7/04/2018

SINOPSIS Suits Episode 8 PART 4

Advertisement
SINOPSIS Suits Episode 8 BAGIAN 4


Ha Yeon memberitahu Kang Seok kalau Jaksa Oh mengakui sebagian besar tuduhan dan akan mengundurkan diri. Ha Yeon menduga kalau Jaksa Oh merasa bersalah sehingga berubah pikiran. “Sunbae yang melakukan ini,” kata Kang Seok.


“Aku tahu. Jaksa Oh tidak sehebat dirimu saat membaca orang,” kata Ha Yeon. Kang Seok bertanya bagaimana Ha Yeon melakukannya. “Bukankah sudah cukup kau memecat pengacara yang kompeten sepertiku? Sekarang kau mencurigaiku. Jangan khawatir. Aku melakukannya dengan cara yang membuat kau dan Jaksa Oh senang.”


Kang Seok lalu mengatakan bahwa alasannya menolak bersaksi adalah karena ia tidak yakin apakah Jaksa Oh merusak bukti. Ia juga tidak yakin apakah ia tidak bertanggung jawab atas apapun, padahal dulu dia tidak berhati-hati menangani kasusnya.


Ha Yeon bilang semuanya sudah berakhir dan menyuruh Kang Seok menghapus ingatan tentang Jaksa Oh. “Kasus CEO Shin, siapa yang akan menjadi pemukul akhirnya?” kata Ha Yeon mengalihkan pembicaraan. “Apakah kau atau mengubah pemukulnya ke Yeon Woo?”


Da Ham yang tadinya cemas, kemudian terlihat lega saat Ha Yeon menganggukkan kepalanya tanda masalah sudah selesai.


Da Ham kemudian memperhatikan Kang Seok dan menghela napas lega. Kang Seok kemudian menemui Yeon Woo yang sedang konsentrasi di depan mesin fotokopi sampai tidak menyadari kehadiran Kang Seok.


Kang Seok: “Alasanku memilihmu adalah ...”
Yeon Woo: “Apa? Anda mengatakan sesuatu?”
Kang Seok: “Penantian sudah berakhir.”


Yeon Woo sangat bahagia mendengarnya.


CEO Shin terkejut saat Ha Yeon mengatakan bahwa Kang & Ham tidak akan mewakili CEO Shin lagi. Kang Seok mengatakan bahwa ada 13 perusahaan yang ingin dibayar kembali karena CEO Shin  menjadikannya ilegal melalui perusahaan cangkangnya di seluruh dunia, dan salah satunya adalah Kang & Ham sendiri.


“Apa yang kau bicarakan? Ini lelucon, ya?” tanya CEO Shin sambil tertawa. Kang Seok lalu mempersilakan Yeon Woo bicara.


“Daesung Communications didirikan pada Juli 2017. Itu dijual ke K Company pada bulan Ok tober di tahun yang sama. Perusahaan K menutup Daesung seminggu yang lalu. Perusahaan K adalah produsen suku cadang mobil dengan aset 20 milyar bermarkas di Jerman. Dan ini CEO-nya,” kata Yeon Woo sambil menunjukkan foto.


“Aku tahu Jerman membuat mobil hebat. Tapi seorang pria tua membuat suku cadang mobil dan penjualan kotor lebih dari 5 juta dolar dalam 2 bulan? Bukankah orang-orang menyebutnya lelucon?” kata Kang Seok. Yeon Woo menambahkan bahwa perusahaan itu ditutup hari ini.


CEO Shin: “Siapa yang menutupnya? Aku? Haha.. aku belum pernah mendengar...”
Yeon Woo: “Sebelum Perusahaan K, dia adalah Maru Corporation. Sebelum itu Samra Investment. Para CEO dari perusahaan-perusahaan ini adalah sepupu Anda, teman dari perguruan tinggi dan suami Anda. Mereka semua terkait dengan Anda. Jadi aku melacak 127 perusahaan induk dari Daesung Communications. Astaga. Nama Anda muncul di depan.”
CEO Shin: “Ini tidak masuk akal. Siapa dia...”


Ha Yeon lalu memperkenalkan Yeon Woo sebagai pengacara di Kang & Ham dan masih menjadi rekan masa percobaan saat menemukan itu semua. Kang Seok menambahkan bahwa rekan masa percobaan mereka bekerja dengan sangat baik.


Yeon Woo tersipu malu dan Kang Seok menyadari itu. Dan saat CEO Shin menatapnya dengan tajam,  Yeon Woo hanya menganggukkan kepalanya.


CEO Shin mengatakan bahwa tidak ada maslaah hukum di perusahaan-perusahaan itu. “Hentikan. Kami sudah tahu apa yang kau lakukan,” kata Ha Yeon. CEO Shin masih berusaha menyangkal. “Kau mencoba mengatur kantongmu.” CEO Shin bertanya apakah Ha Yeon punya bukti. Kang Seok bilang berkas itu buktinya, tapi ia akan menambahkan lagi jika CEO Shin bersikeras. 


Yeon Woo mempersilakan Direktur Bang masuk dan CEO Shin sangat terkejut. “Dia konsultan kami yang akan membantu menangani kasus ini,” kata Kang Seok. Yeon Woo menambahkan bahwa CEO Shin sendiri tahu kalau Direktur Bang jenius dalam hal angka.


Yeon Woo: “Dia menemukan angka-angka menakjubkan dalam laporan keuangan Namyoung.”
Dir. Bang: “Ini masalah matematika mudah yang bahkan tidak memerlukan ijazah untuk memecahkannya.”


CEO Shin menggigit bibirnya menahan amarah. Ia bertanya bagaimana Ha Yeon bisa melakukan itu padanya dan ia tidak akan menerimanya. “Lakukan apapun yang kau bisa ketika keluar dari sini. Tapi, izinkan aku memberimu saran. Sebelum kau melakukan hal bodoh, akui semuanya sekarang. Jika tidak, selama 5 tahun, kau hanya akan melihat anak-anakmu di ruang kunjungan penjara,” kata Ha Yeon. CEO Shin tampak bingung.


Sementara itu, Pengacara Seo membawakan 2 mangkok bubur abalon untuk Geun Sik. Geun Sik memakan buburnya dan menyuruh Pengacara Seo pergi makan siang, padahal tadinya Pengacara Seo pikir Geun Sik akan membagi bubur itu dengannya. 


Di lantai bawah, Yeon Woo meminta maaf karena tidak berhasil melindungi Direktur Bang. “Tidak. Aku melihat wajah bingung CEO Shin. Aku tidak akan pernah melupakan apa yang telah kau lakukan,” kata Direktur Bang. Yeon Woo berterima kasih. “Aku tidak tahu... apa bisa mengatakan ini padamu. Tapi jika ada sesuatu yang salah, perbaikilah. Jika kau tidak bisa melakukannya sekarang, lakukan kapanpun kau bisa.”


Yeon Woo tampak memikirkan ucapan Direktur Bang dan dikejutkan dengan kehadiran Geun Sik yang sangat tiba-tiba. Geun Sik bilang Yeon Woo terlalu bangga pada diri sendiri. Yeon Woo mempersilakan Geun Sik berpikir sesuai keinginannya.


“Kebanyakan orang di sini saling mengenal satu sama lain di sekolah. Kau pasti sudah terkenal jika kau seorang jenius. Issh.. tapi tidak ada yang kenal denganmu,” kata Geun Sik dan membuat Yeon Woo gugup sampai menelan air liurnya. “Apa ini masuk akal?”


Yeon Woo: “Apa?”
Geun Sik: “Kau palsu? Ijazah dan sertifikatmu. Apa itu semua palsu seperti milik Direktur Bang?”
Yeon Woo: “Apa yang ingin...”
Geun Sik: “Maksudku adalah..! Mengapa? Mengapa Kang Seok memilih pria sepertimu sebagai rekannya?! Apa? Apa? Apa kau bilang dia berharap untuk melihat hasil seperti ini? Bahwa kau orang jenius yang menyelesaikan kasus yang tidak bisa kupecahkan?! Apa? Kau pikir dia sudah tahu segalanya sebelum... ”


Geun Sik kemudian pergi begitu saja dan Yeon Woo tampak memikirkan sesuatu.


Yeon Woo datang ke apartemen Kang Seok dan menanyakan alasan Kang Seok memilihnya. Ia bilang kecurigaan Geun Sik masuk akal. “Kalau begitu jangan anggap aku memilihmu, tapi kau yang memilih tempatmu sendiri. Kau bisa memilih pola kartumu. Kau memiliki pilihan untuk menjadi pengacara. Dengan kata lain, klienmu bukan yang terpenting, tapi...“ kata Kang Seok.


Yeon Woo bilang ia tidak akan terikat emosional dengan klien lagi. Kang Seok memuji keputusannya. “Oh, bukan itu alasan aku datang. Aku juga punya sesuatu untuk diberikan kepadamu,” kata Yeon Woo. Ia bilang ia penasaran apakah yang ia bawa adalah kesalahan yang Kang Seok pernah lakukan tanpa menyadarinya.


Yeon Woo memberikan berkas pembunuhan Kim Min Joo 12 tahun lalu, yang merupakan sidang pertama Kang Seok sebagai jaksa. Ia bilang Kang Seok bukan jaksa yang melakukan penyelidikan, tetapi hanya masuk persidangan. “Jadi, apa masalahnya?” tanya Kang Seok.


“Aku menemukan surat cinta yang ditulis korban, Kim Min Joo, untuk pelakunya Jang Seok Hyeon. Pelakunya, Jang Seok Hyeon, pernah tertangkap karena perdagangan narkoba. Jang terus mengklaim dia menjalin hubungan dengan Kim, tapi tidak ada bukti. Melihat riwayat panggilannya ke hard disk komputernya, tapi tidak menemukan apapun,” lanjut Yeon Woo.


“Kami menyimpulkan Jang  berbohong dan itu menjadi pertimbangan hukumannya. Lalu apa ini? Seperti ini dari persidangan pertama hingga terakhir?” kata Kang Seok merasa bersalah..


Kang Seok: “Jang Seok Hyeon adalah anak yang dipenjara Jaksa Oh bersamaku. Dia baru 20 tahun saat itu, jadi itu berarti dia menghabiskan usia 20-annya di penjara.”
Yeom Woo: “Dia dijatuhi hukuman 15 tahun, jadi dia punya tiga tahun lagi.”


“Narapidana 1386, keluar,” perintah seorang petugas penjara.
Advertisement

3 comments

Makin seru aja, semangat kkak...

Semangat cingu😍

Kakak lanjut ya... 😍😍😍


EmoticonEmoticon