong, bagaimana jika kamu menjadi rekan bisnisku?”

“Bisnis apa yang akan kamu buka hingga ingin bekerja sama denganku?”

“Aku belum bisa mengatakannya, tapi kamu akan suka idenya. Bisnisku akan sama dengan hal yang ingin kamu lakukan...”


Berjalan pulang.. Do-san menelpon pengaara Park. Sejenak langkahnay semat terhenti, dia menatap mentari sambil tersneyum dengan begitu lega...


Malam harinya.. mereka menghabiskan waktunya bersama-sama. Sementara Do-ha mengobrol berduaan dengan Mi-ka, yg lain sibuk memanggang daging.


Seakan lupa tentang penyakitnya, Do-san tertawa lepas dan bercanda dengan kakak-beradik Park...


Advertisement


EmoticonEmoticon