7/08/2018

SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 10 PART 5

SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 10 BAGIAN 5


Setelah Gwi-nam.. tetiba Pak Yang ikut menutupi wajahnya dengan cumi kering. Dia berdiri, menagtakan kalau dia pun akan bernyanyi..


Dan sangat mengejutkan.. karena ternyata suaranya sangat indah, membuat semua orang takbur padanya. Terutama, Se-ra yg sampai memerhatikannya dengan tatapan penuh ‘cinta’..


Beberapa saat kemudian, sata kembali dari toilet.. Se-ra yg sudah setengah mabuk, jalannya sempoyongan hingga hampir jatuh. Untung saja, Pak Yang datang di waktu yg tepat, “Hati-hati, Bu Bong...” ucapnya

“Sebaiknya kamu yg hati-hati...”

“Apa maksudmu?”

“Pokoknya, jaga sikapmu. Jangan coba menggodaku dengan mengambilkan bantalan braku. Jangan muncul tiba-tiba dan membelikan aku tiga bungkus sosis. Jangan berani menggodaku dengan nyanyian seperti itu. Terus Kenapa kamu mengikutiku?”

“Tampaknya kamu mabuk. Aku cemas kamu tersandung dan jatuh”

“Lagi-lagi kamu menggodaku. Kalau begitu, lindungi saja aku...”


Kemudian Se-ra berjalan pergi, sambil terus mendumel: “Aneh sekali. Entah kenapa, aku suka Pak Yang walau standarku tinggi. Haruskah aku mengajaknya berkencan? Tidak. Itu memalukan. Aku tidak boleh berinisiatif. Aku juga punya harga diri. Jangan aku yang mengajaknya. Aku harus melindungi harga diriku...”

Mednengarnya, Pak Yang terus tersenyum salah tingkah..


Hingga tak sengaja, Se-ra hampir terjatuh ‘lagi’ dan untungnya, masih ada Pak Yang yg siap siaga menangkap badan mungilnya~~~


Mi-so dan keluarga, menikmati makanan yg telah masak. Rasanya begitu nikmat, hingga Young-joo berjanji untuk datang kesini lagi tahun depan..

“Masih terlalu cepat untuk berjanji...” tukas Pil-nam eonni

Menyinggung kata ‘janji’, membuat mereka bernostalgia ke masa lalu. Karena kala itu, mereka berjanji dengan ibunya untuk datang kesini..


“Janji saat Mi So berumur empat tahun... Ayah kami ingin ikut serta dalam Festival Musik Pantai. Jadi, kami meminjam mobil tetangga. Kami menuju ke sana bersama...”


Suara ayah tak begitu bagus, tapi ayah sangat percaya diri akan kemampuannya. Meski putrinya mengeluh, tapi ayah tetap yakin kalau dirinya pasti akan memenangkan lomba nyanyi dan memberikan piala-nya sebagai kado ultah untuk ibu..

“Saat pidato penerimaan hadiah, aku akan meneriakkan namamu...” ujar ayah


Perjalanan mereka melewati pantai.. dan anak-anak sangat kegirangan. Melihat masih banyak waktu yg tersisa, maka ibu mengajak ayah untuk mampir ke pantai lebih dulu.


Di pantai, ayah asyik bernyanyi sementara anak-anak dan ibu berlarian di pesisir..

Tak terasa, waktu berlalu dengan cepat. Merea bersiap melanjutkan perjalanannya, tapi ternyata ayah menghilangkan kunci mobilnya...


Beberapa saat, mereka mencarinay bersama-sama. Tapi sulit untuk menemukannya. Ayah jadi merasa bersalah, “Aku suami yang buruk. Aku ingin memberikan pialanya untuk ulang tahunmu, tapi aku malah membuatmu cemas. Ini ulang tahun terburukmu, ya?”

“Tidak. Kamu juga pasti menyesal melewatkan kontes menyanyi...” jawab Ibu

Tiba-tiba, Mi-so berteriak: “Aku menemukannya!!!!”


Tapi ternayta, yg Mi-so temukan bukanlah kunci, melainkan kerang..

“Ayo kita masak hidangan lezat dengan kerang ini. Kita butuh lebih banyak kerang lagi untuk itu. Anak-anak, ayo kita menangkap kerang dan bermain bersama..” tutur Ibu, yg kemudian meminta ayah untuk terus mencari kunci sementara dirinya akan membantu anak-anak mencari kerang.


Lantas ayah berujar: “Kata Michael J. Fox, ‘Keluarga bukan sekadar hal penting, tapi segalanya’.. Aku bisa memanggil perusahaan asuransi untuk mengantar mobilnya. Aku bisa ikut kontes menyanyi tahun depan. Hari ini, aku akan fokus pada hal yang segalanya bagiku, yaitu keluargaku...”


“Sungguh tidak apa-apa?”

“Tentu saja. Aku sibuk terus dan tidak sempat pergi dengan anak-anak. Mungkin kunciku hilang agar keluarga kita bisa bergembira bersama...”

“Kamu bukan suami yang buruk. Ini juga bukan ulang tahun terburukku. Berkat kamu, keluarga kita bersenang-senang bersama...”

Mereka saling tatap mesra, dan hendak berciuman. Tapi tiba-tiba... Mi-so menghampiri mereka sembari teriak, kalau dia ingin kencing..


Pada momen itulah, ibu mengajak keluarga kecilnya untuk datang kesini setiap hari ulang tahunnya..


“Ibu menepati janji itu hingga setahun setelahnya dan meninggal...” ungkap Pil-nam eonni

“Jadi, hari ini... Ini ulang tahun Ibu...” sahut Young-joon 

“Kami masih mengingat Ibu dengan jelas. Mi So masih kecil saat itu terjadi, jadi, aku yakin ingatannya tentang Ibu sedikit. Aku selalu sedih memikirkannya. Maaf jika aku membuatmu tidak enak hati... Setelah menghabiskan waktu bersama, ternyata kamu orang baik. Tapi karena Mi So kehilangan ibunya saat kecil, aku ingin dia membina keluarga yang bahagia dan disayangi. Jadi, aku khawatir jika dia berhubungan dengan orang yang tidak biasa...”

“Akan kupastikan kekhawatiranmu tidak terbukti. Sama sepertimu, aku ingin Sekr. Kim bahagia...”


Dirumahnya, Sung-yeon merenung sendirian.. memikirkan pertanyaan dari Mi-so tadi siang, tentang ingatannya seputar penculik mereka..


Begitupula dengan ibu.. yg terus terngiang perkataan Mi-so yg mencuga bahwa Young-joon adalah anak yg diculik bersamanya.

Ketika ayah datang, ibu lansgung bilang: “Kurasa ini saatnya berterus terang kepada anak-anak. Kurasa aku tidak sanggup merahasiakannya lagi.”


Mi-so dan Young-joon mengobrol berduaan di pesisir pantai,

“Sepertinya aku berhasil diterima oleh mereka. Ini lebih menggembirakan daripada saat terpilih sebagai CEO paling berpengaruh di usia 30-an. Tapi aku agak sungkan. Jika tahu ini hari yang penting bagi keluargamu, aku tidak akan datang. Seharusnya kamu menikmati waktumu dengan keluargamu...” tutur Young-joon

“Aku senang Anda datang dan berjuang keras untukku. Kedua kakakku mengakui bahwa Anda orang baik. Jadi, mereka pasti juga senang. Keluargaku paling sedih pada hari kematian Ibu. Pada hari ulang tahunnya, kami paling bahagia...” jelas Mi-so

“Keluargamu sangat menyenangkan. Tentu saja, aku yakin ibumu juga orang baik...” ujar Young-joon

“Ya. Dia sangat baik. Sesaat setelah kami datang ke pantai ini, ibuku, yang biasanya sehat, tiba-tiba sakit. Ayahku selalu menjaganya di rumah sakit. Jadi, aku selalu sendirian. Karena anak-anak lain bermain dengan ibu mereka, aku iri sekali. Lalu suatu hari... ”


Mi-so mengenang mas lalu, ketika ibunya datang menemaninya main di taman, “Aku senang ibuku datang. Aku sangat bahagia. Kemudian, aku baru tahu saat Ibu dalam perjalanan pulang bahwa tidak ada lagi yang bisa diupayakan rumah sakit. Pasti berat bagi Ibu, berlarian dengan tubuh lemahnya. Tapi tanpa kenangan itu, aku pasti telah melupakan Ibu. Aku masih terlalu kecil dan kenangan kami masih sedikit...”


Lantas kepada Young-joon Mi-so berkata: “Jadi, jika ada kenangan menyakitkan yang sulit Anda utarakan, kuharap kelak Anda mau menceritakannya. Kapan pun itu, aku akan menantinya. Aku akan selalu ada untuk Anda...”


Karena ada pekerjaan lain yg telah menunggu.. maka Mi-so dan Young-joon, pamit pulang duluan..


Ibu menemui Sung-yeon.. dalam suasana yg sangat serius, ibu berkata: “Jangan bingung. Jangan menderita karena merasa bersalah juga. Sekarang, dengarkan ibu dengan saksama. 24 tahun yang lalu, hari itu...”


Sesaat kemudian, terlihat Sung-yeon yg berjalan dengana begitu lesu. Tatapannya kosong, benaknya teriris mengingat pernjelasan dari ibu yg cerita kalau anak yg diculik bukanlah Sung-yeon..

“Itu aku. Jelas-jelas... Jelas-jelas aku mengalaminya...” ujarnya lirih


Mi-so dan Young-joon tengah berada di sebuah acara pameran. Young-joon sangat kelelahan dan ingin beristriahat. Mi-so yg sangat pengertian, telah mengosongkan jadwal sorenya.. dan sekarang Young-joon hanya perlu berfoto-foto sebentar sebelum pulang.

Sambil menunggunya, Young-joon menyuruh Mi-so untuk duduk ditempatnya..


Tapi tak lama kemudian, datanglah Sung-yeon yg lasngung duudk disebelahnya dan bertanya: “Ibu bilang ingatanku salah. Kamu setuju?”

Mi-so diam saja, maka Sung-yeon bertanya lagi: “Apakah pertanyaan itu begitu sulit dijawab?”


Di panggung ada pertunjukkan sulap, yg mendatangkan seroang model cantik sebagai bintang tamu. Si model.. turun dari atas menggunakan ayunan tali dan dia mengenakan heels berwarna meerah, yg seketika mengingatkan Mi-so pada sosok penculiknya..


Dalam ingatannya.. Mi-so menyebut wanita penculiknya ‘bibi’.. entah bagaimana kejadian rincinya, tapi sepertinya si penculik gantung diri..

Mi-so menangis histeris.. dan Young-joon berusaha keras menenangkan dia, “Bukan, Mi So. Dia bukan bibimu. Itu laba-laba. Laba-laba besar...” ucapnya

“Aku takut... Jangan meninggalkanku...” ucap Mi-so berulangkali

“Jangan mendekat, Bodoh!” teriak Young-joon


Kembali ke realita.. Mi-so histeris menyadari kalau dia telah mengingat semuanya. Dalam hitungan detik, badannya terasa lesu dan dia langsung jatuh pingsan....


Sung-yeon berusaha membangunkannya, namun Young-joon yg baru datang lansgung mendorongnya dan memeluk Mi-so dengan erat sambil berulang kali berteriak memanggil namanya, “Mi So. Bangun. Mi So! Kim Mi So!!!”

7 komentar

  1. Ahhh kocak Young Joon demi restu kakak Ipar rela kotor2an kena lumpur tpy akhir ny dpt restu jgaaa, Lee Min Ki & Jung So Min jdi Cameo sbgi ortu Mi So di Because in The First Life jadi pasangan suami Istri sekarng udh pnya 3 anak ajah hehehe :D Preview ep 11 donk, ohhh iyaaa sinopsis "My Mister" & "A Poem A Day" donk udh lama nihh nunggu nyaaa plissss plisssss :| :| makasih :)

    BalasHapus
  2. Semangat trs, semoga my mister dlanjut biar tau akhir u, terima kasih

    BalasHapus
  3. Ditunggu previw epsd 11 min,,,

    BalasHapus
  4. Penasaran sm kakaknya young joon,bgmn dia bs hilang ingatan jg ya. Trus siapa wanita itu sbnrnya..hmmm..lanjut ya..smangat 🏂🏂🏂

    BalasHapus
  5. Kyaknya yg trakhir serem ya..
    Lanjut dong... fighting 💪💪💪

    BalasHapus
  6. Makanya miso takut laba.laba..tenyata itu trauma melihat seseorang gantung diri...😨

    BalasHapus


EmoticonEmoticon