7/28/2018

SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 16 PART 4

Advertisement
SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 16 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 16 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 16 Part 5

Di sela-sela area tangga darurat.. dengan cara yg begitu manis, Se-ra meminta maaf kepada Pak Yang.


Eh tiba-tiba, Pak Jung dan Pak Park turun dari tangga. Spontan, Se-ra bertingkah seolah dia sedang memarahi Pak Yang..

Melihatnya membuat Pak Jung terkekeh, “Astaga Bu Bong.. Hati-hati nanti Pak Yang bisa mati..” ujarnya, yg kemudian berjalan pergi.


Setelah suasana dirasa aman, Bu Bong langsung meminta maaf, “Astaga. Kesatriaku. Lenganmu tidak sakit? Ya ampun...”

“Lenganku baik-baik saja, tapi ada yang salah. Tidak ada ketulusan dalam hubungan kita. Sebenarnya, aku ragu jika kamu sungguh menyukaiku...” jelas Pak Yang, “Kamu mengajakku ke restoran langgananmu dan mantan pacarmu seolah-olah itu masalah sepele. Di kantor, kamu ingin merahasiakan hubungan kita. Semua itu bukti bahwa perasaanmu tidak tulus...” tambahnya yg kemudian berjalan pergi


Tapi Se-ra mengehntikan langkahnya dengan berkata: “Ayo kita umumkan!!!!”


Sambil bergandengan tangan, mereka berdiri di hadapan staff lainnya dan dengan tegas mengumumkan perihal hubungan mereka.


Lantas dengan cueknya, para staff kompak mengatakan: “Kamu sudah tahu. Jadi, jangan khawatir dan berbahagialah...”

Pak Yang dan Se-ra tersenyum lega.. mereka saling menatap romantis, hingga tak mempedulikan apa yg terjadi di sekitarnya..


Young-joon dan Mi-so sibuk memilah ppaket bulan madu. Mi-so bertnaya: “Mana yang paling kamu sukai?”, lantas Young-joon menjawab: “Aku tidak peduli hotelnya. Lagi pula kita tidak akan meninggalkan kamar hotel”

“Kenapa? Memang apa yang akan kamu perbuat di kamar hotel?” tanya Mi-so, dan Young-joon menjawabnya dengan senyuman ‘menyeringai’


“Pak Leeeee!!!!” ujar Mi-so sambil memukul pundak Young-joon lumayan keras, kemudian Young-joon mengeluh kesakitan sambil berkata: “Sampai kapan kamu memanggilku begitu? Pernikahan kita dua pekan lagi. Biarkan aku hidup agar aku bisa berjalan ke altar...”


“Pak Lee, kamu baik-baik saja?” tanya Mi-so, dan dengan manja Young-joo minta Mi-so meiup punggungnya (duhhhhh, ada-ada aja...)


Hari demi hari berlalu.. artinya, waktu pernikahannya mereka makin dekat saja. Young-joon ingin menjadi suami idaman, dia sampai berlatih membuat sarapan..


Di malam hari, mereka telponan saling mengkhawatirkan satu sama lain. Young-joon berkata: “Kurasa segera menikah itu keputusan yang bagus. Sebagai pengingat, itu keputusanku. Segera menikah adalah ideku...”


Esok harinya.. Mi-so membagikan undangan pernikahan untuk para staff. Mereka kompak memberinya selamat dan ikut senang karenanya.


Meski perikahannya diadakan besok, MI-so dan Young-joon masih sempat datang ke kantor untuk bekerja.

“Besok kita menikah. Pulang dan istirahatlah...” pinta Young-joon

“Jika kamu tidak bisa istirahat, aku juga tidak bisa...” sahut Mi-so


“Sepertinya kamu tidak ingin berpisah dariku sedikit pun...” komen Young-joon, yg kemudian mengambil ponsel milik Mi-so

Sengaja, Young-joon merubah nama kontaknya sendiri, menjadi ‘suamiku..’


Mi-so merahkan laporan kepada Pak Jung.. Lantas, Pak Jung berkomentar, “Astaga, kenapa kamu bekerja sekeras ini sehari sebelum menikah?”

“Banyak yang harus kutuntaskan sebelum aku berlibur...”

“Bisa-bisa kamu juga bekerja saat bulan madu. Kuperingatkan. Saat mereka berbulan madu, apa pun yang terjadi, jangan menghubungi Bu Kim! Berbulan madulah tanpa beban pikiran dan lakukan semua yang kamu mau...”


Petang pun tiba.. Young-joon menyetir mobil mengantar Mi-so pulang, “Pada akhirnya, kamu tetap bekerja seharian. Kamu luar biasa...” pujinya

“Kamu juga, Pak Lee. Aku memastikan tidak ada kendala selama kita pergi...”

“Atas jerih payahmu, aku akan memberikan bulan madu terbaik. Kurasa aku tidak akan bisa tidur nyenyak nanti. Mau kutemani agar hari esok lebih segar? Bagaimana jika kita ke rumahku saja?”


“Maaf, tapi aku ada janji dengan kakak-kakakku. Kami akan bermalam bersama...”

“Kenapa? Kalian akan bertemu besok”

“Malam sebelum pernikahan harus dinikmati bersama keluarga...”

“Oh begitu yaa.. Maka kupersilakan mereka bersamamu dengan senang hati...”


Mi-so berkumpul dengan kedua kakanya di sebuah kedai pinggir jalan. Suasana terasa ceria, hingga kemudian sang kakak berkata: “Astaga, kakak tidak menyangka kamu akan menikah...”

“Jangan begitu, seolah-olah kita tidak akan bertemu lagi...”

“Seandainya saja Ibu masih ada. Di setiap momen penting dalam hidupmu, Ibu tidak menyaksikannya. Saat kakak memikirkannya...”

“Tapi Kakak juga mengalaminya.”


“Karena kamu anak bungsu, kakak sangat kasihan kepadamu. Kakak baik-baik saja tanpa ibu. Tapi kakak kasihan karena kamu tidak memiliki ibu”

“Kalian berdua seperti ibu bagiku. Sejak aku kecil, kalian menyuapi, memandikanku, dan menyiapkan bekalku. Kalian juga masih kecil, tapi berusaha menggantikan Ibu. Terima kasih...”

“Mi So, hiduplah dengan baik. Rasakan kasih sayang yang tidak sempat kamu rasakan dari keluarga sempurna. Berbahagialah, Adikku sayang...”


Suasana haru itu, terhenti ketika ayah datang dengan potongan rambut yg baru, “Besok kamu akan menikah. Banyak orang yang melihat. Ayah tidak ingin mempermalukanmu...” jelasnya

“Kata Ayah, rambut panjang itu kebanggaan musisi rock dan Ayah tidak sanggup memotongnya...”

“Rambut panjang adalah kebanggaan musisi rock. Tapi kamu kebanggaan ayah. Ayah enggan berbuat sesuatu yang bisa merugikanmu. Rambut bisa tumbuh kembali. Semangat rock tidak akan ada habisnya!!!!”


Ibunya Young-joon menerima hadiah perhhiasan mewah dari keluarga rekan perusaan yg tak bisa menghadiri resepsi pernikahan,

“Omong-omong, bukankah Mi So tidak nyaman diberi hadiah mahal?” tanya ayah


“Kurasa juga begitu. Mungkin kita harus lebih maklum untuk saat ini. Mau bagaimana lagi. Biar aku yang memakainya. Ini sangat cocok denganku...” ujar Ibu, yg begitu antusias mengenakan seluruh perhiasan itu
Advertisement

1 comments:

Ee...ibu..ibu...ambil kesempatan aja😂


EmoticonEmoticon