7/21/2018

SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 14 PART 2

Advertisement
SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 14 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 14 Part 1

Hingga sampai di basement kantor.. Young-joon terus-terusan menggoda Mi-so, denga bertingkah ala-ala pacar yg sok gombal:

‘Sepertinya tasmu berat. Mau dibawakan oleh oppa?’

‘Cara berjalanmu terlihat sempoyongan. Mau digendong oleh oppa?’

‘Kamu terlihat kesal sekali. Mau dihibur oleh oppa?’


Mi-so merasa jengah, “Aku menyesal memanggilmu oppa! Lebih baik, kita kembali seperti semula saja!” tukasnya yg kemudian berjalan peri, meninggalkan Young-joon yg masih terkekeh karena tingkah Mi-so..


Di rumah.. Ayah menghabiskan waktunya dengan duduk membaca novel karangan Sung-yeon di ruang belajar..


Sesaat kemudian.. ketika ibu dan Sung-yeon baru pulang berbelanja, mereka mendapati ayah yg telah tertidur di ruang tengah dalam posisi buku yg tertelungkup di badannya..

Mereka tertawa, ibu berkata: “Ayahmu pasti membaca novelmu...”, dan Sung-yeon menambahkan: “Tapi tampaknya dia tertidur setelah membaca beberapa halaman.”

“Dia pasti sangat menyukainya jika membacanya sejauh itu. Biasanya dia tidak tahan membaca lebih dari lima halaman...” ujar ibu sambil terkekeh, lantas Sung-yeon berkata: “Sungguh misterius dia bisa mengelola perusahaannya...”

“Itu sebabnya dia disebut-sebut sebagai pimpinan yang paling tidak kompetitif...”ungkap Ibu


Di kantor.. Pak Yang dan Se-ra diam-diam bertemu di dekat tangga darurat. Pak Yang mengajaknya kencan malam nanti, karena dia telah membelikan dua tiket musikal yg sangat ingin ditonton oleh Se-ra..


Eh tiba-tiba.. muncul Pak Jung dan Pak Park.. yg turun dari lantai atas. Spontan.. Se-ra yg asalnya mencubit gemas pipi Pak Yang, berubah jadi mendubitnya dengan sangat keras.. sambil memarahinya dengan begitu kasar..

Melihatnya, mereka pun berkomentar: “Kamu menakutkan. Dia salah apa hingga kamu sekasar itu?!”, bahkan Pak Jung sampai meminta Pak Yang untuk melapor padanya jika Se-ra bertingkah terlalu kasar lagi padanya..


Setelah mereka pergi.. Se-ra yg merasa bersalah lansgung meminta maaf, “Aku tidak keberatan berhubungan dengan kolega, tapi aku ingin merahasiakan ini...” jelasnya, yg kemudian bertnaya: “Kamu baik-baik saja? Apa pipimu terasa sakit?”

“Tidak!” jawab Pak Yang, “Pipiku baik-baik saja, tapi hatiku sakit. ..”


Kembali ke ruangan, para pegawai tengah membicarakan Young-joon yg belakangan ini selalu pergi keluar dengan mengemudi sendirian. 

“Benar. Bisa-bisa Pak Yang kehilangan pekerjaannya...” celetuk salah seorang pegawai, yg sontak membuat Se-ra berdiri dan menegaskan: “Tahukah kamu Pak Yang-ku sangat penting di perusahaan ini?!”


Kata ‘Pak Yang-ku’.. membuat mereka menatap Se-ra keheranan, maka dengan kikuk.. Se-ra meluruskan: “Maksudku... Dia kolegaku. Dia bukan kolega orang lain. Kita kolega, wajar jika memanggil satu sama lain seperti itu...”

“Padahal tadi kamu mengasarinya, kenapa kamu berlagak peduli kepadanya sekarang?” tukas Pak Paek

“Aku memang bukan pendendam...” jawab Se-ra yg buru-buru berjalan pergi


Young-joon mengantar Mi-so yg hendak mengunjungi sang ayah di RS, “Kamu juga akan menginap disana hari ini?” tanyanya

“Tidak, ini giliran Kak Mal Hee. Jadi, aku hanya akan menengoknya...” jawab Mi-so


“Kamu dan para kakak iparku pasti sangat kewalahan mengurus ayah mertuaku...” ujar Young-joon, yg seketika membuat Mi-so heran, “Kakak ipar dan ayah mertua?” tanyanya

“Tentu saja. Bukankah kita akan menikah? Jangan bilang kamu tidak serius dengan hubungan kita...” tuutr Young-joon, lantas dengan kikuknya Mi-so balik bertanya: “Tidak apa-apakah Anda menikahiku? Anda punya tunangan sejak berumur lima tahun...”

Tak menjawabnya, Young-joon hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya...


Sesampainya di RS.. Young-joon menemani Mi-so, berjalan hingga lobby, “Aku ingin bersamamu lebih lama lagi. Kamu tidak akan mengenalkanku ke ayahmu juga hari ini?” tanyanya

“Ini masih terlalu cepat. Mari mencari waktu yang tepat setelah Ayah pulang...” jawb Mi-so sembari merapikan dasinya Young-joon


Eh ternyata.. ayahnay Mi-so tengah berdiri di hadapan mereka.. hal itu membaut Mi-so terperanjaat kaget, hingga tak menyadari kalau dia terlalu kencang menarik daisnya Young-joon...


Ayah mengajak mereka berbicara dalam kamar rawatnya.. “Aku sering mendengar tentang Anda dari putriku. Kudengar Anda mempekerjakannya terlalu keras tanpa memberinya hari libur. Jadi, aku ingin sekali menemui Anda. Ternyata Anda bocah sok itu. Maksudku, atasannya...”

“Maaf karena terlambat memperkenalkan diri...”

“Terima kasih telah memindahkanku ke kamar yang lebih bagus. Ini pasti berkat kerja keras putriku. Jadi, akan kuterima ini dengan senang hati...”

“Aku senang melakukannya. Selain itu, silakan berbahasa santai saja denganku...”

“Tidak, aku harus sopan kepada atasan putriku...”

“Tidak apa-apa. Silakan berbahasa santai...”


Setelah menarik nafas dalam-dalam, akhirnya Young-joon mengungkapkan hubungannya dengan Mi-so, “Kmi berpacaran!”


Ayah langsung turun dari kasurnya dan berjalan menghampiri Young-joon.. lalu dengan ketusnya dia mengatakan: “Aku tidak merestui hubungan kalian!”


Seketika.. suasana jadi kikuk. Ponsel Mi-so berdering,ada  telpon masuk dari Yoo-shik, yg ingin membicarakan hal penting dengan Young-joon.. Maka Young-joon pamit sebentar, izin untuk mengangkat telponnya diluar. 


Setelah Young-joon pergi, si ayah malah tertawa sambil berkata: “Makin diperhatikan, ayah makin menyukainya...”

Mi-so kaget, “Apa? Ayah tadi bilang tidak setuju?” tanyanya, lantas ayah menjelaskan: “Itu bohong... Ayah bersandiwara demi kebaikanmu. Pemuda itu pasti tidak menyangka ayah melarang hubungan kalian. Dia pasti mengira ayah akan menyambutnya dengan bungah karena dia miliuner. Tapi ayah sangat mengenal orang-orang seperti dia. Makin banyak rintangannya, makin besar hasrat mereka untuk mendapatkanmu. Lihat saja nanti. Dia akan makin tergila-gila kepadamu...”


Ketika Young-joon kembali.. ayah langsung mengjaanya minum kopi sambil bicara berduaan saja. Ayah bertanya pada Young-joon: “Seberapa baik kamu mengenal Mi So?”

“Aku sudah bekerja dengannya selama sembilan tahun. Jadi, aku tahu banyak hal...” jawabnya


Lantas, ayah bercerita: “Mi So anak baik-baik yang tidak pernah membuatku cemas. Dia tidak pernah mengeluh walau harus mengenakan baju bekas kakaknya. Dia selalu juara pertama walau tidak ikut bimbingan belajar. Dia anak bungsu, tapi dialah yang paling memikirkan orang lain. Saat aku ditipu oleh temanku dan jatuh miskin pada suatu hari. Sayangnya, hari itu hasil ujian masuk kuliahnya keluar. Dia bisa saja menerima beasiswa dan berkuliah seperti kedua kakaknya. Tapi dia bersikeras tidak mau berkuliah dan malah bekerja. Aku menangis tersedu-sedu karena malu. Tahukah apa yang anak itu katakan kepadaku? 'Tidak apa-apa, Ayah'.. Dia mengatakannya sambil tersenyum. Dia pasti menangis dalam hati saat mengucapkan itu. Sekarang pun, hatiku masih terasa pedih saat melihat senyumannya. Jadi, walau dia tersenyum lebar, jangan memercayainya begitu saja. Seberat apa pun masalahnya, dia selalu melaluinya dengan senyuman...”

Young-joon mendengarnya dengan saksama, dia pun berkomentar: “Ya.. saya tahu hal itu..”


Lanjutnya, ayah mengomentari pilihan Mi-so untuk berhenti dari pekerjaannya, “Kudengar dia mengundurkan diri. Berapa banyak pekerjaan yang kamu limpahkan hingga gadis sebaik dan serajin itu tidak sanggup? Kuharap dia berbahagia dengan menemukan hal yang ingin dia lakukan walau sekarang agak terlambat...”
Advertisement

1 comments:

PDKT ayah mertua nih..😎👍


EmoticonEmoticon