7/20/2018

SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 13 PART 2

SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 13 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 13 Part 1
Malam hari... Mi-so tertidur sambil menggenggam ponselnya, yg ketika berdering langsung membuatnya terbangun dan segera mengambil cermin untuk meraikan riasannya...


Young-joon telah tiba di Paris dan lasngung menelponnya, “Apa aku membangunkanmu?” tanyanya

“Tidak, aku tidak tidur...”

“Apa harimu menyenangkan?”

“Ya, aku memikirkan Anda sekitar 100 kali...”

“Sayang sekali, aku memikirkanmu 101 kali. Berusahalah lebih keras lain kali...”


Tiba-tiba, Young-joon bilang: “Aku iri...”

“Iri dengan apa?”

“Aku iri dengan Sapi Pekerja Keras (bonek) yang berbaring di belakangmu. Seharusnya aku yang berbaring di situ. Dasar sapi tidak tahu diuntung...”


Bergegas, Mi-so mendorong boneka itu hingga terjatuh ke lantai, “Tempat Anda sudah kukosongkan...” ujarnya


Ketika tengah bersiap untuk pergi rapat.. Young-joon membuka kopernya, melihat sebuah map bersisi barang-barang yg telah tertata dengan begitu rapi dan tertempel sebuah catatn kecil dari Mi-so: ‘Aku menyiapkan semuanya seolah aku bersama Anda’


Rapatnya berlangsung dengan lancar.. pada akhirnya tim Young-joon memutuskan untuk mengikuti kemauan pihak Paris, karena itu memang jalan yg terbaik untuk terjalinnya kerjasama antar kedua belah pihak..


Usai rapat, Young-joon lasngung menelpon Mi-so.. tapi sayangnya, Mi-so sedang sibuk hingga dia tak sempat menegcek ponselnya.


Malam hari.. Mi-so berbaring menatap fotoo Young-joon sambil mengeluh: “Aku ingin mendengar suaranya... Aku merindukannya...”


Secara resmi.. Ko Gwi-nam dipindah tugaskan ke departemen pimpinan Young-joon. Pak Jung dengan bangganya, menagtakan bahwa ini terjadi atas rekomendasinya..


“Ya, aku akan bekerja keras. Aku tidak butuh hal besar. Aku hanya ingin seperti garam pada sup tulang sapi. Mungkin aku tidak mencolok seperti bahan utama, tapi aku ingin menjadi pegawai yang memenuhi tugas!!!” turuu Gwi-nam dengan begitu bersemangat


Nampaknya Ji-ah sangat mengidolakan Gwi-nam.. hal itu terpnacar dari sorot matanya yg berbinar-binar. Sementara Se-ra malah membahas tentang kepulangan Young-joon, 2 hari lagi..

“Astaga. Padahal bekerja tanpanya menyenangkan. Masa-masa bahagia akan berakhir. Kuharap penerbangannya tertunda sehari. Kuharap dia tidak tergesa-gesa...” keluhnya


Mendengarnya membuat Mi-so kesal.. Resfleks, dia menggebrak meja dengan sangat keras hingga membaut semua mata tertuju padanya..

Tapi kemudian, dengan kikuknya MI-so tertawa sambil berkata: “Mari mulai bekerja...”


Padahal ternyata.. saat ini juga, Young-joon telah sampai di Bandara. Dia berjalan dengan sangat cepat, hingga membuat Yoo-shik kewalah untuk mengikutinya..

“Tunggu aku, Young Joon. Kamu berjalan terlalu cepat dengan kaki panjangmu itu!”

“Aku harus segera bertemu Sekr. Kim!”

“Begitukah? Baiklah. Kamu memadatkan jadwal untuk mempercepat kepulangan kita. Kini kamu berjalan begitu cepat agar bisa segera menemuinya?!”

“Tidak. Ini karena aku ingin segera berpisah denganmu!”


“Bagaimanapun, Sekr. Kim pasti sangat menantikanmu. Bayangkan kerinduannya kepadamu...”

“Tentu saja. Dia tidak melihat wajah menarik ini selama hampir sepekan. Kurasa itu hukuman yang terlalu berat untuknya...”

“Tapi dia tidak menyambut kedatanganmu?”

“Dia tidak tahu aku pulang lebih awal. Aku ingin mengejutkan dia. Aku bisa membayangkan senyum merekahnya  saat tiba-tiba melihatku...”


Mi-so tersneyum.. menerima hasil pekerjaan Gwi-nam yg terselesaikan dalam waktu yg sangat cepat, membuktikan bahwa dia memang pekerja yg sangat gesit.

Tapi tiba-tiba, Gwi-nam merasakan hawa dingin yg sangat menusuk hingga membuatnya bertanya-tanya: “Apakah AC di sini dalam mode turbo atau apa? Kenapa aku merinding?”


Eh ternyata... sudah ada Young-joon yg tengah berdiri menatapnya tajam, dari balik pembatas kaca..


Gwi-nam memperkenalkan diri dengan begitu bersemangat: “Aku akan bekerja keras. Aku tidak butuh hal besar. Aku hanya ingin seperti garam di sup tulang sapi. Aku mungkin tidak mencolok seperti bahan utama, tapi aku ingin menjadi pegawai yang memenuhi tugas...”

Tapi dengan ketusnya, Young-joon komentar: “Daging dan garam itu elemen penting dari sup. Kamu ingin menjadi garam? Kamu terlalu serakah.. Pokoknya, aku akan menantikan hasil kerjamu yang ibarat garam!”


Young-joon mengajak Mi-so berbicara empat-mata dalam ruangannya. Hal pertama yg dia bilang, adalah: “Jangan tersenyum! Jangan menunjukkan senyum cantikmu ke pria lain. Aku sampai tidak sarapan agar bisa segera menemuimu. Aku naik pesawat selama 12 jam, membayangkan senyum merekahmu saat melihatku tiba-tiba. Tapi kamu memberikan senyum merekahmu itu kepada si Garam dan si Magang itu. Aku kecewa!”


Young-joon mendium MI-so, lalu memeluknya erat. Maka Mi-so berkata: “Hentikan! Ini di kantor...”

“Jika kantor tidak nyaman, ayo kita pulang sekarang!”

“Bukan itu maksudku...”


Mereka makan berduaan si sebuah kafe, “Aku merindukanmu! Ayo tetap bersama untuk menebus saat berpisah kita...” ujar Young-joon

“Anda telah pergi selama lima hari. Pekerjaan Anda menumpuk. Tidak apa-apa jika kita keluar kantor?” tanya Mi-so


“Saat masih pelajar, aku tidak pernah bolos sekali pun. Aku serajin itu, tapi ini kali pertamaku bolos kerja karena ingin mengisi waktu denganmu. Saat melihat pasangan berjalan-jalan di Paris, aku berpikir aku harus segera kembali ke Korea agar bisa berkencan dengan Mi So. Itu terus terbayang di benakku, jadi, biarkan aku bebas hari ini...” tutur Young-joon

“Kalau begitu, hari ini saja. Sebab aku juga sangat merindukan Anda...” uajr Mi-so


Dengan manisnya.. Young-joon mencium tangan Mi-so. Namun dari kejauhan, sepertinya ada seseroang yg tengah memotret mereka..


Sung-yeon melamun, berdiri sendirian menatap keluar jendela kamarnya.. dia mengingat momen masa kecilnya..


Dari sudur pandangnya Young-joon selalu mendapatkan perlakuan khusus dari orangtuanya, terlebih karena Young-joon adalah anak yg pintar..


Setelah mengetahui apa yg dialami Young-joon, sejujurnya Sung-yeong sangat merasa bersalah..


Kembali ke realita.. ibu dan ayah menghampirinya, “Apa yang kamu renungkan?” tanyanya

“Aku merenungkan masa kecilku.karena sekarang.. Aku tidak boleh lari lagi... Setelah merenungkannya,  ternyata aku tidak pernah benar-benar membenci dia sekali pun. Sisi diriku yang kurang kompetenlah yang kubenci. Aku iri dengan Young Joon yang sempurna. Aku ingin menjadi seperti dia...”


“Maaf, Sung Yeon, karena kurang perhatian terhadapmu. Jika kami pernah menyakiti perasaanmu, mungkin ini terlambat, tapi bisakah kamu memaafkan kami?”

“Ya, kami tidak sadar membandingkanmu dengan Young Joon. Maafkan kami... Maafkan kami karena gagal memahami perasaanmu...”


“Belum terlambat untuk membuat jalan lain, bukan?” ucap Sung-yeon sembari tersenyum

2 komentar

  1. Lanjut sampai ep. 14 , semangat kakak..

    BalasHapus
  2. Selalu ada kata maaf untuk keluarga..hiks...hiks.😢

    BalasHapus


EmoticonEmoticon