7/01/2018

SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 8 PART 2

SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 8 BAGIAN 2


Rapat dengan pihak asing, berjalan dengan sangat lancar. Yoo-shik begitu bahagia karena perusahaan mereka berhasil mendapatkan kontak jangka panjang, yg sangat sulit di dapatkan oleh perusahaan lain.

“Semua bisa kulakukan jika aku berusaha...” ujar Young-joon dengan bangga


Tak langsung pulang, Young-joon lantas mengajak Yoo-shik untuk menemaninya berbelanja bahan makanan. Dia bilang, dia ingin mengadakan pesta barbeque di rumahnya..


Berdua, mereka belanja ini dan itu.. Yoo-shik sangat bersemangat dan dia menegtahui banyak hal tentang bahan makanan.


Setelah semua belanjaannya masuk ke bagasi mobil, Young-joon berterimakasih pada Yoo-shik, kemudian pergi meninggalkannya bergitu saja.

Yoo-shik kecewa sekaligus kesal, karena dikiranya.. dia akan diajak bergabung dalam pesta barbeque itu, tapi ternyata dia hanya dimanfaatkan untuk menemani belanja saja...


Acara Workshop-nya telah selesai, saatnya para pegawai untuk pulang ke rumahnya masing-masing. Tetapi Pak Jung, mengajak mereka untuk makan-makan.. sayangya, tak ada yg mau ikut, karena pada punya kesibukan sendiri.


Mereka sempat menggosipkan Mi-so, yg gerak-geriknya terasa begitu mencurigakan, “Sepertinya dia akan berkencan atau semacamnya...”

“Mustahil. Kamu tahu dia tidak pernah berkencan. Dia tidak ada waktu berkencan karena terlalu sibuk bekerja untuk Wakil Pimpinan..” sanggah yg lainnya

“Astaga. Jangan-jangan dia pergi untuk bekerja dengan Wakil Pimpinan lagi? Tanpa menikmati akhir pekan?” duga Se-ra

“Ini masa depanmu, Ji Ah. Setelah Sekretaris Kim mengundurkan diri, kamu akan bekerja seperti dia...” tambah yg lainnya


“Ayo kita terus membahas masa depannya dengan segelas soju di restoran semur tulang belakang...” ajak Pak Jung, tapi lagi-lagi tak ada yg mau ikut dengannya


Sesampainya di rumah, Mi-so lagsung mandi. Dia bergumam: “Ini bukan acara istimewa. Aku tidak usah berdandan berlebihan...”


Tapi kemudian, dia berdandan maksimal.. hingga mengobrak-abrik lemarinya untuk mencari pakaian yg paling cocok dia kenakan malam ini.


Dia pun sempat berbicara pada boneka sapinya yg kini terbenam pakaina-pakaiannya, “Sapi Pekerja Keras, bagaimana menurutmu? Astaga... Menyesakkan, ya? Aku hampir terlambat, jadi, akan kurapikan nanti...”


Beberapa sat kemudian, Mi-so telah sampai di kediaman Young-joon yg tengah sibuk memanggang daging.


“Kamu cantik..” puji Young-joon

“Terimakasih..” jawab Mi-so yg tersipu malu

“Kamu bilang ingin makan daging bakar dan rasanya lebih nikmat jika di luar ruangan. Jadi, aku menyiapkan ini. Lihat? Hadiah luar biasanya menantimu...” jelas Young-joon


Mi-so menyadari kalau daging-nya hangus.. dia pun menyuruh Young-joon untuk membakar daging yg baru.


Young-joon tersenyum getir, menunjukkan satu tong sampah yg berisi penuh daging gosong, “Aku belum pernah membakar daging. Ternyata aku punya satu kekurangan. Bagaimana? Bukankah aku manusiawi?” jelasnya, yg kemudian bertanya haruskah dia membeli daging lagi?

“Tidak.. tidak usah..” tukas Mi-so


Sesaat kemudian, datanglah pizza yg dipesan Mi-so untuk menggantikan daging bakar. Romantisnya, mereka mengambilkan sepotong pizza untuk satu sama lain..


Young-joon melihat sisa makanan yg menempel di pinggiran bibir Mi-so, dia pun memberitahunya.. tapi Mi-so tak bisa membersihkannya sendiri.


Young-joon inisiatif membantunya, dan seketika suasana jadi terasa begitu intim. Mereka menatap satu sama lain.. dan perlahan Young-joon mendekatkan diri untuk mencium Mi-so..


Namun disaat Young-joon menutup mata.. bayangan mengerikan itu muncul kembali, yg seketika membuatnya terperanjat kaget.


Suasananya jadi sangat kikuk.. MI-so berusaha tersenyum, sambil bertanya: “Kali ini anda akan mendorongku ke arah mana? Aku akan bersiap. Ke sini? Atau ke sana?”


Young-joon ingin menjelaskan,, tapi tiba-tiba muncullah Yoo-shik yg seketika membuat mereka terperanjat kaget dan segera memisahkan diri.


Yoo-shik benar-benar merasa bersalah, dia tak tahu kalau mereka sedang berduaan. Dia pun pamit pergi, namun Mi-so melarangnya.. dan malah mengatakan kalau dirinya yg akan pergi..


Yoo-shik berlutut di hadapan Young-joon, “Maafkan aku.. Aku telah membuat kesalahan besar...”


Sambil jalan pulang.. Mi-so terus memikirkan insiden barusan, “Pasti ada alasannya...” ujarnya


Esok harinya, kebetulan Yoo-shik satu lift dengan Mi-so. Dengan suara tergagap, dia bilang: “Maaf mengenai kemarin. Aku tidak tahu kalian sedang berdua. Aku tidak mengganggu, bukan?”

“Tentu saja tidak. Lagi pula, kami tidak sedang melakukan apa pun. Entah apa yang Anda pikirkan, tapi tiada hal istimewa kemarin..” jelas Mi-so dengan kikuknya, hingga dia hampir melewatkan lantai tempat dia harusnya keluar dari lift.


Yoo-shik mengejar Mi-so untuk sekedar memberitahunya, kalau young-joon mempersiapkan banyak hal untuk acara kemaring.

Mi-so tersenyum, lalu bertanya apakah Yoo-shik mengetahui sesuatu terkait bekas luka di pergelangan kaki Young-joon?


“Aku hanya pernah melihatnya sekali. Saat kami bermain football semasa kuliah di luar negeri. Aku keluar ruangan dan dia berganti baju sendirian. Walau sekilas, aku jelas melihat bekas luka di kedua pergelangan kakinya...” jelas Yo-shik

 “Kedua pergelangan kaki?” tanya Mi-so heran

“Tampaknya itu bekas luka yang sangat lama. Seakan-akan pergelangan kakinya pernah diikat” ungkap Yoo-shik, yg kemudian membandingkannya dengan acara di TV tentang leher anjing yg diikat kalung besi


“Aku tidak tahu penyebab bekas lukanya, tapi dia bukan orang yang terbuka dengan orang lain. Aku juga canggung menanyakannya. Omong-omong, saat kamu membicarakan penculikan yang terjadi saat kecil, aku sempat mengira bekas luka dia ada hubungannya dengan kasus itu. Tapi kamu bilang yang diculik kakaknya, bukan dia. Lalu dari mana bekas luka itu?” ujar Yoo-shik yg juga kebingungan

1 komentar


EmoticonEmoticon