7/21/2018

SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 14 PART 5

Advertisement
SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 14 BAGIAN 5


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 14 Part 4
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 15 Part 1

Esok pagi.. etika Mi-so tiba di kantor, kondisi kantor sangat hektik.. para pegawai panik, karena perusahaan pesaing merilis produk lapotop yg sama persis desainnya, dengan produk milik mereka yg baru akan dikeluarkan sekitar bulan depan.


Keitka Young-joon tiba, dia pun lansgung meminta Sekretaris Kim untuk menghubungi seluruhh dewan direksi dan mengadakan rapa daurat..


Membuka rapat, Yoo-shik menjelaskan: “Elektronik UK merilis produk baru sebulan lagi. Mereka mengungkap desain laptop lebih dahulu. Sepertinya itu dirilis lebih awal karena mereka tahu akan ada kontroversi plagiarisme...”

“Mungkinkah mengubah desainnya sekarang?” tanya Young-joon

“Itu... Jika mengubah desain dan menunda perilisannya, rencana seri produk lain hingga akhir tahun akan gagal. Secara realistis, itu rumit...” ajwab Yoo-shik

“Apa pilihan lainnya?” tanya Young-joon pada seluruh dewan direksi


“Agar lebih kompetitif di pasar, bagaimana jika harganya sedikit diturunkan?” ujar salah seorang, tapi dengan ketus Young-joon menegaskan: “Laptop belum dirilis dan kamu ingin harga diturunkan? Memangnya ini obral?”

Lanas, Young-joon berkata: “Jika tidak bisa mengubah desain, kita bedakan fungsinya. Adakah teknologi baru yang kita bisa gunakan dari seri yang dirilis pada awal tahun depan?”


“Ada, tapi itu akan berdampak pada perilisan model berikutnya...” ajwab Yoo-shik, yg seketika membuat Young-joon membentaknya: “Apakah ada jaminan perilisan berikutnya? Tingkatkan kecepatan tulis SSD hingga 30 persen dan kurangi konsumsi daya hingga 20 persen. Berusahalah semampunya dan tingkatkan kualitas, desain, dan performanya...”

Young-joon berjalan keluar, “Kita akan menggelar rapat lagi besok!” ujarnya dengan ketus


Para direksi benar-benar gelisah, mereka curhat pada Sekr. Kim, “Kami baru mengetahui kejadian ini. Rapatnya digelar sebelum kami menemukan solusi. Kami kebingungan. Tolong bicarakan dengannya...”

“Jangan khawatir. Dia pasti sudah tahu. Dalam sehari, dia akan menanyakan solusi Anda menghadapi media. Akan bagus jika Anda mengetahui kapan desainnya dipatenkan dan merangkum bukti bahwa mereka meniru desain kita...” jelas Mi-so


Tiba-tiba, Yoo-shik bilnag: ‘Ibu..’, MI-so yg berada di sebelahnya jadi kaget, dan bertanya “Maksudnya?”

“Aku teringat ibuku yang dahulu menghiburku setelah aku dimarahi oleh ayahku...” jelas Yoo-shik


Dengan begitu gesit.. Mi-so membagi tugas untuk pawa staff di departemen Young-joon.


Setelahnya, Mi-so menemui Young-joon untuk menyerahkan beberapa berkas laporan terkait pengembangan produk dan hak paten.


Kinerja Mi-so membuat Young-joon memujinya: “Apa aku bisa menemukan sekretaris lain sepertimu? Makin baik performamu, makin enggan aku melepaskanmu. Tapi ini telah menyadarkanku. Aku selama ini nyaman karenamu. Terima kasih telah bekerja denganku...”


Setelah seharian hektik dengan pekerjaan.. para pegawai baru sempat makan malam, itu pun dengan memesan pizza..

Sekeretaris Kim mengahmpiri mereka dan berterimakasih karena mereka telah bekerja keras, “Situasi ini di luar dugaan, tapi kalian sangat tanggap menanganinya...”


“Kamu yang melakukan semuanya. Orang yang menuduhmu hanya mengandalkan rupa dan menggoda Pak Lee seharusnya menyaksikan pekerjaanmu. Mereka harus tahu kamu sukses karena upayamu!!!!” ujar Se-ra dengan menggebu-gebu

“Tidak apa-apa. Aku sudah tahu. Lagi pula itu salah...” ujar Mi-so, yg membuat mereka menyebutnya memiliki hati yg lapang.

“Omong-omong, kami mengalami kesulitan. Kami bisa apa tanpamu?” ujar Se-ra yg sektika membuat Mi-so tersenyuh..


Young-joon lewat.. maka bergegas Gwi-nam dan yg lain, berebut menawarkan pizza untuknya. Tapi dengan sopan, Young-joon menolak dan meminta mereka untuk menikmati semuanya..


Kembali ke meja kerjanya.. Mi-so tersenyuh, melihat banyak catatan serta foto-foto kebersamaan dengan Young-joon, selama menjadi sekretarisnya 9 tahun kebelakang..


Tak lama kemudian, Young-joon menghampirinya dan mengajaknya pulang.. sekaligus dia antar..


Sesampainya di depan rumah Mi-so, Young-joon mengucapkan terimakasih dan selamat malam. Tapi kemudian Mi-so bilang, dia ingin mengatakan sesuatu...

Dalam suasana yg terasa begitu serius, Mi-so mengungkapkan: “Aku batal mengundurkan diri. Persis seperti kataku. Aku ingin mendampingi Anda sebagai sekretaris...”

“Ini karena masalah yang terjadi hari ini? Jangan mencemaskan perusahaan... Kamu pasti sudah tahu. Kemampuan beradaptasiku bagus. Untuk sementara, ketidakhadiranmu akan terasa. Tapi aku akan segera terbiasa. Jadi, carilah hal yang ingin kamu lakukan...” tutur Young-joon


Namun Mi-so menjelaskan: “Aku sudah menemukannya. Keinginanku adalah bekerja sebagai sekretaris Anda. Mungkin selama ini aku sudah bekerja sesuai keahlian dan tepat untukku. Karena terlalu terbiasa, aku tidak menyadarinya. Aku suka membantu seseorang dan memecahkan masalah yang timbul. Aku menyukai kepuasan yang kudapat setelah semua pekerjaan tuntas. Lalu aku tidak mau orang yang kucintai kewalahan. Jujur saja, siapa lagi yang bisa menghadapi Anda? Anda berusaha melepaskanku karena mencintaiku. Tapi karena mencintai Anda, aku ingin berada di sisi Anda...”

Young-joon tersenyum. Lalu bertanya: “Bagaimana jika aku makan ramen di sini?”


Setelah beebrapa saat mencari.. akhirnay MI-so menemukan sebungkus ramen yg tersisa. Mungkin jika ditambahkan.. bahan lain, akan cukup untuk dimakan berdua..


Terbawa suasana.. Mi-so keceplosan berkata: “Kenapa aku merasa berbunga-bunga? Sebenarnya, inilah yang selalu kudambakan. Memasak bersama suami sepulang kerja dan mengisi malam bersama...”


Young-joon tersenyum, “Aku akan mewujudkan impianmu. Kita akan selalu pulang bersama dan makan ramen bersama. Aku tidak keberatan walau mengonsumi banyak MSG. Aku ingin menjadi suamimu. Aku ingin menikah denganmu, Kim Mi So...”

Mi-so terharu.. hingga tak bisa berkata-kata.. dalam suana yg sangat romantis ini, mereka pun hendak bercuman. Tapi tiba-tiba terdengar suara teriakan ayahnya Mi-so yg berkata: “Aku keberatan dengan pernikahan ini!!!!!”


Mereka terperanjat kaget.. karena ternyata, sedaritadi.. ayah tengah berbaring di kasurnya Mi-so.....
Advertisement

1 comments:

Kok ayah tidur dikamar anak perempuannya...???😲


EmoticonEmoticon