7/25/2018

SINOPSIS Thirty But Seventeen Episode 1 PART 1

SINOPSIS Thirty But Seventeen Episode 1 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: SBS
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Thirty But Seventeen
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Thirty But Seventeen Episode 1 Part 2

Gong Woo-jin remaja (Yoon Chan-young) tengah menggambar sesuatu di kanvas-nya. Lalu terdengar suara seorang bocah yg bertanya: “Paman.. sedang gambar apa? Makanan?”

“Bukan.. ini gambar seseorang..” jawabnya, lantas bocah itu bertanya lagi, “Siapa dia?”


Sembari mengingat momen pertemuannya dengan gadis yg digambarnya, Woo-jin menjelaskan: “Entahlah.. aku kurang begitu mengenalnya.. Tapi.. dia membuatku penasaran.. Setiap kali aku melihatnya...”


Malam itu, Woo-jin tengah bersepeda sendirian, tak sengaja dia melihat seorang gadis yg berjalan melewati jembatan penyebrangan. Gadis itu.. melihat bulan sembari menunjukkan senyuman yg begitu manis, yg membuat Woo-jin langsung terpana kepadanya..


Hari berikutnya.. Woo-jin melihatnya lagi. Gadis itu sangat sibuk membaca buku sambil berjalan, hingga membuatnya tak menyadari kalau seorang ahjumma hendak membuang seember air, alhasil badannya jadi basah kuyup..


Kembali ke momen ketika dia tengah menggambar, Bocah itu bertanya lagi, “Mengapa paman menggambarnya.. Jika paman tak begitu mengenalnya??”

“Karena aku ingin mengenalnya mulai sekarang. Setelah aku selesai ini.. Aku akan memberikan ini padanya dan memintanya untuk berteman...” jawab Woo-jin, 

Kemudian, si bocah bertanya lagi: “Paman tahu tahu namanya?”


Berpindah ke aula pertunjukkan, terlihat gadis itu tengah memainkan violin dengan begitu merdu dihadapan para bule dan salah satunya bertanya: “Siapa namanya?”

Akhirnya kita  pun tahu, kalau namanya adalah Woo Seo-ri (Park Si-eun)..


Akan tetapi.. Woo-jin keliru, malam itu dia melihat Seo-ri mengenakan jaket bertuliskan nama ‘Soo-mi’, maka dia kira gadis itu adalah Soo-mi.


Meski hanya melihatnya dari kejauhan, Woo-jin berhasil melukis wajah Seo-ri dengan begitu indah.. persis seperti aslinya..


Adegan langsung beralih, menuju masa ketika Woo-jin telah beranjak dewasa (Yang Se-jong). Dia duduk sendirian di pesisir pantai.. melihat lukisannya, sambil menirukkan pose tangan Seo-ri ketika melihat bulan..


“Kehidupan seseorang tak selalu membutuhkan hal spesial.. atau peristiwa dramatis untuk membuatnya berubah. Terkadang hal-hal kecil dan sepele... bisa merubah hidup kita... dengan kekuatan yang lebih kuat dari yang kita pikirkan. Sama seperti bagaimana... kesalahpahaman kecil yang aku alami saat aku berumur 17... Akhirnya ada getaran antara.. Dia dan hidupku...” – Gong Woo Jin

[ Episode 1, La Campanella, The Little Bell ]


Seo-ri remaja.. berjalan menuju sekolah, sambil bersenandung dengan begitu ceria. Tanpa disadari, dia hampir menabrak pembatas jalan..


Tapi syukurlah, ada sahabatnya.. yakni Soo-mi yg menghadangnya dengan tangannya, “Apa yang salah denganmu? Bukankah aku memberitahumu, untuk tak membaca partitur musik saat kamu berjalan? Apa kamu tahu, kalo kau tidak sengaja mengambil pakaian olahragaku lagi?”


“Aku minta maaf... Aku meminta bibiku untuk mencucinya, dan aku sudah membawanya....” tutur Seo-ri, tapi ternyata.. bukan baju melainkan anak anjing yg dibawanya dalam tas.


Soo-mi tersenyum, sambil menggelengkan kepalanya, dia pun berkata: “Harusnya.. kamu jangan membiarkan orang lain tahu betapa cerobohnya kamu. Takutnya.. nanti Universitas musik di Jerman akan membatalkan beasiswa untukmu..”

“Kamu benar. Aku harus merahasiakannya..”

“Hei, haruskah aku katakan pada mereka betapa cerobohnya kamu itu? Maka kamu bisa tinggal di sini daripada harus keluar sekolah...”

“Tapi bisakah kau mengatakan itu dalam bahasa Jerman?”

“Yah... Tidak, aku tidak bisa...”


Tibat-tiba.. muncul seorang siswa, namanya Hyung-tae. Dia memberikan sebuket bunga untuk Seo-ri sambil berkata: “Aku cinta kamu. Ayo menikah, Seo Ri. Aku tidak bisa membiarkanmu pergi ke Jerman sendirian. Aku akan pergi bersamamu dan mendukungmu di sana. Kamu masih ada waktu 2 bulan sebelum pergi Aku akan menguasai bahasa Jerman sampai saat itu...”


Eh tiba-tiba, muncul Pak Guru yg langsung menjewer Hyung-tae, sambil mengomelinya untuk belajar Bahasa Korea dulu, sebelum belajar Bahasa Jerman. 

Selain tingkahnya, penampilannya pun sangat kontrovesial.. Hyung-tae mengenakan gesper yg amat panjang, yg dia sebut gaya hip-hop.. padahal barang semacam itu, tak pantas digunakkan untuk sekolah.
Comments


EmoticonEmoticon