7/01/2018

SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 8 PART 1

SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 8 BAGIAN 1


“Kamu boleh lakukan apa pun yang kamu inginkan... dan mencari tahu apa pun yang ingin kamu ketahui. Aku akan berusaha mengerti. Aku yakin, demi-mu aku pasti bisa memahaminya..” tuutr Young-joon yg seketika berhasil membuat Mi-so terharu hingga matanya berkaca-kaca.


Langit berubah gelap, mereka masih berjalan kembali menuju penginapan. Mi-so penasaran akan sesuatu, maka dia pun menanyakannya secara langsung, “Saat kita hampir berciuman, kenapa Anda mendorongku? Anda bilang akan menerima pertanyaan apa saja. Beri tahu aku... Anda tidak akan bertindak tanpa alasan. Tapi bagaimanapun aku memikirkannya, aku tidak paham apa penyebabnya...”


“Saat memejamkan mata, terkadang aku melihat hantu...”

“Apa? Sejak kapan? Itu terkait dengan mimpi buruk yang sering Anda alami?”

“Lantas, kamu mau memanggil pengusir setan untukku..”


Momen yg serius ini, berubah jadi candaan setelah Young-joon berteriak menyebut di belakang Mi-so ada hantu.

Mi-so terperanjat kaget, tapi kemudian Young-joon tertawa terbahak-bahak. Mi-so kesal, “Anda mempermainkanku? Anda hanya bercanda saat mengaku bisa melihat hantu? Anda jahat sekali!!!”


Di penginapan, para staff tengah berkumpul menikmati makan malamnya. Kecuali, Gwi-nam yg masih sibuk dengan berkas kerjaannya..

Seseorang bertanya: “Saat minum-minum pun, kamu masih bekerja, Gwi Nam?”

“Ya, aku yakin bekerja itu pendamping minuman terbaik. Ini tidak membuatku mabuk esoknya...” jawabnya dengan bangga


Selain Gwi-nam, pegawai lain yg memilih untuk tidak minum-minum adalah Pak Yang. Dia berasalan, bahwa kerjaannya membuat dia harus selalu siap dengan segala situasi.

“Kamu seperti Sekretaris Kim. Kalau begitu, kamu pasti tidak bisa berpacaran...” komen yg lainnya

Se-ra yg duduk disebelah Pak Yang, lantas bertanya: “Tipe wanita idealmu seperti apa?”

“Aku suka wanita yang imut..” jawabnya singkat


Datanglah Young-joon bersama Mi-so.. Para pegawai, terutama Pak Jung dan Gwi-nam, lansgung berebut menunjukkan perhatiannya kepada bos mereka itu.

“Pak... anda basah kuyup kehujanan.Pasti momen seharian tadi, sangat menyusahkan anda..” 

Tapi Young-joon, keceplosan dan berkata: “Itu momen yang sangat bermakna...”


Para pegawai keheranan, mereka pun bertanya balik: “Bermakna kenapa?”

“Kami bisa berbincang secara produktif tentang masalah umum dan tugas di perusahaan sambil berteduh dari hujan...” jawabnya kikuk


Namun Sekretaris Seol menganggap ada yg janggal, “Setelah kuingat, kalian juga satu tim saat berburu pita... Kalian juga kembali larut malam... Jangan-jangan, kalian....”

Seketika suasana terasa begitu menegangkan. Semua mata tertuju pada Mi-so dan Young-joon..


Hingga kemudian, Sekretaris Seol melanjutkan kalimatnya: “... Jangan-jangan, kalian.... makan daging sapi tanpa kami?”


Berbicara tentang daging, mereka sadar kalau Young-joon pasti kelaparan. Maka bergegas, Pak Jung dan Gwi-nam rebutan posisi untuk memanggangkan daging yg mereka bawa.

Tapi ternyata, stok dagingnya telah habis. Beberapa saat, mereka saling menyalahkan karena tak ada yg punya kesadaran untuk menyisakan daging. 


Tapi kemudian, Pak Jung dengan semangat menyatakan bahwa dia akan terjun ke sungai untuk menangkap ikan. Tak mau kalah, Gwi-nam menaytakan bahwa dirinya akan membelikan daging.


Sayangnya, kedua ide itu memakan waktu lumayan lama. MI-so melihat persedian beberapa bungkus ramen instan, dia pun menagtakan kalau merka akan makan itu saja..

Para pegawai agak kaget, mereka tak menyangka bahwa orang sekelas Young-joon, ternyata mau makan ramen..


Duduk berduaan, Young-joon dan Mi-so mengobrol sambil menunggu ramen-nya matang. 

“Baru kali ini Anda mengikuti workshop, andai saja Anda bisa menyantap daging bakar. Sayang sekali...” ujar Mi-so

“Kamu yakin bukan kamu yang kecewa?” tukas Young-joon

“Tentu saja aku kecewa. Makan daging bakar di luar ruangan seperti ini sangat nikmat...” tutur Mi-so


Ramennya sudah matang.. Young-joon teralu bersemangat menyantapnya, hingga membuat mulutnya kepanasan.


Mi-so tersenyum, lalu mengajarinya trik makan ramen dibantu gulungan penutup bungkus mie-nya. 


Cara itu sangat memabantu.. Young-joon, lalu minta Mi-so menaruh kimci diatas mie-nya, “Rasanya lebih enak jika kamu yang memasukkannya..” ujarnya


Para staff wanita telah bersiap untuk tidur Mi-so berbaring di kasurnya, lalu ada chat masuk dari Young-joon, yg isinya: ‘Aku memberimu izin untuk memimpikanku...’


Mi-so tersenyum, dia pun membalas: ‘Terima kasih atas izinnya’


Young-joon yg tengah berdiri di balkon, lantas bergumam: “Haruskah aku mengunjungi, mimpinya Sekretaris Kim malam ini?”


Keesokan paginya, saat berjalan keluar kamar.. Mi-so melihat mobil Young-joon pergi meninggalakn penginapan. 

Dia pun langsung menelponnya untuk bertanya, Young-joon mau pergi kemana?


“Klien dari perusahaan yang diluncurkan di Prancis baru saja tiba di Korea. Mereka belum meluncurkannya di sini, jadi, aku mengatur pertemuan agar mendapat kontrak eksklusif dengan mereka...” jelas Young-joon

“Apa? Kenapa ada jadwal Anda yang tidak kuketahui?” tanya Mi-so

“Aku mendapat panggilan mendesak dari Yoo Shik kemarin...” jawab Young-joon

“Seharusnya Anda juga mengabariku. Aku akan segera bersiap agar bisa ke sana...” ujar Mi-so

“Tidak usah, ini tugasku. Tugasmu menikmati sisa kegiatan workshop. Gunakan kesempatan ini untuk istirahat...” tutur Young-joon


Setelah telponnya ditutup Young-joon mengirim pesan: ‘Jika kamu merasa bersalah, datanglah ke rumahku nanti.. Ada hadiah luar biasa yang menantimu.’


Membacanya membuat Mi-so tersipu malu. Bersamaan dengan itu datanglah Se-ra, yg lasngung bertanya ada apa dengan ekspresi Mi-so, “SMS dari pacar yaaa?” tebaknya

“Tidak. Hanya iklan dari pasar swalayan. Katanya, udang dari Chili sedang diskon...” jawab Mi-so dengan kikuknya


Dalam mobil, Young-joon gelisah menunggu balasan dari Mi-so. Berulang kali dia mengecek ponselnya, hingga akhirnya ada sms balasan: ‘Ya, aku akan datang dengan ekspektasi tinggi...’


Young-joon tersenyum girang, membuat Pak Yang jadi keheranan. Lantas, Young-joon menggerak-gerakan bibirnya, seakan dia sedang senam wajah..


1 komentar


EmoticonEmoticon