7/26/2018

SINOPSIS Thirty But Seventeen Episode 4 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Thirty But Seventeen Episode 4 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: SBS
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Thirty But Seventeen Episode 4 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Thirty But Seventeen Episode 5 Part 1

Esok paginya... Seo-ri telah bersiap untuk pergi. Jennifer memberinya makanan dan Seo-ri sangat berterimakasih akan hal itu. 


Chan mengantarnya hingga depan, Seo-ri menyerahkan kembali anjingnya, “Terima kasih. Fang, aku benar-benar harus pergi. Tolong jaga rumahku dan Fang dengan baik..” pintanya

“Baik. Jika kamu ingin melihat Deok Gu ... Jika Kamu merindukan Fang, atau jika Kamu lapar, Kamu bisa datang kapan saja...” jawab Chan


“Ngomong-ngomong, kemana kamu akan pergi sekarang?”

“Aku tidak yakin. Aku harus menemukan paman ku entah bagaimana...”

“Aku ingin membiarkanmu tinggal di sini jika aku bisa. Tapi itu bukan sesuatu yang bisa kuputuskan”

“Wah, Aku sudah bersyukur bahwa Kamu berpikir seperti itu. Aku akan benar-benar pergi sekarang. Terimakasih untuk semuanya...”


Sebelum berpisah, Chan memanggilnya dan berkata: “Hei, Ahjumma. Kamu mengatakan rasanya seperti semua orang yang Kamu kenal tiba-tiba menghilang. Tapi kamu kenal seseorang sekarang... itu Aku.. Aku kenalan Kamu sekarang”

“Asal kamu tahu, aku tak setua itu untuk disebut ahjumma..”

“Aku tahu. Tapi rasanya kasar untuk tiba-tiba memanggilmu dengan namamu...”


Eh tiba-tiba, masuklah beberapa orang pria ditemani broker. Nampaknya, rumah ini akan dijual... hal itu dikonfirmasi sendiri oleh Woo-jin.

Seo-ri panik, “Apakah Kamu akan menjual rumah ini? Apakah kamu akan menghancurkan rumahku?”


“Aku tidak tahu apakah mereka akan menghancurkannya atau tidak. Tapi memang benar orang tua ku yang menjual rumah itu”

“Tidak! Kamu tidak dapat merusak rumah Aku! Kamu bisa menjualnya kepada ku. Aku bisa membelinya begitu Aku menemukan paman ku. Jadi tolong jangan jual rumah sampai ...”


“Aku tidak memiliki hak dalam hal ini. Kamu tidak akan mendapatkan apa pun jika berbicara denganku. Jadi jika Kamu ingin membelinya, hubungi makelar dan berbicara dengan orang tua ku...” jelas Woo-jin yg kemudian berjalan pergi


Seo-ri mengejarnya kejalanan.. lantas Deok-gu berlari mengikutinya, hingga hampir tertabrak. Tapi syukkurlah, Seo-ri berhasil menyelamatkannya,


Dari bagian perutnya, terlihat banyak cairan berwarna merah. Chan panik, mengira itu darahnya Seo-ri maka dia bergegas menelpon panggilan darurat..


Namun Seo-ri bangkit, dia tersenyum menjelaskan bahwa cairan itu adaah jus anggur pemberian Jennifer..


Hyung-tae telah kembali ke Korea. Dalam perjalanannya menuju tempat dulunya Seo-ri dirawat, dia menerima telpon dari sunbae-nya, yg menjelaskan bahwa RS mereka sepertinya mau menerima pasien rawat jangka panjang sesuai apa yg diinginkan Hyung-tae..

“Sungguh? Terima kasih. Terima kasih banyak!” ucapnya kegirangan


Memasuki kamarnya Seo-ri, hyung-tae kaget.. karena tak ada siaa pun disana. Dia bertanya pada suster, yg lantas menjelaskan bahwa Seo-ri telah siuman.. tetapi dia tiba-tiba menghilang saat menjadai rehabilitasi.


Mendengarnya.. sontak, Hyung-tae berlari keluar untuk mencari dimana Seo-ri berada sekarang.


Chan memohon pada Woo-jin, suapa membiarkan Seo-ri menginap dirumah ini, “Dia tidak punya tempat lain untuk pergi, jadi bagaimana kalau kita membiarkan dia tinggal di sini untuk sementara waktu?”

“Mengapa kita menginginkan orang asing di rumah?”

“Jika bukan karena dia, sesuatu yang buruk mungkin telah terjadi ... ke Deok Gu.”

“Aku akan memberi kompensasi padanya karena menyelamatkan hidup Deok Gu”

“Tidak, Aku tidak berbicara tentang kompensasi seperti itu. Yang dia butuhkan saat ini adalah rumah ini. Rumah ini sangat berharga baginya. Dia memilih semua batu bata untuk rumah ini dengan orang tuanya. Tempat ini seperti perpustakaan baginya. Dan apa lagi yang ada di sana? Bagaimanapun, itu sangat berharga baginya. Dia bilang dia bisa membeli rumah segera setelah dia menemukan pamannya. Bisakah kita membiarkannya tinggal di sini sampai saat itu? Astaga, aku bahkan tidak bisa mengabaikan naka ayam kecil yang aku temukan di jalan. Bagaimana Kamu bisa mengabaikan wanita yang menyelamatkan hidup Deok Gu? Hanya sampai dia menemukan pamannya ...”

“Aku benci terlibat dengan ... Pokoknya, Jangan melewati batas, Chan. Dia tidak bisa tinggal di sini!!!”

“Kami bahkan tidak tahu ruangan itu ada. Kamu bisa membiarkannya tinggal di kamar di bawah tangga...”


Seo-ri yg telah berganti pakaian, ikut memohon pada Woo-jin: “Bisakah Kamu benar-benar membiarkan Aku melakukan itu? Bisakah Kamu membiarkan Aku tinggal di sini sampai Aku menemukan paman ku? Aku akan tetap diam di kamar di bawah tangga”

“Ini bukan masalah tetap tenang atau tidak. Aku akan membayar Kamu cukup uang untuk menyelamatkan hidup Deok Gu ...”


“Astaga, kamu sangat kejam! Kamu tahu apa? Dia menyelamatkan hidupnya, dan dia pemilik aslinya. Jadi dia harus membawanya bersamanya!” ujar Chan, yg kemudian memberikan Deok-gu pada Seo-ri, “Kamu bisa membawanya. Selamat tinggal, Deok Gu. Selamat tinggal. Aku harap Kamu hidup bahagia dengan pemilik Kamu...” tambahnya


Tiba-tiba ponsel Woo-jin berdering.. ada telpon dari broker, yg tanya apakah pembeli rumah bisa datang lagi untuk lihat-lihat, karena seprtinya mereka sangat suka rumah itu. 


Jennifer yg tengah melipat pakaian, menemukan sweater pink.. lantas dia bertanya pada Woo-jin, “Saya harus menyimpannya dimana?”


Sweater pink itu mengingatkan Woo-jin pada sikap baik Seo-ri, yg berinisiatif menutupi kotoran di celananya. 


Lantas, pada si broker Woo-jin meminta maaf dan bilang kalau pembeli itu.. boleh melihat rumahnya tapi bulan depan. Kemudian kepada Jennifer, Woo-jin menyuruhnya menaruh sweater itu di kamar bawah tangga..


Chan bersorak gembira, “Ini kabar baik. Apa yang baru dia katakan ... berarti Kamu dapat tinggal di sini selama sebulan...” jelasnya


Woo-jin menaiki mobil untuk pergi kekantor, bersamaan dengan itu.. Hyuyng-tae sampai disana..


Di dalam, Seo-ri sangat gembira karena bisa tinggal disini: “Fang, Aku diberi izin untuk tinggal di sini selama sebulan!!!!!”

“Selamat Datang di rumah. Aku berharap kita dapat bersama dengan baik...” sambut Chan

Tiba-tiba.. Bel rumah berbunyi.. Seo-ri bangkit untuk melihat siapa yg datang. Pada momen itu, suasana terasa seperti masa lampau.. 


Kita melihat Seo-ri remaja yg masih mengenakan seragam sekolah.. lalu diluar ada Woo-jin dan Hyung-tae remaja juga..


Advertisement

3 comments

Ya ampun critanya bagus.. .
Semangat kkak...

@Mayya_Sari iya makasih, udah jadi readers setia yaaaaa :)

Wahh lucu cerita nyaaa udh ketebak klo mereka saling brhubungan hehehe ;), selain sinopsis "Thirty But Seventeen", nulis drama baru apa lagi?? "LIFE", "Witch's Love", "Your Honor", "My ID is Ganggam Beauty". :) di tunggulah sinopsis2 selanjutnyaaa ;)


EmoticonEmoticon