7/27/2018

SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 15 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 15 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 15 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 15 Part 3

Esok paginya Young-joon tebangun dalam kondisi penampilan yg semrawut. Dia kebigungan sekaligus khwatir: “Apa yang terjadi? Kenapa aku di rumah? Semoga aku tidak mempermalukan diri di depan ayah mertuaku...”


Dalam perjalanan menuju kantor, Young-joon terus berbicara sendiri, mengeluhkan kondisi perutnya yg mual serta kepalanya yg masih pening, “Jika kamu merusak keanggunan yang kujaga selama 33 tahun ini, tidak akan kumaafkan!”

Lantas Pak Yang bertanya, “Apa aku melakukan kesalahan, Pak Lee?”

“Bukan, maksudku bukan kamu, Pak Yang. Aku berbicara dengan perutku”


Mi-so tiba di kantor.. dan dia langsung disambut oleh ekspresi para staff lainnya yg begitu sedih. Mereka menyerahkan plakat perpisahan, sebagai ucapan terimakasih ..

Selain itu, mereka pu mengucapkan kata-kata perpisahan yg terdengar begitu lirih, “Terima kasih atas kerja kerasnya selama sembilan tahun ini. Dari para kolegamu di Kantor Wakil Pimpinan...”


Mi-so lantas menjelaskan, “Sebenarnya... Aku batal mengundurkan diri. Aku sadar ternyata aku sangat menyukai pekerjaan ini. Jadi, aku berubah pikiran dan akan tetap bekerja keras...”

Mereka semua terperanjat kaget, sekaligus kegirangan, “Sungguh? Kamu benar-benar tidak akan meninggalkan kami? Baguslah! Tadinya aku khawatir siapa yang akan mengurusi Pak Lee jika kamu pergi...”

“Tapi kalian sudah repot-repot karena aku. Maaf...” ucap Mi-so


“Jika kamu menyesal, jangan bilang akan berhenti lagi. Berjanjilah!” pinta Se-ra, maka Mi-so pun berjanji dihadapan mereka semuanya.


Ji-ah sangat senang karena MI-so tetap bekerja, tapi dia bingung dengan nasibnya sendiri, “Aku dipekerjakan sebagai penggantimu, tapi jika kamu batal mengundurkan diri, apa aku akan dipecat?”

“Tidak akan...” jawab Mi-so, “Waktuku lebih longgar karena kita berbagi beban kerja Itu salah satu alasan kuat yang membuatku batal mundur. Semoga hubungan baik kita tetap terjaga...” jelasnya


Se-ra menghampiri mereka untuk menyerahkan berkas laporan. Dia tersenyum dan bilang, “Kuakui, kamu orang yang memiliki segalanya, Sekretaris Kim. Kamu kompeten, memiliki pacar keren, dan kolega yang setia...”

Menyinggung kejadian di toilet kemarin, dia memuji keberanian Ji-ah, begitu pun sebaliknya. Mi-so berterimakasih, maka dia mengajaknya makan malam bersama ditraktir olehnya.


Mi-so menemui Young-joon di ruangan untuk memberikan sup pollack, penghilang rasa mabuk. Young-oon bertanya, “Bagaimana kabar ayahmu?”

“Dia pusing karena mabuk seperti Anda...” jawab Mi-so


Malu dengan kejadian malam tadi, maka dengan gayanya yg ‘sok keren’, Young-joon menjelaskan: “Begini, terkadang aku tidak nyaman karena terlalu sempurna. Aku khawatir kesempurnaanku menakuti orang lain. Kurasa sesekali berbuat salah tidak apa-apa karena aku juga manusia...”

“Jika Anda mengatakan ini karena sikap saat mabuk semalam... Sikap saat mabuk... Astaga...”

“Dengar. Sikap itu disengaja dengan cermat untuk menunjukkan kekuranganku...”

“Tapi seharusnya Anda menahan diri. Bisa-bisanya Anda minum alkohol berlebihan tanpa memikirkan dampak esoknya? Anda pemilik perusahaan!”

“Selain pemilik perusahaan, aku calon suami seseorang. Jadi, sudah sepatutnya aku menuruti ayahmu.”


“Tapi seharusnya Anda mengendalikan jumlah minumnya!” tegas Mi-so yg kemduian bertanya: “Apa yang kalian bicarakan semalam? Kalian pergi lama sekali”

“SECRET!!! (rahasia)” jawab Young-joon


Young-joon menceritakan semuanya pada Yoo-shik dan dia minta saran terkait cara melamar yg paling romantis.

“Kamu punya uang karena kaya. Sewa seisi restoran dan pesan sampanye terbaik..”


“Sudah!” jawab Young-joon, sambil mengingat momen ketika dia melakukan hal itu, tapi semuanya gagal gara-gara Sung-yeon


Ide berikutnya dari Yoo-shik, “Bagaimana jika kamu menyewa seisi Yumyung Land? Semua konglomerat yang memiliki taman hiburan melakukannya di drama...”

“Sudah!” tukas Young-joon


“Kamu sering melakukan acara megah dan mewah, bagaimana jika melakukan sesuatu yang kecil dan manis kali ini? Melamarlah di tengah suasana sehari-hari...” jelas Yoo-shik


Lantas Young-joon teringat momen ketika dia telah melakukannya, tapi Mi-so selalu menolaknya detik itu juga


Yoo-shik jadi bingung, “Maksudku, karena kalian belum menikah setelah semua upaya itu, mungkin Sekretaris Kim tidak berniat menikah denganmu, tapi itu tidak mungkin... Omong-omong, kamu pandai memaksakan sesuatu. Sekr. Kim menjulukimu buldoser karena suatu alasan. Buldoser yang seksi dan tebal muka. Buldoser Pernikahan. Bagaimana?” godanya yg membuat Young-joon jadi kesal, “Hentikan sebelum aku menggilasmu!” tukasnya

“Maaf, perkataanku tidak bijak. Maaf, Buldoser Pernikahan...” ujarnya sambil terkekeh

Lanjutnya, Young-joon bertanya: “Park ‘Tidak Bijak’, bagaimana caramu melamar mantan istrimu?”


“Aku memikirkannya masak-masak saat melamarnya. Aku melamarnya di bawah Menara Eiffel di Paris...”

“Itu romantis? Melamar di bawah kisi-kisi menara besi?”

“Dasar Buldoser Pernikahan yang lancang. Ada suasana romantis yang terpancar dari kota Paris. Paris membuat kita ingin jatuh cinta. Di bawah Menara Eiffel, saat dia hanyut dalam suasana, ‘Seo Jin, kamu lebih berkilau daripada Menara Eiffel. Bisakah kamu bersinar di sisiku selamanya? Menikahlah denganku...’, Lalu dia menerimanya..” jelas Yoo-shik

“Tapi pada akhirnya, dia tidak ada di sisimu selamanya!” tukas Young-joon, yg seketika membuat Yoo-shik bersedih, “Kejam sekali kamu. Ucapanmu menyinggung perasaanku. Bagaimanapun, lamarannya sebaiknya dilakukan di tempat yang romantis daripada tempat biasanya. Topik ini mengingatkanku kepada Seo Jin...” tuturnya


Young-joon kembali ke ruangannya. Dia berpikir keras, “Menara Eiffel.? Aku gengsi jika menirunya sama persis! Koloseum? Tidak, itu seperti perang! Tembok Besar China? Terlalu kentara! Las Vegas? Yupss.. ide bagus. Itu hebat dan memukau sepertiku. Kalau begitu, Las Vegas!”


Young-joon membuka smartphone-nya lalu mem-booking salah satu hotel terbaik di Las Vegas, “Untuk bisa menikmati euforia lamaranku yang hebat dan memukau, 7 hari 6 malam seharusnya cukup. Tidak kusangka aku memesan kamar hotel sendiri. Aku romantis sekali...” ujarnya


Pak Yang dan Se-ra selalu memanfaatkan setiap momen kecil untuk bermesraan.. ketika Se-ra tengah mem-fotokopi berkas, sengaja Pak Yang menge-print tulisan ‘Saranghae..’


Mereka berusaha keras merahasiakan hubungan percintaannya, padahal faktanya.. seisi kantor sudah mengetahhuinya, kecuali si pegawai intern.

“Mereka berusaha mati-matian. Mereka berusaha menutupinya. Jadi, ayo pura-pura tidak tahu...”


“Apa maksudnya?”

“Pak Yang dan Nona Bong berpacaran...”

“Sungguh?”

“Hyun Seung. Kamu lamban sekali. Gelagat mereka kentara sekali. Hal terpenting dalam kehidupan di kantor adalah akal. Jika aku semata-mata mengandalkan rupaku, aku tidak akan sesukses ini...”
Advertisement

1 comments:

Haahaa...semua yg ada di dalam drama ini...imut dan lucu..😁


EmoticonEmoticon