7/26/2018

SINOPSIS Thirty But Seventeen Episode 4 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Thirty But Seventeen Episode 4 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: SBS
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Thirty But Seventeen Episode 3 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Thirty But Seventeen Episode 4 Part 2

Chan hendak menyuapkan setumpuk pizza ke mulutnya, ketika tiba-tiba.. Deok-gu berlari menuju pintu depan, karena ternyata telah ada Seo-ri disana.


“Kenapa kamu kesini lagi? Apakah Kamu menemukan pamanmu?” tanyanya

“Tidak, belum..” jawab Seo-ri, yg kemudian minta izin, “Bolehkah Aku mencari sesuatu? Sejak pamanku meninggalkan semuanya di sini ketika dia pindah, Aku ingin memeriksa apakah masih ada yang tersisa...”


“Kakek ku pindah ke sini sangat lama. Aku yakin dia sudah membuang semuanya. .”

“Mungkin ada yang tersisa. Beri aku waktu tiga menit. Aku akan pergi setelahnya...”

“Mister Gong akan marah jika dia tahu. Tapi sekarang, dia sedang mandi. Kamu hanya butuh tiga menit, kan?..”


Tapi tiba-tiba.. terdengar suara Woo-jin yg sedang telponan dengan Hee-soo, yg memarahinya karena sikapnya yg sangat ketus pada setiap klien mereka.

“Hei, klienmu bukan pesan spam. Kamu tidak dapat memblokirnya. Jika Kamu melakukan itu, Kamu tidak akan mendapatkan pekerjaan!” omel Hee-soo


Buru-buru.. Chan menghampirinya untuk menahannya turun kebawah, “Bagaimana Kamu bisa mandi begitu cepat? Apakah mandimu benar-benar bersih?”

“Semuanya sudah bersih...”


“Mister Gong.. Yah, aku sangat senang tinggal bersamamu. Ini seperti saat kita tinggal bersama di Jerman. Bukankah kamu pikir kita jarang ngobrol? Mengapa kita tidak ngobrol selama tiga menit? Waktunya bagi kita untuk ngobrol!”

“Saatnya Aku minum air!”

“Kamu bisa minum air nanti...”


Tedengar suara gaduh dari bawah, Chan panik takut Seo-ri ketahuan. Tapi ternyata, itu hanyalah Jennifer yg baru pulang membwa bebrapa tanaman hias..


“Dia bilang dia hanya butuh tiga menit. Apakah dia sudah pergi?” gumamnya pelan


Lantas, Chan berbisik memanggil: ‘Ahjumma.. Ahjumma..’, tapi yg datang malah si Jennifer, “Kamu mencariku?” tanyanya

“Ahh.. bukan..” jawab Chan, lanjutnya Jennifer menegaskan bahwa dia tak ingin dipanggil ahjumma, inginnya dipanggil ‘Jennifer’ saja. Mendengarnya, sontak membuat Chan mengernyit heran, bahkan Woo-jin sampai hampir tersedak..


Woo-jin mengukur kandang Dok-gu, karena ingin membuatkan yg baru. Bersamaan dengan itu, gebetan Chan datang berkunjung.. tapi dia terperanjat kaget, menyadari bahwa pamannya Chan adalah orang yg dia sebut cabul waktu itu. Akhirnya siswi itu, memilih untuk pergi lagi tanpa ada yg menaydari kedatangannya.


Malam semakin larut.. Woo-jin tengah bekerja menyelesaikan model rancangannya. Tapi tiba-tiba, terdengar suara rintihan misterius. Chan uga mendengarnya, maka bersama-sama.. mereka turun ke bawah untuk memeriksanya.

Bersenjatakan payung dan bambu hias, mereka berjalan perlahan.. namun betapa kagetnya mereka, ketika melihat kemunculan sesosok wanita berbaju putih,dengan rambut panjang...


Namun ketika diperhatikan, nyatanya itu adalah Jennifer yg juga keluar setelah mendengar suara rintihan aneh itu..


Memerhatikan kondisi sekitar, tak ada yg mencurigakan. Kecuali Dong-gu yg belum tidur dan malah berdiam diri di depan rak buku. 

“Mungkin.. dia melihat apa yg tidak kita lihat...” ujar Jenni, yg lantas membuat Woo-jin dan Chan makin begidik ketakutan.


Apalagi.. secara mendadak, salah ratu rak terbuka dan keluarlah seseorang yg merayap dengan rambut panjangnya..


Setelah lampu dinyalakan, ternyata orang misterius nan mengerikan itu adalah Seo-ri. Dia merintih lemas.. melihat Woo-jin yg dia sebut ‘si cabul’ dan ‘si ee’.. 

Kelihatannya Seo-ri sangat kelaparan, dia beberapa kali minta makanan. Lalu riba-tiba, dia pingsan.
Advertisement


EmoticonEmoticon