7/13/2018

SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 11 PART 1

Advertisement
SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 11 BAGIAN 1


Di akhir epsiode sebelumnya, Mi-so nampak terguncang setelah melihat seorang model yg dandannya sangat mirip dengan penculiknya dulu. 

Mi-so jatuh pinsang, setelah mengatakan bahwa dia mengingat semuanya...

Sebenarnya, apa yg terjadi saat mereka masih kecil???


Malam itu... Mi-so kecil terbangun. Kedua kakaknya tertidur lelap, hingga tak mendengar suara Mi-so kecil yg berulang kali memanggil ibunya..


Ketika membuka pintu depan, Mi-so melihat seorang wanita yg berjalan di depan rumahnya, yg dia kira sebagai ibunya. Maka bergegas, Mi-so kecil mengejarnya, sambil memanggilnya: ‘Ibu..’


Wanita itu berbalik ke arahnya.. maka Mi-so berkata: “Kamu ternayta bukan ibuku...”

“Kamu mencari ibumu? Mau kuantar menemui ibumu?” tanya wanita itu dengan ramahnya

“Sungguh? Ibuku berada di rumah sakit. Bibi tahu tempatnya?” tanya Mi-so dengan polosnya


“Tentu saja. Aku bisa mengantarmu ke sana...” jawab Wanita itu, yg kemudian menggandeng tangan Mi-so berjalan bersama dengan-nya.


Sampailah mereka kedalam rumah misterius yg sangat senyap. Mi-so lantas bertanya: “Benarkah Bibi akan mengantarku menemui Ibu jika aku tidur di sini semalam?”


Wanita itu mengangguk.. Mi-so melihat kedalam salah satu kamar, disana telah ada Young-joon kecil dalam posisi pergelangan tangan dan kaki yg terikat oleh pengikat kabel.

Namun Mi-so kecil yg masih sangat polos, malah tersneyum dan bilang: “Aku ingin gelang sepertinya, Bibi!”


Beberapa saat berlalu.. Mi-so duduk disebelah Young-joon dan mereka berkenalan. Young-joon mengenalkan dirinya bernama: ‘Lee Sung-hyun’, tetapi Mi-so terus menyebutnya ‘Lee Sung-yeon’

“Dasar bodoh..” ujar Young-joon

“Aku tidak bodoh! Usiaku lima tahun, tapi aku lebih pandai membaca daripada Kak Mal Hee...” sanggah Mi-so, yg kemudian bertanya tentang istilah ‘meninggal’, karena sebelumnya dia mendengar sang ayah mengatakan bahwa ibunya bisa meninggal karena sakit, “Apa yang akan terjadi jika dia meninggal?”

“Aku juga tidak tahu...” jawab Young-joon


“Kamu bodoh?!” ejek Mi-so, “Kak Pil Nam berkata kalau meninggal itu berarti aku tidak bisa bertemu dengan ibuku lagi. Usiamu sembilan tahun, tapi kamu tidak mengetahuinya?” jelasnya

“Siapa yang bodoh? Jelas kamu tidak bisa bertemu lagi jika dia meninggal...” tutur Young-joon, yg seketika membuat ekspresi Mi-so berubah sedih, “Jadi, aku tidak bisa bertemu dengan ibuku lagi?” tanyanya


Mi-so kecil meangis, maka Young-joon segera membekap mulutnya.. tapi si penculik mendengarnya dan lasngung datang menghampiri mereka sambil bilang: “Ayahmu akan segera datang!”

“Maaf. Kami akan tenang...” jawab Young-joon, tapi Mi-so malah berkata: “Ayahku ada di Tumah Sakit..”

“Ayahmu pergi ke kantor! Sebentar lagi, dia datang. Tunggulah dengan tenang bersama Ibu!” tukas si penculik


“Ibuku juga di rumah sakit...” ujar Mi-so, maka Young-joon langsung menyuruhnya untuk diam tak bicara apa pun lagi.

Kepada si penculik, Young-joon bilang: “Mungkin dia belum bangun sepenuhnya, Ibu. Aku akan menenangkannya, jangan khawatir. Kami akan tetap tenang...”


Si penculik pergi.. namun Mi-so masih sangat ketakutan, hingga hampir menangis lagi. 

“Jangan menangis, Mi So. Jika kamu berhenti menangis, akan kuberi sesuatu yang enak...”ucap Young-joon, yg kemudian memberinya sebungkus permen karamel.


Mi-so mengambilnya, dan dia pun berhenti menangis... tak lama kemudian, dia pun tertidur lelap di pangkuan Young-joon.


Si penculik menghampirinya.. Young-joon terbangun, lalu si penculik memintanya diam karena adiknya sedang tidur. 

“Iya bu.. Aku akan tetap tenang sampai Ayah datang...” jawab Young-joon

Namun ekspresi lembut si penculik tiba-tiba berubah jadi mengerikan, seketika dia bercerita: “Tidak. Ayah tidak akan datang karena aku bukan ibumu! Aku sudah mengorbankan segalanya demi pria itu,  tapi dia tidak membalasnya. Aku bahkan menghabisi anak di kandunganku demi pria itu. Aku yakin dia mungkin tidur nyenyak dengan anak-anak seperti kalian. Kenapa hanya aku yang menderita? Kenapa? Kejahatanku hanyalah mencintainya. Jika aku mati, apa dia akan merasa sedikit bersalah?!”


Kemudian si penculik hendak menjerat leher Mi-so menggunakkan tali yg dibawanya, “Ayo pergi bersama. Aku tidak ingin pergi sendirian. Kalian ikut denganku...” ucapnya

Tapi dengan intonasi tinggi, Young-joon berkata: “Maka lupakan pria pengecut dan jahat itu, Mulailah hidup yang baru! Tolong hentikan ini. Biarkan kami pergi. Aku tidak akan melaporkan Bibi..”

“Terlambat... Aku telanjur sampai sejauh ini... Terima kasih telah menghiburku, Nak...” ucap si penculik yg kemudian berjalan keluar kamar.


Young-joon menangis sambil berteriak, memohon si penculik untuk tidak melakukan hal yg akan dilakukannya..

Tapi si penculik yg telah gelap mata, tak menggubrisnya. Dia berdiri di atas kursi dan bersiap utuk gantung diri. Sebelum melakukannya, dia sempat berkata: “Sepertinya aku harus pergi tanpa membalasmu. Sebagai gantinya, saksikanlah saat-saat terakhirku...”

Young-joon berteriak histeris, meminta pertolongan.. tapi sepertinya, tak ada yg mendengarnya..


Beberapa saat berlalu.. Young-joon tertelungkup di depat pintu, sepertinya dia berusaha keras untuk keluar dari kamar itu.

Mi-so terbangun.. dia bingung, melihat kondisi Young-joon yg nampak begitu ketakutan, serta melihat sosok si penculik yg tewas gantung diri dihadapannya.

“Bibi terlihat aneh. Aku takut....” ucap Mi-so dengan suara gemetar


Dalam benaknya, Young-joon berkata: “Jangan sampai ini menjadi pengenal konsep kematian untuk Mi So sementara ibunya bisa meninggal...”

Maka kepada Mi-so, Young-joon berkata: “Itu bukan Bibi. Itu laba-laba besar. Laba-labanya menakutkan!”

Young-joon menutup pintu kamar dan bilang: “Tenanglah, Mi So. Laba-labanya tidak akan masuk. Jangan menangis...”


Mi-so mengeluh, kakinya yg diikat mulai terasa sakit. Maka Young-joon memintanya untuk tetap diam disini, sementara dirinay akan merayap keluar untuk mengambilkan gunting..


Young-joon kecil merayap melewati tempat dimana si penculik gantung diri diatasnya. Young-joon benar-benar takut, menyadari bahwa sesosok mayt tergantung di atasnya..


Dengan suara gemetar, Young-joon berteriak memanggil Mi-so. Dan setelah mendengar suaranya, Young-joon seakan mendapatkan tambahan keberanian, “Aku di sini bersama Mi So. Bukan bibi itu. Mi So yang bersamaku...” tegasya


Setelah berhasil melepas ikatan yg mengekangnya, Young-joon menenangkan Mi-so dengan menceritakan sesuatu kepadanya: “Di Afrika, ada laba-laba sebesar orang dewasa. Itu sangat berbahaya. Jadi, jika melihat matanya, kamu akan digigit. Kurasa ada laba-laba itu di luar. Pejamkan matamu agar tidak melihatnya...”


Young-joon meminta Mi-so untuk mengganggam tangannya, kemudian menutup matanya.. mereka pun berhasil keluar dengan selamat..


Young-joon mengantar Mi-so hingga depan rumahnya yg ternayta memang sangat dekat dengen TKP. Pada saat itu, secara tiba-tiba Mi-so bilang dia akan menikah dengan Young-joon, yg dia anggap sebagai pangerannya..

“Apa kamu juga kaya? Ayahku menyuruhku menikah dengan orang kaya...” 

“Ayahku kaya, jadi, kurasa aku juga kaya...” 


“Sekaya apa? Kamu mampu membeli Boneka Nana?” 

“Boneka Nana? Perusahaan Yoonbong memproduksinya. Perusahaan itu subkontraktor kami...” 

“Subkontraktor? Apa itu? Makanan?” 

“Semua pabrik Boneka Nana adalah milik kami...” 


Kemudian, Mi-so meminta Young-joon berjanji untuk menikahinya. Tappi Young-joon menolak, “Kita menikahi orang yang kita cintai saat besar nanti...” jelasnya

“Kalau begitu, cintai aku saat besar nanti...” ujar Mi-so

“Baiklah, boleh saja...” jawab Young-joon, yg kemudian juga berjanji untuk menemuinya lagi..
Advertisement

1 comments:

Akhirnya kluar jg.. dh lama dinanti2..
(OHW JDI GT YA MASA Lalunya.. baru mngerti dh ceritanya sperti apa)


EmoticonEmoticon