7/21/2018

SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 14 PART 1

Advertisement
SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 14 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 13 Part 5

Terbangun di pagi hari.. Young-joon langsung dibuat terpana, ketika melihat Mi-so yg berjalan menghampirinya dengan mengenakan kemeja putih berukuran besar miliknya.

“Ternyata kemeja itu bisa sangat berbahaya...” komennya, yg seketika membuat Mi-so balik bertanya: “Berbahaya bagaimana?”


“Kemeja itu bisa membuat dewan direksi memberhentikanku karena lalai dalam tugas...” jawab Young-joon, sambil menarik Mi-so ketempat tidurnya, “Kamu cantik sekali, aku tidak mau berangkat kerja. Kemeja ini menggoyahkanku dan menghilangkan kendaliku...” tambahnya


Mereka berciuman, dan Mi-so berkata: “Akhir-akhir ini, Anda tidak seperti orang yang dahulu kukenal. Maksudnya aku makin menyukai Anda. Tapi Anda tetap harus bersiap untuk bekerja...”


Selanjutnya.. mereka sarapan bersama. Dengan senang hati, Young-joon mengambilkan sepiring salad untuk Mi-so.. tapi Mi-so malah membiarkan itu menjadi miliknya Young-jooon, sementara dia mengambil salad untuk dirinya sendiri.

Sikap itu membuat Young-joon mengeluh, “Hingga kini, aku hidup dengan penampilan, kekuatan fisik, dan kecakapan sempurna. Kini aku berencana untuk menjadi perhatian juga. Kenapa kamu tidak membiarkanku?”

“Belakangan ini, kebaikan Anda melimpah...” sahut Mi-so


“Terkadang aku berharap  kamu memberiku kesempatan untuk melayanimu. ..“ ujar Young-joon, tetapi Mi-so berkata: “Itu masih terasa canggung. Pasti karena pekerjaanku. Aku terbiasa melayani orang lain di mana pun...”

“Aku juga punya kebiasaan karena pekerjaan. Aku terbiasa dilayani di mana pun. Meski begitu, aku berusaha untuk melayanimu...” tutur Young-joon, “Tentu saja, aku orang yang luar biasa elegan, jadi, akan sulit meminta bantuanku. Tapi sesekali aku juga ingin kamu menyuruhku dan meminta bantuanku. Aku mengizinkannya...” tambahnya

“Baiklah, aku mengerti.“ sahut Mi-so, namun Young-joon berkata: “Dari ekspresimu, sepertinya kamu bilang ‘tidak mengerti’....”


Di kantor, para pegawai berkerumun.. sibuk mendiskusikan tanggal mereka akan ambiil cuti. Tetapi Gwi-nam, dengan yakinnya mengatakan bahwa dia tak butuh cuti dan lebih senang menghabiskan waktunya untuk bekerja saja..


Sikapnya yg terkesan ‘sok rajin’, membuat Pak Park jadi kesal padanya. Bisa dibilang.. mereka berdua adalah satu-satunya rival di departemen ini. Ketika Young-joon lewat, mereka sampai ‘berlomba’ memberikan hormat dengan membungkukkan badan paling rendah..


Mi-so ditanya apakah akan mengambil libur cutinya tahun ini? Tetapi.. belum sempat dia menjawabnya, para pegawai sudah bisa menyimpulkan bahwa Mi-so tak akan ambil cuti.. karena waktu bekerjanya tinggal 1 minggu lagi, sebelum berhenti...

Mendengarnya, seketika membuat Mi-so tersadar akan hal itu.. dia pun teringat momen, ketika Young-joon bersikeras melarangnya berhenti.. dan detik ini, dia berhaarap Young-joon akan melakukan hal yg sama.


Kembali dari rapat, Ji-ah memberikan sebuah berkas.. yg kemudian dibawa Mi-so untuk ditandatangani oleh Young-joon.


Young-joon bertanya: “Apa jadwalku saat jam makan siang?”

“Anda harus makan siang di restoran kenalan yang baru saja dibuka...” jawab Mi-so

“Ikut aku dan kita bisa makan bersama. Aku ingin mengenalkanmu kepadanya..” pinta Young-joon


Mereka jalan berdua memasuki gang kecil, “Banyak sekali restoran yang menarik dan cantik. Kupikir tempatnya di kawasan kelas atas seperti Cheongdam-dong. Sebab Anda bilang restorannya milik kenalan Anda...” ujar Mi-so

“Dia cukup unik. Awalnya dia pewaris Jinyoung Group, tapi dia melepaskannya...” ungkap Young-joon

“Kalian berdua dekat?” tanya Mi-so, dan Young-joon menjawab: “Orang tua kami saling kenal. Jadi, kami sudah dekat sejak kecil. Kami juga belajar manajemen bersama di Amerika Serikat...”

“Anda pasti senang bertemu dengan mereka setelah sekian lama...” koemn Mi-so


Sesampainya di lokasi.. teman Young-joon,, yg ternyata seroang wanita bernama Jung Yoo-mi (Cameo: Jung Yoo-mi), langsung berlari menyambutnya dengan riang..

“Asataga! Sudah berapa lama, ya? Kamu keren!” pujinya, yg tentu membuat Young-joon berujar: “Aku memang keren sejak dahulu...”


Sementara Mi-so menunduk, dan bergumam pelan: “Kukira pria, ternyata wanita...”


Young-joon mengenalkan MI-so sebagai kekasihnya, maka dengan ramah Yoo-mi menyapanya lalu berkata: “Aku berteman dengan Young Joon sejak usianya lima tahun. Tapi baru kali ini dia mengenalkan pacarnya. Jadi, ini menarik sekali. Astaga, kamu cantik sekali...”

“Tentu saja. Dia wanita sempurna yang cocok dengan penampilan sempurnaku...” sahut Young-joon


“Kamu masih saja narsistik. Kamu masih melakukan ini sekarang?” tanya Yoo-mi sambil menirukan gaya Young-joon sambil berkata ‘aura!’,


Hal itu, seketika membuat Mi-so tersenyum getir dan mendumel pelan: “Begitu rupanya, dia melakukannya di depan wanita lain juga?”


Masuk ke dalam dan menunggu sebentar.. lalu datanglah Yoo-mi yg membakan pesanan mereka. Duduk di sebelah Young-joon.. Yoo-mi berkata: “Aku senang akhirnya kamu punya pacar. Kamu tidak pernah berpacaran, jadi, aku khawatir kamu menyukaiku...”


“Kenapa kamu mengkhawatirkan hal yang tidak berdasar dan konyol itu?” tukas Young-joon, maka Yoo-mi lanjut cerita: “Kamu juga pernah mengajakku untuk menikah. Itu saat kami berusia lima tahun...”


“Begitu, ya. Tampaknya kalian memiliki banyak kenangan bersama...” komen MI-so dengan ekspresi ‘cemburu’


Pelanggan lain minta tambahan acar, maka Yoo-mi beranjak pergi meninggalkan mereka sejenak. Pada momen itu.. Mi-so tak kuasa menahan raut kesalnya, hingga membuat Young-joon terperanjat kaget karenanya..

“Kenapa kamu menatapku seperti itu? Kamu menatap wajahku dengan raut muka marah, lalu aku mendapatimu tersenyum lebar...” ujar Young-joon

Mi-so mengelak, lalu dengan sinisnya dia berkata: “Tampaknya Anda cukup terbuka saat kecil...”


“Terbuka? Kenapa kamu berpikir begitu?” tanya Young-joon, maka Mi-so bilang: “Anda melamarnya saat masih lima tahun. Sepertinya Anda agak gegabah...”

Young-joon tertawa, “Kamu juga mengajakku menikah saat berumur lima tahun...”, lantas Mi-so menyanggahnya dengan tegas: “Tapi itu tidak sama, Pak Lee! Aku mengajak Anda menikah karena aku anak kecil yang merasakan cinta monyet kepada lelaki yang menolongku. Tapi dalam kasus Pak Lee, itu sekadar rayuan...”

“Kamu cemburu?” tanya Young-joon, yg membuat MI-so langsung menegaskan: “Aku bukan anak-anak, untuk apa cemburu?”


Young-joon hendak mengembilkan tissu, namun Mi-so menolak bantuannya dengan ketus. Tapi sesaa kemudian, datanglah Yoo-mi yg minta bantuan Young-joon untuk membuka kan tutup botol,


“Jika kamu ingin memerintahku, bayar aku. Penghasilanku jutaan dolar per jam, jadi, bayarlah dahulu...” ujar Young-joon, tapi dengan santainya Yoo-mi malah bilang: “Yang benar saja. Aku menjadi ingin memukulmu. Cepat bukakan!”


Usai makan, Yoo-mi mengatnar mereka hingga pintu depan lalu dia bertanya pada Young-joon: “Bagaimana? Menurutmu restoranku akan sukses?”

“Setidaknya kamu tidak akan kesulitan membayar sewa gedung...” jawabnya


Mi-sopamit karena harus berbicara di telpon.. maka tinggallah Yoo-mi berduaan dengan Young-joon.

“Kamu pasti sangat menyukainya. Terpancar cinta dari wajahmu...” ucap Yoo-mi, maka Young-joon berkata: “Sebelumnya, wajahku memancarkan ketampanan yang memikat saja, tapi kini juga memancarkan cinta..”


Yoo-mi terawa, “Pokoknya, kamu terlihat bahagia...” tegasnya, dan Young-joon mengatakan hal yg sama, “Kamu juga. Apa karena kamu mengerjakan keinginanmu?”

“Jujur, aku tertekan karena harus mewarisi perusahaan. Dan aku terus berpikir itu bukan hidup yang aku mau. Aku yakin orang lain akan sulit memahami pilihanku, tapi aku sungguh puas. Sambil menjalani pekerjaan yang kuiginkan, aku bahagia bisa hidup sesuai jati diriku...” jelas Yoo-mi


Dalam perjalanan.. Mi-so hendak membuka botol air mineral. Tetapi dia teringat perkataan Young-joon, serta momen barusan ketika Young-joon membantu Yoo-mi..

Alhasil.. dengan kikuknya, Mi-so berkata: “Oppa, bisa tolong bukakakn ini untukku?”

Mendengarnya, membuat Young-joon kaget bukan main. Dia bahkan.. menyuruh Mi-so mengulang kalimatnya karena ingin direkam olehnya,

“Anda bilang ingin melayaniku. Aku memberi Anda kesempatan...” ujar Mi-so, yg membuat Young-joon menggodanya dengan bilang: “Tadi kamu berkata tidak terbiasa dilayani?”

“Aku harus berusaha membiasakan diri...” ujar Mi-so, yg kemudian megeaskan: “Jangan berpose 'aura' di depanku lagi! Itu tidak lucu!”


Young-joon terkekeh, mengatakan: “Aku ingin menyimpannya. Sikapmu saat ini... Aku bahkan tidak berhasrat memiliki mahakarya, tapi aku sangat ingin menyimpan kecemburuanmu...”

“Astaga. Aku tidak pernah cemburu!” tukas Mi-so, tapi Young-joon malah makin menggodanya: “Dasar pencemburu... Buldozer pencemburu...”
Advertisement


EmoticonEmoticon