7/28/2018

SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 16 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 16 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 16 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 16 Part 4

Pada momen inilah, Young-joon mengunjungi kediaman Yoo-shik untuk curhat padanya, “Ada apa dengan Kim Mi So? Kenapa dia mengesampingkan persiapan pernikahan kami? Kenapa?”

“Dari ceritamu, dia mengesampingkan persiapan pernikahan karena sibuk. Dia mengajakmu ke kafe itu tanpa pikir panjang. Jangan terlalu sensitif. Lagi pula dia tidak ke sana bersama mantan pacar. Itu hanya kencan buta, tidak ada artinya...” jelas Yoo-shik

“Itu bukan kencan buta biasa. Aku sudah cerita. Dia merapikan dasi miring pria itu dengan lembut...” keluh Young-joon


“Aku mengerti kegusaranmu. Dia terlihat sangat bijak dan berhati-hati di luar, nyatanya dia sangat tidak bijak. Sebaiknya aku menjulukinya Kim ‘Tidak Bijak’ mulai sekarang...” tutur Yoo-shik, yg membuat Young-joon marah, “Beraninya kamu menggunjingnya di depanku. Dia wanita paling perhatian di dunia ini” tegasnya, yg kemduian mengeluh, “Apa pun perkataanku, dia selalu marah. Lalu aku harus bagaimana?”

“Pulang saja dan bicaralah dengan tembok...” jawab Yoo-shik, maka Young-joon hendak pulang.


“Kamu benar-benar akan berbicara dengan tembok di rumah?” tanya Yoo-shik, lantas Youn-joon balik bertanya: “Lalu, kamu mau aku berlama-lama di sini?”


Sesaat setelah Young-joon pergi, bel rumah kembali berdering.. Yoo-shik kesal, “Young Joon bedebah. Ada lagi yang ketinggalan?!” gerutunya


Eh tapi.. ketika dibuka, ternyata yg datang adalah Choi Seo-jin, mantan istrinya, “Kenapa... Ada perlu apa?” tanyanya gugup

“Aku ingin berbicara. Aku sudah menerima cokelat yang kamu kirimkan. Terima kasih... karena kamu masih mengingatnya..” jelas Seo-jin, yg membuat Yoo-shik makin gugup gelagapan, “Tentu saja aku ingat...” jawabnya *perezzz duhh*


“Cokelat itu... Aku pertama kali memakannya saat kita pergi ke Prancis. Setelah kamu melamarku, kamu bilang akan membelikan aku camilan manis. Lalu kamu membelinya di depan Menara Eiffel...” papar Seo-jin yg kemudian bertanya, “Kenapa? Kenapa kamu mengirimkan cokelat itu tempo hari?”

“Karena aku ingin kembali ke masa itu. Dahulu kita berbahagia. Kita... Kita saling mencintai. Aku sangat merindukan masa itu. Aku masih amat mencintaimu...” jelas Yoo-shik, yg seontak membuat Seo-jin terharu

Mereka masuk kedalam ruamh, dan mulai berciuman mesra. Tapi tiba-tiba.. mereka dikejutkan oleh kedatangan Young-joon..


Suasana jadi kikuk.. Yoo-shik menghampiri Young-joon, berbisik menyuruhnya pulang. Young-joon tersenyum. “Karena kamu pernah melakukan kesalahan seperti ini, sebaiknya ini jangan diambil hati. Jadi, kita impas...” ujarnya


Setelah Young-jooon pergi, mereka pun lanjut bermesraan (kayak parodinya adegan Young-joon & Mi-so.. wkwkwkwk..)


Se-ra berceria kepada Mi-so dan JI-ah, kalau dia bertengkar dengan pacarnya, “Aku dan kesatriaku pergi ke restoran tumis daging pedas. Masalahnya, dahulu aku dan mantan pacarku pernah ke sana. Hanya sesekali. Jarang sekali. Aku tidak berpikir macam-macam. Aku mengajaknya ke sana semata-mata karena makanannya enak. Tapi tahu tidak? Aku malah bertemu dengan mantan pacarku di sana. Tapi bedebah itu... Dia pikir ini Hollywood atau apa? Setelah melihatku, dia menghampiri dan menyapaku dengan berlagak keren. Jadi, aku terpaksa mengaku bahwa dia mantan pacarku. Lalu kesatriaku marah kepadaku. Dia heran kenapa aku mengajaknya ke tempat kenanganku dan mantan pacarku...” jelasnya panjang lebar.

Merasakan hal serupa, MI-so pun berkomentar: “Kenapa dia marah? Lagi pula itu sudah berlalu...”


Namun Ji-ah memberikan pendapat yg berbeda, “Aku paham kenapa dia marah. Aku mengerti itu sudah berlalu, tapi jika pacarmu sakit hati, kamulah yang salah...”


Mendengarnya, membuat Mi-so dan Se-ra menghela nafas panjang secara bersamaan. Se-ra bertanya padanya, “Padahal aku yang bersedih. Kamu kenapa? Ada apa? Apa persiapan pernikahannya membuatmu stres?”

“Tidak..” jawab Mi-so dengan suara lesu


Pesanan mereka datang, dan kebetulan itu adalah guobaorou, makanan favoritnya Gwi-nam. Maka spontan, JI-ah langsung menunjukkan raut wajah  murung..

“Ji Ah, kenapa kamu murung akhir-akhir ini? Ada masalah?” tanyanya

“Tidak ada masalah...” jawabnya singkat


Sebelum pulang ke kamarnya sendiri, Ji-ah menemui Gwi-nam untuk memberikan sebungkus guobaorou. Dia pun menjelaskan, “Aku tidak berharap kamu membalas perasaanku dengan itu. Aku hanya teringat dirimu saat melihat guobaorou. Lalu... Aku datang karena ada satu hal terakhir yang ingin kukatakan. Mencintai wanita bisa ditunda sampai kamu mencapai semua cita-citamu, tapi kuharap kamu tidak menunda mencintai dirimu sendiri. Jangan selau mengenakan kaus Universitas Kori itu. Belilah pakaian yang bagus. Jangan selalu makan gimbap dan jagalah kesehatanmu. Makanlah yang bergizi. Kuharap kamu tidak mengorbankan masa kini demi masa depan. Pokoknya, aku ingin kamu menikmati hidup seperti orang-orang sepantaran kita. Sambil mencintai diri sendiri. Jangan lupa nasihatku. Ya? Jika tidak, aku akan mencemaskanmu terus...”


Young-joon mencemaskan MI-so yg tak juga menelponnya, “Bagaimana jika dia mabuk berat lagi? Aku tidak mau orang lain melihat kelucuannya saat mabuk. Sebaiknya aku menjemputnya... Ahhh, Tidak. Aku tidak peduli! Kali ini dia yang salah!”


Mi-so duduk sendirian di halte bis.. dia menerung, mengingat semua kejadian belakangan ini. Dia pun menyadari bahwa sikapnya salah, “Seharusnya aku tidak mengajaknya ke kafe itu... lagipula, Bukan hanya dia yang akan menikah...”


Ketika Young-joon tengah ebrbaring, ponselnya berdering. Ada sms masuk dari MI-so yg memintanya turun ke ruang tengah..


Ternayata disana.. Mi-so datang dengan mengenakan setelan gaun pengantin lengkap. Young-joon kaget, sekaligus terpana, “Ini ada apa????”

“Fitting busananya hari ini. Aku ingin menepati janji. Aku berlarian agar sempat menyewa gaun dan menata rambutku. Aku sudah berusaha sebaik mungkin. Untuk menebus semua kesalahanku. Jadi, tolong terima permintaan maafku yang tulus dan maafkan aku...” jelas Mi-so


“Aku sudah memaafkanmu saat melihatmu tadi. Dibandingkan dengan bayanganku, kamu terlihat lima triliun kali lebih cantik. Tapi berhati-hatilah ke depannya. Ingatanku sangat tajam. Setiap kali melewati daerah itu, aku teringat pemandangan itu. Sampai 10 tahun ke depan. Tidak, sampai 20 tahun lagi. Tidak. Yang benar, sampai akhir hayatku... Mungkin sampai setelah akhir hayatku...” tutur Young-joon

Mi-so menciumnya, “Jika begitu, ingatlah ini sampai akhir hayatmu. Ada hal lain juga yang perlu kamu ingat. Kamu sangat manis.. walau marah karena cemburu kepadaku. Sebab aku sangat mencintaimu...” jelasnya


“Aku tidak akan melepaskanmu seumur hidupku. Walaupun perasaanmu kepadaku berubah, aku tidak akan melepaskanmu. Siapkan dirimu...” ujar Young-joon
Advertisement

1 comments:

Hmmm....rompis ni😍


EmoticonEmoticon