7/30/2018

SINOPSIS My ID Is Gangnam Beauty Episode 2 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS My ID Is Gangnam Beauty Episode 2 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: jTBC
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS My ID Is Gangnam Beauty Episode 1 Part 5
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS My ID Is Gangnam Beauty Episode 2 Part 2

Mi-rae bingung, apa yg mesti dia katakan untuk menjawab pertanyaan dari Kyung-suk. Untunglah Kyung-suk bukan tipe orang yg terlalu memaksa. Bahkan, sebelum mendengar jawabannya dia berkata: “Lupakan saja. Namamu seperti nama seorang gadis yang aku kenal...”


Momen barusan, memastikan fakta bahwa merkea pernah satu SMP, “Sudah kuduga. Dia Do Kyung Suk. Anak tertampan di SMP Jaryong. Walaupun hanya berjalan atau mengikuti latihan gempa bumi, atau bahkan saat tangannya patah. Dunia berputar di sekelilingnya...”


“Dan yang paling legendaris adalah saat Do Kyung Seok berjalan ditengah hujan. Lalu suatu hari, dia pindah ke sekolah lain, tapi semua orang di sekolahku kenal dia...” gumam Mi-rae


Mi-rae menghela nafas panjang, dan berujar bahwa dirinya akan berpura-pura tidak mengenall Kyung-suk...


Mendengar cerita kejadian barusan, Hyun-jung langsung berkomentar, “Astaga, dia tumbuh menjadi pemuda yang tampan...”

Lantas Mi-rae bertanya-tanya: “Kamu masih melihat wajah lamaku dari penampilanku sekarang? Dia tidak akan menanyakan aku lagi, bukan? Haruskah aku berkata kami berbeda sekolah?”


Tapi Hyun-jung malah fokus melihat foto Mi-rae bersam dengan teman-teman satu jurusannya. Terutama sosok Soo-ah yg dia akui memang sangat cantik dan menonjol diantara yg lainnya..


“Hei, kamu mendengarkan atau tidak? Aku bertanya kepadamu aku harus apa...” keluh Mi-rae

“Hei, dia tidak akan mengenalimu. Ayahmu pun tidak bisa. Bagaimana Do Kyung Seok bisa mengenalimu? Dia mungkin hanya ingin memulai obrolan denganmu...” jelas Hyun-jung, yg lantas menduga, “Bagaimana jika dia menyukaimu? Omong-omong, apa terjadi sesuatu antara kalian dahulu? Bagaimana dia bisa mengingatmu?”


Mi-rae ingat momen SMP saat dia duduk halte bis.. ternyata diam-diam, Kyung-suk memerhatikannya namun ketika Mi-rae berbalik.. Kyung-suk lasngung bertingkah sok cuek.


Saat ini, Kyung-suk mendatangi Rumah Sakit. Dia hendak mengunjungi seseorang bernama Seo Yoo-jin.. yg tengah terbaring dengan luka memar di kepalanya.


Dalam bilik rawatnya, Yoo-jin ditemani oleh pacarya yg sangat perhatian padanya. Ketika Kyung-suk datang... Yoo-jin minta bantuannya untuk mengantar pulang pacarnya.


Enggan menghiraukan permintaan itu, Kyung-suk malah bertanya pada Yoo-jin, “Kamu diusir?”. Mendengarnya, spontan membuat si pacar kaget, “Kok bisa? Kenapa?”


“Aku berkata kepada ayahku akan memulai bisnis sendiri...” ungkap Yoo-jin, maka si pacar bertanya, “Apa? Bisnis apa?”

“Bar..” jawabnya singkat, maka si pacar bertnaya lagi, “Lalu warisan ayahmu?”

“Aku tidak akan mendapatkan apa pun. Kamu boleh minum bir setiap hari...” jawabnya, lantas si pacar yg awalnya ramah berusah jadi cerewet, “Yoo Jin, aku bukan hanya bermain-main denganmu. Aku berencana menikah denganmu!” ujarnya

Yoo-jin terkekeh, “Aku tidak percaya kamu melamarku. Hentikan. Pria yang seharusnya melamar...”

“Tapi bukan ini yang aku harapkan. Jangan bertemu lagi!” tukas si pacar yg namanya Ah-reum


Ah-reum berlari keluar untuk pergi naik taksi, maka Yoo-jin mengejarnya.. di pinggi rjalan, mereka sempar berdebat, “Kamu memacariku karena keluargaku kaya? Kamu kehilangan rasa percayaku...” keluh Yoo-jin

“Ini bukan karena aku metrealistis, tapi kamu tidak bertanggung jawab!” tukas Ah-reum


Menyaksikan kejadian barusan, Kyung-suk tak banyak komentar.. tapi sesekali, dia menggoda Yoo-jin dengan menirukan gaya bisara Ah-reum. 

Ajaibnya.. meski baru putus cinta Yoo-jin tak terlalu patah hati. Justru dia sudah bersemangat lagi untuk mencari pengganti~~


Yoo-jin mengajak Kyung-suk mengunjungi tempat yg akan direnovasi untuk menjadi bar miliknya. Dia mengambilkan soju dan mengjakanya minum bersama, “Selamat kamu sudah kuliah...” ujarnya yg kemudian bertanya: “Apa hubunganmu dan ayahmu baik? Bukankah dia kesal kamu memilih jurusan kimia?”


“Tentu saja, dia kesal...”

“Lalu kenapa kamu masuk jurusan itu?”

“Entahlah. Aku memilih jurusan ini karena selalu dilarang olehnya”

“Kamu penasaran soal ibumu?”

“Jangan membahas orang yang sudah tidak ada. Bagiku dia sudah mati...”


Keesokan harinya.. orangtua Hyun-jung takjub, melihat wajah Mi-rae yg baru. Ibu sampai ‘nyeleneh’, mengatakan Hyun-jung mungkin perlu operasi juga.


Namun setelah Mi-rae pergi, Ibunya Hyun-jung berceloteh: “Astaga.. Dia berani sekali. Bisa-bisanya dia operasi plastik tanpa memberi tahu ayahnya? Kamu jangan macam-macam di belakang ibu, ya?”


Hari ini diadakan upacara penerimaan mahasiswa baru.. Kyung-suk berangkat ke kampus bersama dengana ayah dan adiknya. Ditengah jalnan yg sangat macet, si daik mengeluh: “Jika aku berfoto dengan Kyung Seok, orang akan berkomentar kami berbeda...”


Tiba-tiba motor pengantar makanan tak sengaja menyenggol spion mobil mereka. Dia bergegas menelpon pihak asuransi.. tapi ayahnya Kyung-suk turun menghampirinya, lalu dengan ramah dia ‘memaafkannya’

Sekretarisnya sengaja merekam kejadian itu, dan dari dalam mobil.. adiknya Kyung-suk berkomentar sinis, menirukan apa yg dikatakan ayahnya: “Beri tahu orang bahwa aku baik.. Perhatikan wajahku dengan baik.. Aku Anggota Kongres Do Sang Won..”


Orangtuanya Mi-rae datang ke kampus.. dengan bangga, ayah berjalan dengan membawa sebuket bunga. Semtnara ibu sibuk telponan dengan Mi-rae, “Ibu di dekat kampusmu. Sebentar lagi sampai...”


“Ibu, kapan Ayah menerima hasil pemeriksaan medisnya? Bagaimana tekanan darahnya? Apakah normal?”

“Jangan khawatir. Kamu di mana?”


Eh tiba-tiba, Ibu tesadar kalau dia ketinggalan jejak ayah. Dan selang beberapa detik, Mi-rae tertegun karena ayah telah berdiri di depannya.

Ayah sama sekali tak mengenalinya, “Permisi, apa kamu mahasiswi di sini? Aku datang untuk upacara penerimaan putriku. Apa ada restoran enak di dekat sini? Tempat yang disukai mahasiswi...” ujar ayah, yg kemudian menyadari bahwa mahasisiwi di hadapnnya adalah orang yg dia kenal sebgaia seniornya Mi-rae, maka dengan ramah dia memperkenalkan diri: “Aku ayahnya Mi Rae. Dia jurusan kimia. Kita bicara di telepon karena kamu mengangkat telepon Mi Rae...”


“Iya.. itu memang saya..” jawab Mi-rae tergagap

“Benar, bukan? Aku tahu. Ya, sekarang aku ingat suaramu. Aku terkejut karena suaramu mirip suara putriku. Kebetulan sekali...” jelas ayah


“Ayah, aku Mi Rae. Aku putri Ayah, Mi Rae. Aku harus merahasiakannya karena Ayah pasti menentang...” jelasnya, yg sektika membuat ayah benar-benar marah hingga memutuskan untuk pergi meninggalkannya begitu saja.
Advertisement


EmoticonEmoticon