7/25/2018

SINOPSIS Thirty But Seventeen Episode 1 PART 3

Advertisement
SINOPSIS Thirty But Seventeen Episode 1 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: SBS
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Thirty But Seventeen Episode 1 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Thirty But Seventeen Episode 2 Part 1

Dalam salah satu ruangan di RS Pusat Rehabilitasi.. Dua orang suster, tengah sibuk mengganti seprei serta menata tempat tidur Seo-ri (Shin Hye-sun), yg ternyata telah terbaring koma selama 13 tahun kebelakang.

Mereka melakukan tugasnya, sambil memperbincangkan betapa malangnya Seo-ri, yg kesannya ‘diabaikan’, karena selama dirawat disini tak pernah ada sanak keluaraga yg menjenguknya.

Bahkan, orang yg membiayai-nya.. mengirim uang dengan identitas anonim. Jadi, tak ada yg mengetahui siapa dan dimana keluarganya berada. Salah satu suster cerita, bahwa ada seorang pria yg sesekali menjenguknya.. tapi pria itu, bukan keluarganya atau bahkan orang yg selama ini membiayainya...


Berikutnya, adegan beralih ke RS lainnya.. Kim Hyung-tae (Yoon Sun-woo), siswa nakal yg dulu sempat menyatakan perasaanya pada Seo-ri, kini telah menjadi seorang dokter bedah saraf..

Rrekan dokternya, akan dikirim bertugas ke Peru untuk menjadi sukareawan, tetapi dia tak bbisa karena istrinya tengah hamil besar. Maka dia minta  Hyung-tae menggantikannya..


Hyung-tae menolak.. tapi karena rekannya terus memohon, akhirnya di bersedia dengan satu syarat,yg sebenarnya telah berulangkali dia minta, namun tak pernah dikabulkan.

“Lagi? Ini rumah sakit universitas. Kecuali kau punya koneksi VIP, mereka tidak menerima pasien jangka panjang...”

“Ayolah. Aku tahu kau punya orang dalam...”

“Siapa yang kau ingin transfer ke sini? Aku dengar dia bukan keluargamu. Bukankah itu membuat rumit untuk membawanya kesini?”

“Aku mohon padamu...”


Tak sengaja, suster memergoki seorang pria misterius yg hendak memasuki kamar rawat Seo-ri. Namun ketika suster menanggilnya, pria itu bergegas pergi begitu saja...


Di rumah sakit, tempat Seo-ri berada.. tengah diadakan konser amal kecil-kecilan untuk menghibur para pasien disana, 


Ahjumma yg bertugas membersihkan kamar Seo-ri, merasa kalau cuaca diluar sangat cerah. Maka sengaja, dia membua jendela sehingga udara segar bisa masuk..

Si ahjumma mengepel lantai dan mengelap barang-barang, sambil bersenandung ria.. dia keluar sejenak, sementara diluar tengah ada pertunjukkan violin.


Pada momen itu.. mukjizat pun terjadi. Lantunan suara violin, terdengar oleh Seo-ri.. hingga membuatnya teringat momen-momennya semasa remaja dan detik itu pun, akhirnya dia sadar.. dia mampu membuka matanya...

Dalam benaknya, Seo-ri bertanya-tanya: “Dimana aku? Benar, aku kemarin kecelakaan. Paman dan bibiku pasti sangat terkejut. Aku ingin tahu .. Apakah Soo Mi baik-baik saja? Aku tidak bisa bergerak. Apa aku melukai kaki ini? Apa? Suaraku... Aku tidak bisa bicara?”


Si ahjumma yg kembali untuk menutup jendela, langsung terperanjat kaget. Dia pun berteriak, memberitahukan dokter akan hal ini...


Dokter memeriksanya, dan memastikan bahwa Seo-ri memang telah sadar, akan tetapi fungsi motoriknya masih sangat kaku dan perlu terapi untuk membuatnya normal kembali.


Seo-ri melirik cermin disampingnya.. dia kaget melihat pantulan wajahnya sendiri, maka dia bertanya: “Itu siapa?”


Suster menjelaskan fakta bahwa Seo-ri terbaring koma selama 13 tahun dan sekarang usianya 30 tahun. Seo-ri masih tak percaya akan hal itu, maka dia meminta suster membawakan cermin untuknya..


Namun setelah melihat wajahnya sendiri, lagi-lagi Seo-ri menyangkalnya, “Cermin ini aneh. Ini bukan aku. Berikan aku cermin yang berbeda...” pintanya litih


Diluar.. suster berbincang dengan dokter. Mereka faham betul, bahwa sekarang Seo-ri dalam kondisi syok berat. Bagaimana tidak? Dia anggap kecelakaannya terjadi kemarin saat dia masih berusia 17 tahun, padahal nyatanya dia bangun 13 tahun kemudian ketika usianya 30 tahun.

Mereka berusaha menghubungi pria yg sering menjenguknya, tapi telponya tak aktif. Kemudian yg menjadi beban untuk para suster, adalah pertanyaan Seo-ri tentang temannya yg bernama Soo-mi. Setelah dicari di interet, ternayta Soo-mi meninggal dalam kecelakaan itu.. maka mereka bingung, bagaimana cara memberitahukannya paa Seo-ri.


Seo-ri mengingat salah satu momen kebersamaannya dengan Soo-mi. Kala itu, mereja janjian untuk menyanyi di resepsi Bu guru mereka yg baru menikah di usia 30 tahun..

Sambil berjalan menuju sekolahnya, mereka berandai-andai.. akan menjadi apa di usia 30 tahun. Soo-mi menduga Seo-ri akan menjadi seorang violin terkenal, sementara dirinya.. mungkin hanya menjadi ahjumma yg sudah punya tiga anak..

Obrolan sederhana itu, berhasil membuat keduanya tertawa begitu lepas.. tanpa mengetahui, tragedi apa yg menimpa mereka selanjutnya.


Pada realitanya.. di usia 30 tahun, Seo-ri malah terbaring sendirian di Rumah Sakit. Dia melihat pantulan wajahnya di jendela, sambil bertanya-tanya: “Bagaimana dengan hari-hariku saat berusia 18 tahun? 20 tahun? Mengapa aku tiba-tiba harus berubah menjadi dewasa?” 


Tak kuasa menahan rasa sedihnya, Seo-ri menangis terisak sambil berkata: “Aku tidak suka ini. Aku tidak ingin berumur 30 tahun!!!”
Advertisement


EmoticonEmoticon