7/08/2018

SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 10 PART 4

Advertisement
SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 10 BAGIAN 4


Saat Ji-ah pergi, mereka merasa kepanasan.. maka mereka inisiatif menggeser mejanya. Di momen itu, Gwi-nam tak bisa berbuat apa pun untuk terus menyembunyikan dirinya..


Tanpa perlu berpikir lama-lama.. lantas dia sengaja berbaring sambil menatap mereka semua dan berteriak: “Kejutan!!!!!”

Tentu saja yg lainnya heran melihat dia, “Pak Ko. Kenapa kamu berbaring di lantai?” tanyanya

“Sudah kubilang... kejutan..”  jawab Gwi-nam, “Dia juga mengundangku ke pesta rumah baru ini. Tapi aku orang kreatif yang memikirkan ide cemerlang saat senang-senang sekalipun. Jadi, aku ingin melakukan hal yang seru. Jadi, aku dan Sekr. Kim merencanakan hal ini..” jelasnya


Saat Ji-ah kembali dan melihat Gwi-nam yg telah menampakkan diri, dia kaget bercampur kesal. Dia tak bisa berbuat apa-apa dan harus ikut dalam skenario gilanya..


Persediaan bir-nya habis. Ji-ah menwarkan diri untuk membelinya lagi.. namun Se-ra melarangnya dan mengatakan bahwa dirinya yg akan pergi. Karena untuk mencerna minuman lagi, setidaknya dia harus jalan kaki untuk mencerna makanan yg ada di perutnya sekarang..


Di supermarket, Se-ra menyicip sosis bakas gratis lumayan banyak dan itu membuat si ahjumma sales mengomelinya, “Nona. Kenapa Anda memakan tiga buah? Anda juga tidak berniat membeli!”


Tiba-tiba.. muncul Pak Yang, yg lansgung mengambil 3 bungkus sosis sambil berkata: “Kami akan membelinya. Jangan mempermalukan nona ini lagi!!”


Sambil menunggu Young-joon yg tak juga datang, Mi-so berbicara pada kakaknya: “Kurasa.. kakak terlalu keras padanya. Aku tahu Kakak bingung karena ini terlalu mendadak. Tapi sikap Kakak sangat tidak sopan...”

“Mi So, kakak khawatir...”

“Sudah kubilang tidak perlu khawatir. Dia tidak seperti anggapan kalian. Dia melindungiku saat aku ketakutan dan selalu perhatian kepadaku. Kakak tidak tahu apa-apa...”


Tiba-tiba, datanglah Young-joon dengan setelan petani pedesaan yg begitu lengkap, membuat yg lainnya sampai terkaget-kaget melihatnya: “Pak Lee, dari mana Anda mendapatkan perlengkapan itu?”

“Semua yang kulakukan haruslah sempurna. Itu moto hidupku...”

“Memiliki alat lengkap bukan berarti sempurna. Kamu perlu keahlian dan pengalaman seperti yang kami miliki...”


Lantas Mi-so mengajak mereka bertanding, dirinya satu tim dengan Young-joon, dan ktim lainnya adalah kedua kakaknya: “Tim yang kalah akan mengabulkan keinginan tim yang menang. Bagaimana?”

“Sepakat!!!”


Pertandingan dimulai, dan MI-so sangat bersemangat untuk mengambil kerang.Young-joon bertanya, apa harapan Mi-so jika mereka menang?


“Aku ingin mereka tidak membenci Anda...” jawab Mi-so yg seketika membuat rasa lelah Young-joon seakan sirna seketika itu juga. 


Maka dengan semangat yg membara.. Young-joon mengumpulkan kerang, tak peduli badannya terjatuh bagaimana pun, dia pati bangkit lagi dan kembali berusaha sekuat yg dia bisa..


Setelah diitung, terlihat jelas kalau tim Young-joon dan Mi-so yg memenangkan pertandingan ini. Maka MI-so mengungkapkan keinginannya, “Aku ingin kalian tidak membenci Pak Lee...”


“Tidak apa-apa. Kalian boleh membenciku. Tapi tolong bersabar. Aku akan terus menunjukkan ketulusanku kepada Mi So...” tutur Young-joon


Pil-nam eonni kepleset.. untung saja, Young-joon bergerak sigap untuk menahannya.


Mi-so menarik tangan Young-joon, yg ternyata teraba sangat dingin, “Omong-omong, kenapa tanganmu dingin sekali? Anda sakit perut? Tadi Anda makan terlalu banyak dan menghirup kepiting bumbu... akan kucarikan obat, ayo kita pergi..” ujarnya


Pil-nam eonni bicara dengan adiknya, yg nampaknya lebih bersikap terbuka dan menerima sosk Young-joon.

“Kak Pil Nam. Perutnya sakit karena dia makan terlalu banyak untuk menyenangkan kita, bukan?”

“Kita tidak pernah memaksa dirinya untuk makan sebanyak itu...”

“Sejujurnya, aku agak terkesima. Dia terlihat angkuh saat aku menontonnya di televisi,  tapi dia rela datang dari jauh dan berusaha keras memikat kita walau Kak Pil Nam sinis kepadanya. Dia pasti sangat menyayangi Mi So. Bukan begitu? Aku khawatir dengan masalah disfungsi seksualnya,  tapi tampaknya dia pria baik-baik. Kakak iparnya juga ahli menangani gangguannya. Jadi, itu bisa disembuhkan...”

“Apa? "Kakak ipar"?”

“Aku suka dia. Sebaiknya Kak Pil Nam juga membuka diri..”


Sambil menyiapkan makanan, Pil-nam eonni mencoba menyembuhkan sakit perut Young-joon dengan menusuk jarinya. Tapi Young-joon taut, maka Mi-so mengelabuinya dengan berteriak.. menyebut ada UFO..

Setelah jarinya ditusuk, Young-joon lantas meringis.. karena jarinya berdarah. MI-so menyuruhnya beristirahat di dalam, tapi Young-joon menolak dan bersikeras ingin membantu..

Lantas, kakaknya Mi-so menyuruh dia untuk menguleni adonan dan Young-joon bersedia melakukan itu dengan penuh semanta.


Pil-nam eonni tiba-tiba bilang: “Aku akan menusuk jarimu lagi jika perutmu sakit lain kali...”

Young-joon kgaet, “Lain kali?” ujarnya kegirangan. Karena kata ‘lain kali’ itu, berarti Pil-nam eonni telah memberinya lampu hijau untuk terus menjalin hubungan dengan Mi-so di kemudian hari..


Ketika Se-ra dan Pak Yang datang.. para staff hendak berjalan keluar menuju bar dekat sini. Maka seluruh belanjaannya, Sera berikan untuk Ji-ah sebagai hadiah pindahan..


Di bar, suasananya sangat sepi.. maka Pak Jung meminta salah satu dari mereka untuk bercerita, tentang hal apa pun itu..


Tiba-tiba datanglah ibu pemilik bangunan yg sedang meminta tanda-tangan untuk persetujuan pembangunan taman di persimpangan jalan. 

Dia melihat Ji-ah dan lasngung minta ttd-nya, sambil cerita kalau penghuni apartemen yg belum ttd, tinggal Ji-ah dan penghuni kamar atap saja..


Tak mau identitasnya terbongkar, maka Gwi-nam menutup wajahnya dengan cumi kering..


Tapi sikap anehnya itu, membuat Pak Jung keheranan, “Hei, kamu sedang apa? Kenapa kamu menutupi wajahmu?”

“Ini... Aku terinspirasi oleh ‘King of Mask Singer’...” jawab Gwi-nam, “Pak Jung ingin kita berbagi cerita menarik. Jadi, aku ingin menghibur dengan menyanyi...” tambahnya


Dengan cara dan gayanya yg konyol, Gwi-nam menyanyikan lagu ‘Heartbeat-2PM’ (*Gubrak.. si Chansung, lagunya sendiri dibikin bercandaan.. wkwkwkwk..)


Semuanya tertawa, namun Pak Jung malah berpikir yg aneh-aneh: “Aku paham kamu ingin naik jabatan, tapi perlukah melakukan ini? Pasti kamu tahu bahwa bekerja di departemen kami akan mudah naik jabatan, Itu mungkin membuatmu ingin dipindahkan ke departemen kami. "Siapa yang harus kujilat agar itu tercapai?" Setelah memikirkannya, akhirnya kamu ingin menjilatku karena aku yang paling berpengaruh. Bukankah begitu?”

Pak Jung melirik kasos Gwi-nam yg bertuliskan ‘Universitas Kori’, kemudian berkata: “Aku alumni Universitas Kori. Pasti dia ingin aku tahu bahwa kami satu almamater. Lalu dia bernyanyi seperti tadi untuk menghiburku. Kamu melakukan semua ini untuk menjilatku, bukan?”

Karena situasinya kepepet.. akhirnya Gwi-nam mengiyakan segala perkataan Pak Jung sambil menujukkan senyuman getirnya..
Advertisement


EmoticonEmoticon