7/27/2018

SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 15 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 15 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 14 Part 5
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 15 Part 2

Kehadiran ayahnya membuat Mi-so begitu kaget. Ayah berteriak, “Saat kalian menikah, aku akan mengajukan keberatan!”

Mi-so bertanya, “Kenapa Ayah di sini, bukan di rumah sakit?” 

“Dokter mengizinkan ayah pulang. Lalu tidak ada air di rumah. Maka itu, ayah kemari!” jelasnya, lalu Mi-so mengeluh, “Seharusnya Ayah mengabariku dahulu”

“Ayah sudah mengirim pesan, tapi tidak dibalas!” tukasnya, dan Mi-so berkilah menjelaskan: “Ada masalah mendesak di kantor. Jadi, aku panik...”


Ayah menarik tangan Young-joon, “Kita harus berbicara! Berduaan antara pria..”, uarnya sambil menyeret Young-joon pegi keluar bersamanya.


Mereka sampai di kedai minum pinggir jalan, ayah lantas menjelaskan: “Kamu sangat mengecewakanku hari ini. Kalian pasangan. Jadi, wajar jika kamu singgah ke rumahnya. Saat aku berpacaran dengan ibu Mi So, aku menyelinap ke rumahnya saat ibunya pergi. Tapi.. Bisa-bisanya kamu melamarnya dengan berkata akan makan ramen walau mengonsumsi banyak MSG? Itu tidak romantis...”

“Maaf. Maksudnya, sebaiknya kami menjalani hidup sederhana dan bahagia bersama...” tutur Young-joon, lalu ayah bertanya: “Apa kamu serius akan menikahi Mi So? serius akan menikahi Mi So?”


“Ya, aku ingin menikahinya!” tegasnya, membuat ayah berkata, “Maka lamarlah dia lagi. Zaman sudah berubah, tapi keromantisan masih ada. Aku tidak bisa menyerahkan putriku ke pria yang tidak keren dan tidak tulus sepertimu. Kenapa? Kamu tidak percaya diri?”

“Tidak, aku percaya diri. Malah, kepercayaan diriku meluap-luap...” ujar Young-joon, maka ayah memujinya, “Aku menyukai semangatmu,” sambil mengancamnya, “Sebaiknya kamu melamar putriku  seromantis mungkin. Aku akan mengawasimu dengan mata karismatik ini...”


Mereka minum, menghabiskan gelas demi gelas.. tak terasa waktu semakin larut dan mereka terlanjur minum soju dalam jumlah yg lumayan banyak hingga mabbuk berat. Semetnara dirumah, Mi-so cemas.. karena salah satu dari mereka, tak ada yg mengangkat telpon darinya.


Young-joon telah mabuk berat, tiba-tiba dia berkata: “Terima kasih telah melahirkan Mi So ke dunia ini...”

“Perlakukan Mi So dengan baik. Belikan dia banyak makanan enak. Dan tahukah kamu bahwa Mi So menyukai makerel?” ujar ayah

Namun Young-joon menyanggahnya, “Mi So sudah tidak makan makerel. Dua tahun lalu, ada tulang ikan tersangkut di tenggorokan saat makan makerel. Sejak itu, dia takut makan makerel...”


Lantas ayah menyuruhnya membelikan Mi-so ceker ayam pedas untuk pengobat stress-nya, tapi Young-joon menyanggahnya juga, “Mi So tidak makan makanan pedas lagi saat sedang stres. Saat dia mengetahui tentang pinjaman pribadi Anda, dia sangat stres hingga makan ceker ayam pedas. tteokbokki pedas, dan belut pedas beruntun. Lalu dia mengalami sakit perut parah...”

Ayah manggut-manggut, lalu bertanya: “Omong-omong, bagaimana kamu bisa tahu tentang pinjaman pribadiku?”

“Aku juga tahu bisnis Anda di Arkade Nagwon bangkrut  dan Anda juga dimanfaatkan karena menjamin pinjaman teman...” jelas Young-joon, maka ayah berkata: “Memalukan sekali. Keluargaku lebih miskin daripada dugaanmu. Ini pasti mengejutkan, tapi rumah Mi So bukan miliknya. Itu rumah kontrakan tahunan...”


“Bukan tahunan, tapi bulanan. Depositnya 50.000 dolar dan harga sewa bulanannya 200 dolar...” tuks Young-joon, yg membuat ayah berkata: “Aku menjadi belajar banyak tentang putriku. Dia tidak punya apa-apa. Kamu masih menyukai Mi So?”

Young-joon menjawab ‘iya’, maka ayah bertnaya memastikan, “Kamu yakin perasaanmu tidak akan berubah?”

“Iya! Kita agen perubahan di dunia ini. Tapi perasaanku kepada Mi So tidak akan berubah!” tegas Young-joon


“KAMU LULUS!” ucap ayah, membuat Young-joon bingung, “Apa? Lulus apa?”

“Aku menerimamu sebagai menantuku.. Tapi kamu harus melamarnya dengan pantas. Aku sayang kamu, Nak. Perlakukan Mi So dengan baik. Yang kuinginkan bukan menantu yang kaya, tapi pria yang bisa membahagiakan Mi So. Tentu saja kaya itu bonus...” jelas ayah


Mereka berjalan pulang, dan Mi-seo telah berdiri menunggunya di pinggir jalan dengan raut wajah begitu kesal.

“Ayah menyebalkan. Ayah baru pulang dari rumah sakit, kenapa sudah mabuk-mabukan? Sebentar lagi Ayah berumur 60 tahun. Jagalah kesehatan Ayah baik-baik!” gerutunya

“Kim Mi So! Tidak sopan berbicara seperti itu kepada Ayah Mertua!” tukas Young-joon, maka MI-so balik membentaknya: “Anda juga, Pak Lee. Besok ada rapat direksi. Seharusnya Anda tidak mabuk-mabukan. Seharusnya Anda membaca agenda untuk besok...”


Ayah terkekeh, berbisik pada Young-joon: “Ini rahasia. Terkadang Mi So menakutkan..”, Young-joon juga begitu, dia berbisik pada ayah: “Ini juga rahasia. Tapi Mi So memang selalu menakutkan..”


Ayah pamit karena ngantuk dan ingin tidur, “Panggilkan taksi untuk menantu ayah, lalu masuklah..” pintanya


Mi-so mencoba menyadarkan Young-joon, tapi sangat sulit karena kondisinya telah mabuk berat. Saat ini, Young-joon bertingkah seperti anak-anak..


Mi-so menelpon Pak Yang, meminta bantuannya untuk menjemput Young-joon. Setlahnya, MI-so medumel memarahi Young-joon, “Kenapa mabuk-mabukan jika tidak kuat minum alkohol? Lain kali, minum alkohol sedikit saja...”


Tapi Young-joon malah tersenyum lalu menuturkan: “Aku mencintaimu. Aku sungguh mencintaimu. Sejujurnya, saat kita bertemu lagi sembilan tahun lalu, aku sangat senang. Kamu tidak mengenaliku, tapi aku senang. Kurasa semuanya bermula sejak saat itu. Kurasa aku telah mencintaimu sejak itu. Aku akan membahagiakanmu seumur hidupku. Lalu aku akan bahagia seumur hidupku karena kamu. Aku mencintaimu....”
Advertisement

1 comments:

Oo..co cuit...sampai terharu bacanya..😊💖


EmoticonEmoticon