7/27/2018

SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 15 PART 4

SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 15 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 15 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 15 Part 5

Esok paginya.. Mi-so terbangun, dalam kondisi masih mengenakan setelan yg kemarin serta riasan wajah yg berantakan..

“Astaga, kepalaku... Apa yang terjadi semalam?” keluhnya, yg kemudian teringat betapa memalukan tingkahnya dihadapan Young-joon


Ketika Mi-so sampai di kantor, datang juga Se-ra dan Ji-ah. Mi-so bertanya, “Kalian baru saja datang? Bagaimana perut kalian?”

“Perutku baik-baik saja, tapi aku mencemaskan masa depanku...” jawab Se-ra, kemudian mereka menunjukkan jam tangan serta dompet Young-joon yg dibawanya.


Bergegas, mereka berdua menghadap Young-joon untuk meminta maaf dengan sungguh-sungguh.


“Tidak apa-apa.  Jika kalian bersenang-senang, tidak masalah. Tapi... Kuharap aku tidak menyaksikan kejadian seperti itu lagi...” sahut Young-joon yg tentunya membuat mereka merasa begitu lega.


Berikutnya, giliran Mi-so yg dipanggil menghadap Young-joon.  Mi-so cemas.. dia merasa malu dengan tingkahnya sendiri..


Young-joon memberinya sup pollack untuk menghilangkan rasa mabuknya. Bagai dejavu, kini giliran Mi-so yg bertingkah seperti Young-joon tempo hari.. bahkan, dia menggunakan kalimat yg sama persis..

“Sikap perfeksionisku pun terkadang membuatku gusar. Aku khawatir sikap itu bisa membuat Anda muak. Seperti kata Anda, membuat kesalahan dan menampakkan kelemahan bukan hal buruk. Benar?” tutur Mi-so

“Tetap saja, cobalah menahan diri dari menampakkannya...” tukas Young-joon


“Baik.. Aku harus melakukannya sebagai sekretaris Anda” ujar Mi-so, tapi Young-joon menyanggahnya, “Sebagai pacar.. Aku khawatir kesehatanmu terganggu...”

Young-joon tersenyum, “Kuakui, kamu sangat manis saat mabuk. Aku tidak akan bisa melupakannya...” ujarnya


Ji-ah pergi ke pantry untuk mengambil air mineral. Kebetulan disana ada Gwi-nam yg sedang menyeduh kopi. Dia bertanya: “Apa perutmu baik-baik saja? Sepertinya semalam kamu banyak minum..”

Ji-ah kaget: “Bagaimana kamu tahu aku minum-minum semalam? Apa aku bau alkohol?” tanyanya

“Kamu tidak ingat sama sekali? Kamu sampai merekam video dengan ponselku...” ungkap Gwi-nam. Lantas Ji-ah yg pani, lansgug merebut ponsel Gwi-nam dan melihat sendiri, rekaman apa yg dia maksud. 


Betapa kaget dan malunya dia, karena dalam rekaman itu.. Ji-ah yg mabuk, bertingkah agressif dengan mnyatakan cintanya pada Gwi-nam.

“Kamu mabuk berat semalam. Kamu terus-menerus melontarkan lelucon gila. Astaga...” jelas Gwi-nam, 


Tapi Ji-ah menjelaskan: “Itu bukan lelucon... Kurasa aku menyukaimu. Mungkin itu karena kamu memberiku lima tomat ceri atau saat kamu merekatkan notulaku yang tercabik-cabik. Mungkin juga saat kamu menyebut guobaorou sebagai "guodaknown" dan tersenyum ke arahku dengan tatapan lembut. Aku ragu kapan perasaan itu bermula. Bagaimanapun,  kurasa aku menyukaimu...”


Gwi-nam tertegun.. sejenak dia diam, lalu kemudian dia mengajak Ji-ah untuk membicarakan hal ini dengannya nanti siang.

“Apa maksudnya? Kenapa nanti? Andaikan dia ingin menolakku, seharusnya segera tolak. Astaga. Sepertinya aku juga akan punya pacar!..” gumam JI-ah kegirangan


Mereka duduk di bangku taman kantor, sambil menikmati secangkir kopi instant. Gwi-nam menjelaskan apa yg ada dipikirannya: “Ji Ah. Makin mengenalmu, makin aku merasa kamu luar biasa. Kamu tidak pernah membocorkan rahasia orang lain dan sering menolongku. Tapi sebenarnya, aku tidak bisa membalas perasaanmu...”

Ji-ah mengernyit heran, “Apa? Kenapa?”


“Aku ingin bekerja keras agar sukses, segera mengumpulkan uang, dan membeli rumah. Aku ambisius. Aku tidak boleh menikmati hidupku sampai tujuanku tercapai. Aku menyadari kamu selalu minum macchiato karamel setelah makan siang. Bersamaku, kamu harus selalu minum kopi instan. Begitu pula dengan guobaorou yang kamu sukai. Kamu hanya bisa memakannya saat ulang tahun...” paparnya

“Aku tidak keberatan” tegas Ji-an, namun Gwi-nam berkata: “Hidup seperti itu membosankan dan berat. Aku tidak ingin itu dijalani oleh orang lain. Karena kamu orang yang baik, aku tidak ingin kamu menjalani hidup seperti itu. Maaf...”


Ji-ah sangat sedih dan kecewa.. dia pun berjalan pergi, dan menyendiri di antara tangga darurat.


Ayah menghampiri ibunya Young-joon yg sedang sibuk membaca sambil maskeran, 

“Kamu sedang apa?” tanya ayah, maka dengan sewotnya ibu menjawab: “Tidak lihat? Aku memakai masker wajah. Masker wajah ini dari Prancis. Harganya mahal sekali. Jika rutin memakainya, wajahku bisa kembali seperti saat berumur 20-an...”


Ayah terkekeh, “Kamu benar-benar memercayainya?” tanyanya, maka ibu balik bertnaya “Kenapa tidak boleh percaya?”

“Agar terlihat semuda itu, wajahmu harus terlihat 40 tahun lebih muda.  Apa itu masuk akal? Dasar serakah!” tukas ayah, yg membuat ibu semakin sewot, “Jika memang serakah, aku tidak akan pernah menikahi pria sepertimu. Begitu banyak pria tampan dan bugar dari keluarga konglomerat ingin menikah denganku!”


Tiba-tiba, sekretaris datang dan membisikkan sesuatu pada ayah. Ibu jadi penasaran, “Ada apa? Ada masalah di perusahaan?”


“Apakah itu bisa dikatakan masalah perusahaan? Atau keluarga kita?” ujar ayah, yg kemudian mengungkapkan bahwa Young-joon dan Mi-so tengah berkencan.


Young-joon masih kelabakan memikirkan cara yg tepat untuk melamar Mi-so. kepada Yoo-shik, dia sampai curhat, mengatakan kalau dia sress ketika mendengar kata ‘lamaran’.

Lantas hal itu malah dimanfaatkan oleh Yoo-shik untuk menggoda Young-joon berulangkali~~~~
Comments


EmoticonEmoticon