7/27/2018

SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 15 PART 3

Advertisement
SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 15 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 15 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 15 Part 4

Mereka bertanya pada Gwi-nam, “Sepertinya kamu tidak tertarik dengan siapa yang berpacaran, Pak Ko? Kamu tidak menjalin hubungan dengan siapa pun?”


“Aku sudah berpacaran...” jawabnya, yg seketika membuat Ji-ah tersenyum kegeeran. Tapi kemudian Gwi-nam menambahkan, bahwa dia berpacaran dengan pekerjaannya.


Mendengarnya membuat Ji-ah kecewa.. dia pun berjalan pergi, menghampiri Mi-so untuk menyerahkan berkas laporannya. 


Mi-so lalu menyerahkannya kepada Young-joon. Dan pada saat itulah, Young-joon memintanya untuk mengosongkan seluruh jadwalnya minggu depan, karena mereka berdua akan pergi ke Las Vegas.

“Untuk apa?” tanya Mi-so, lalu Young-joon menjawab, “Untuk berlibur. Khusus kita berdua..”

Mi-so tertegun, maka dengan senangnya Young-joon menjelaskan: “Kita bisa menikmati suasana malam dan berkendara...”


“Tidak bisa!” tukas Mi-so, yg membuat Young-joon keheranan, “Apa yang tidak bisa? Berkendara atau menikmati suasana malam?”

“Liburannya tidak masuk akal. Pekerjaan Anda menumpuk...” jelas Mi-so, tapi Young-joon menegaskan: “Setahuku, semua jadwal bisa diatur”

“Pak, sejak hubungan kita terbongkar, kita menjadi pusat perhatian. Jangan membuat masalah mengenai pekerjaan pada saat seperti ini...” tutur Mi-so yg kemudian minta izin makan malam dengan Ji-ah, karena malam nanti tak ada pekerjaan yg mengharuskannya menemani Young-joon.


Young-joon kesal, “Kamu enggan berlibur denganku, tapi mau makan malam dan minum-minum dengan Ji Ah?”

“Itu tidak dapat dibandingkan!” tukas Mi-so, lantas dengan ketus Young-joon berkata: “Terserah. Minum atau tidak, aku tidak peduli...”


Malamnya... Mi-so, Ji-ah dan Se-ra menghabiskan waktunya dengan minum-minum di sebuah kedai. Mereka merasa begitu bebas, menghabiskan beberapa gelas soju hingga mmebuatny mabuk dan tak bisa mengontrol apa yg dilakukan dan apa yg dikatakannya.


Se-ra bertanya pada Mi-so, “Aku sangat penasaran, sejak kapan kalian berpacaran? Siapa yang suka lebih dahulu?”

Sambil tersipu malu, Mi-so menjawab: “Mungkin Wakil Pimpinan...”

Lanjutnya, dia bertanya lagi: “Siapa yang pertama kali mengajak bergandengan? Lalu siapa yang pertama kali mencium? Lalu siapa...” Dan jawabannya sama, yakni Wakil Pimpinn.. alias Young-joon, katanya..


Giliran Mi-so yg bertanya pada Se-ra, “Bagaimana hubunganmu dengan pahlawan supermu?”

Tanpa rasa canggung sedikit pun, dia cerita: “Akan kuakui sebelum kamu menanyakannya. Aku yang bergandengan dengannya. Aku juga menciumnya. Rasanya luar biasa. Bahkan kami...”

“Nona Bong. Tidak perlu menjelaskannya secara terperinci...” tukas Mi-so


Terakhir, mereka bertanya pada Ji-ah: “Bagaimana denganmu, Ji Ah? Kamu punya pacar?”

“Ada seseorang yang kusukai, tapi dia tidak tertarik dengan percintaan. Dia ingin fokus bekerja...” jawabnya lirih

“Astaga. Tapi kamu jangan diam saja. Buat dia lebih fokus denganmu. Bersikaplah lebih agresif...” ujar Se-ra


Mereka  pun bersulang, “Bersulang untuk kebahagiaan hubungan Nona Kim di kantor, terbalasnya hubungan Ji Ah, dan kehidupan seks yang bergairah dengan pacarku!” ujar Se-ra yg begitu bersemangat


Young-joon berkutat dengan laptoopnya untuk mencari ide lamaran. Yg pertama dia lihat, adalah menghias ruangan dengan begitu banyak lilin, “Ini terlalu kekanak-kanakan. Orang macam apa yang melakukan ini? Cuacanya sudah panas, tapi mereka menawarkan diri untuk membuat lubang api..” komennya


Lanjutnya, dia melihat video lamaran ketika si pria menuliskan kalimatnya pada lembar demi lembar kertas, “Seharusnya dia bisa menulisnya di kertas yang besar. Kenapa dia membaliknya satu demi satu? Itu tidak cocok dengan orang sepertiku yang tidak suka membuang waktu...” komennya sinis

Melirik ponselnya, sekarang sudah jam 11 malam tapi Mi-so belum mengabarinya. Maka Young-joon sendiri yg menelponnya..


Namun Mi-so dan yg lainnya semakin mabuk berat.. Se-ra yg makan dengan sendok terbalik, hingga Mi-so yg hampir salah jalan menuju toilet. Pokoknya tak ada satu pun dari mereka yg masih sadar..


Saat Mi-so masih di toilet, ponselnya terus berdering. Se-ra dan Ji-an meihat kalau itu adalah telpon dari Young-joon. Maka mereka yg iseng, sengaja mengangkatnya dan menyuruhnya datang kesini untuk menjemput Mi-so..


Sesaat kemudian, Young-joon benar-benar datang, “Astaga, bagaimana dia tahu kita di sini?” ujar Se-ra

“Sudah kubilang. Dia sangat mencintaiku...” ucap Mi-so dengan gaya bicara yg sangat imut


Young-joon duduk bersama mereka, Ji-ah menawarinya minum, namun Young-joon mennolak.. karena dia harus menyetir.

Karena tak ada satu pun yg ‘waras’, mereka setuju dengan ide Se-ra yg menyuruhnya untuk memperlakukan Young-joon sebagai pacarnya Mi-so, dan bukan sebagai atasan mereka.

Tak menggunakkan bahasa formal, merka bertanya pada Young-joon: “Apa yang paling kamu sukai dari Sekretaris Kim?”


“Itu... Kecantikannya?” jawab Young-joon, yg seketika membuat mereka terkekeh gemas.

Merasa tak nyaman, Young-joon mengajak Mi-so pulang. Namun Mi-so menolak, karena dia masih ingin disini. Ji-ah dan Se-ra juga bertindak kekanakakkan dengan berusaha mencegah Young-joon pergi. Mereka sengaja merampas dompet dan jam tangan milik Young-joon.

“Omong-omong, kapan kalian akan menikah? Aku penasaran bagaimana konglomerat seperti Anda melamar pacarnya...” ujar Se-ra


“Hei, sudah jelas lamarannya luar biasa romantis. Mungkin dia akan menyewa jet pribadi dan menyiapkan acara kejutan yang megah untuk melamarnya di situ. Atau dia akan membeli sebuah pulau agar bisa melamar dengan romantis tanpa gangguan orang lain...” tutur Ji-ah, yg sontak membuat Young-joon berujar: “Itu.. die yg bagus!!!”

Hingga kemudian. Mi-so berkata: “Sayang sekali uangnya...”


Akhirnya, Young-joon bisa mengajak Mi-so pulang.. sepnajnag perjalnan, Mi-so terus menunjukkan senyuman yg sumringah, membuat Young-joon penasaran, “Kenapa suasana hatimu gembira sekali? Karena sudah lama tidak bercengkerama seperti ini?”

“Iya! Aku belum pernah mabuk seberat ini. Aku harus selalu siap siaga terhadap panggilan Anda. Jika kuingat, aku menjadi kesal...”


“Kenapa?” tanya Young-joon, maka Mi-so menjelaskan: “Anda tidak pernah menawariku segelas pun saat minum-minum. Anda hanya menyuruhku mengemudi saat Anda mabuk”

“Lantas? Kamu membenciku?”

“Tidak, aku masih suka... Terima kasih telah menjemputku. Aku terharu...”

“Kamu harus lebih terpana melihat wajahku”

“Ya, Anda benar. Anda tampan dan nyanyian Anda merdu..”


Berbisik di telinga Young-joon, Mi-so berkata: “Akan kuberi tahu rahasiaku. Saat Anda menyanyikan lagu pengantar tidur itu, aku sangat terharu. Tidurku pulas sekali...”
Advertisement

1 comments:

Pertama kali miso mabuk..tingkahnya jadi lucu...😂


EmoticonEmoticon