7/26/2018

SINOPSIS Thirty But Seventeen Episode 3 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Thirty But Seventeen Episode 3 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: SBS
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Thirty But Seventeen Episode 3 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Thirty But Seventeen Episode 3 Part 3

Seo-ri berteduh dalam terowongan anak di taman bermain.. dia menangis, sambil berulangkali mengatakan: “Ibu, aku takut...”


Teringat pada kejadian di masa lampau.. kala itu, Seo-ri ccurhat pada ibunya, bahwa dia mulai bosan dengan biola, “Aku ingin memainkannya sesuai dengan apa yang Aku rasakan, tapi mereka bilang aku salah main. Mereka mengatakan bahwa jika Aku tidak mengikuti skor, Aku tidak akan bisa pergi ke sekolah menengah seni...”

Ibu hanya tersenyum, lalu menyetel musik biola, membuat Seo-ri mendumel: “Apa ini? Aku mencoba untuk mendapatkan saran Kamu...”

“Tak usah pergi ke sekolah menengah seni...” ujar ibu, maka Seo-ri berkata: “Tapi ‘kan Ibu tahu itu akan memberi Aku keuntungan untuk pergi ke luar negeri...”

“Pada tingkat ini, kamu akan bosan dengan itu semua ... bahkan sebelum kamu pergi ke luar negeri. Ini adalah keputusannya. Kamu hanya akan berlatih denganku..” tutur Ibu, yg seketika berhasil membuat Seo-ri tersenyum senang.


Dan pada suatu malam.. Seo-ri kecil juga pernah menangis, bersembunyi dalam terowongan kecil itu sambil berulang kali memanggil nama ibunya.


Esok paginya.. Seo-ri terbangun setelah mendengar alunan musik yg berumber dari truk pengangkut sampah. Dia bahkan, masih ingat dengan jelas, nama instrumennya...


Perlahan, ia bangkit menegakkan badannya yg sangat kaku, setelah semalaman menelungku dalam tempat yg sangat sempit. Tanpa dia sadari, tangannya yg kotor, mengelap wajahnya.. dan itu membuatnya jadi cemong.


Jennifer kaget melihat penampilan Woo-jin yg baru.. dia sempat tak mengenalinya, hingga hampir memukulnya dengan pel.

Mengutip klaimat Idries Shah, dia berkomentar: “Jangan menilai seseorang dari penampilan mereka. Kesan pertama itu penting, tetapi dibandingkan dengan pentingnya, Akurasinya tidak dapat dipercaya...”


Tapi Woo-jin tak menghiraukannya, dia malah sibuk menelpon dokter hewan untuk memmbuat janji memeriksakan Deok-goo, yg semalaman tak mau makan atau pun tidur.


Sebelum Woo-jin pergi, Jeni menanyakan kunci gudang kebun.. dia ingin membersihkannya, tapi tempat itu selalu tertutup.

“Biarkan saja apa adanya. Jangan pernah membukanya. Kamu tidak perlu membersihkan gudang..” tukas Woo-jin


Setelah diperiksa, dokter menjelaskan penyebab Deok-goo seperti itu kemungkinan besar karena umurnya yg sudah tua, hingga kekebalan tubuhnya berkurang.

Saat ini, Woo-jin bisa menitipkan Deok-gu untuk dirawat sejenak, setidaknya diberi infusan hingga kondisinya pulih kembali. 


Sebelum pergi, Woo-jin sempat memebli begitu banyak makanan untuk anjingnya..


Berjalan keluar, Woo-jin melihat sebuah tanaman yg kering kerontang. Maka sengaja, dia menyiramnya menggunakan air minumnya, sebelum dia minum untuk dirinya sendiri..


Seorang ajusshi menyapanya dengan ramah, tapi Woo-jin seperti tak mengenalinya. Entah siapa ajusshi itu, dia basa-basi mengajak Woo-jin untuk bertemu lagi di lain waktu, namun ketika Woo-jin berjalan menjauh, dia bergumam: “Baiknya, kita tak usah bertemu lagi..”


Seo-ri yg telah berjalan cukup jauh, mulai merasa kelaparan.. dia melihat seorang wanita tengah membeli sundae di pinggir jalan, yg membuatnya sangat tergiur hingga perutnya keroncongan.


Tiba-tiba ada seorang relawan yg menghampirinya dan mengajaknya mengambil makanan di stan mereka. Seo-ri pergi kesana, sambil mengatakan bahwa dia bukanlah gelandangan...


Antrian lumayan panjang, lalu muncul seorang ajusshi gelandangan yg minta izin berbaris di depan Seo-ri karena dia sudah tak kuat menahan rasa lapar.. Seo-ri yg baik hati, tentu saja mengizinkannya..


Tapi sangat menyedihkan.. karena ketika sampai gilirannya, Seo-ri mendapati fakta bahwa dia telah kehabisan nasi.. si ajusshi didepannya telalu rakus dan mengambil porsi yg begitu besar.


Merasa kasihan, ahjumma yg bertugas disana, sengaja memberinya sebungkus cookies..


Seo-ri mampir ke toilet.. maka akhirnya dia melihat sendiri betapa kacau dandanannya.rambut yg acak-acakan, serta muka yg cemong dimana-mana.. pantaslah, jika dirinya dikira gelandangan..
Advertisement

1 comments:

πŸ˜πŸ˜πŸ˜‚....lanjutπŸ‘‰


EmoticonEmoticon