7/01/2018

SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 8 PART 3

Advertisement
SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 8 BAGIAN 3


Mi-so merenung, memikirkan bekas luka di kedua pergelangan kaki Young-joon. 

“Kukira hanya ada di salah satu pergelangan kakinya. Seperti kata Yoo-shik, apa itu bekas diikat? Tapi bekas luka itu tidak mudah terbentuk...” gumamnya


Datanglah Young-joon, dia melihat ekspresi Mi-so yg membuatnya bertanya-tanya heran: “Ada apa dengan ekspresinya? Apa karena kami batal berciuman lagi kemarin? Bukannya aku tidak mau, aku juga mau melakukannya...”


Disaat yg bersamaan, masuklah Ji-ah yg hendak membawakan cemilan, “Apa yang Anda mau, Pak?” tanyanya


Spontan, Young-joon menjawab: “Aku mau rapat.. iya aku mau rapat..”, dia pun meminta JI-an memanggilkan Pak Jung untuk laporan minggu-an.


Sekretaris Seol, membagikan macaroon untuk staff di departemen Young-joon. Sayangnya, Se-ra sedang pergi keluar untuk menyelesikan kerjaannya.


Maka sengaja, sekretaris Seol meninggalkan 3 bungkus macaroon di mejanya. Hal itu membuat Pak Jung sirik, “Kamu pelit sekali. Kami masing-masing diberi dua. Kenapa dia diberi tiga?”

“Aku menyukainya. Dia imut dan karismatik...” jawabnya


Setelah diberitahu Ji-ah, Pak Jung bergegas pergi menghadap Young-joon. Meski sudah berulangkali melakukannya, tapi dia masih merasa sangat gugup..


Pak Jung melaporkan perkembangan beberapa projek terkait pembukaan galeri, serta sebuah acara menarik di Yumyung Land, yg bertemakan ‘Romantic Nights’


Di posternya, sengaja sipasang foto pasangan yg tengah berciuman.. namun foto itu, malah menghancurkan fokus Young-joon, hingga membuatnya meremas poster itu.


Pak Jung kaget, dia takut konsepnya salah.. maka dia pun meminta maaf dan mengatakan kalau dirinya akan segera memperbaiki poster itu.


Young-joon melirik Mi-so, “Benar, pasti sulit memahami itu dari sudut pandangnya. Bagaimana caraku menjelaskannya?” ujarnya bingung


Se-ra kembali ke kantor, dia mengeluh capek.. tapi kemudian dia melihat macaroon di mejanya. Dia pun bertanya, itu dari siapa?

“Seseorang yang menyukaimu memberikannya untukmu...” jawab Pak Jung


Se-ra terseipu malu.. menduga, kalau orang yg dimaksud adalah Pak Yang. Maka saat itu juga,, dia langsung mengirim sms padanya: ‘Pak Yang, terima kasih, makanannya aan kunikmati...’


Namun sesaat kemudian, tibalah Nona Park.. dia menyerahkan berkas kerjaannya, sambil memberitahukan bahwa macaroon itu, pemberian dari Sekretaris Seol.


Se-ra kaget bukan main.. sikap kegeerannya, membuat dia jadi bahan tertawaan pegawai lain. Dia pun berdiri dan bergegas pergi..


Naasnya.. di lobby, dia malah berpapasan dengan Pak Yang, yg lansgung menanyakan makksud dari SMS-nya barusan.


“Aku hanya bersyukur karena bisa makan tiga kali sehari. Memang aku tidak boleh mengucap rasa syukurku!” jawab Se-ra dengan ketusnya


Sembunyi di balik tembok, Se-ra yg salah tingkah lantas menggerutu: “Lalu kenapa dia mengambilkan bantalan braku tempo hari? Karena bantuannya, perasaanku jadi begini...”


Young-joon duduk sendirian, sambil membayangkan kembali insiden malam kemarin. Dia berpikir keras, menyusun kalimat SMS yg paling pas untuk dikirim kepada Mi-so,


Awalnya dia ketik: ‘Sekretaris Kim, Aku berjanji akan menciummu dengan romantis lain kali...’, tapi dia hapus lagi


Berikutnya, dia ketik: ‘Sekretaris Kim.. sebenarnya aku punya trauma..’, tapi dia hapus lagi yg membuatnya bertambah frustasi, bingung harus bagaiman


Mi-so menyerahkan dua buah PC tablet kepada Ji-ah, sebagai hadiah kemenangannya atas games perburuan pita saat di Workshop kemarin. Dia pun meminta Ji-ah untuk memberikannya pada Gwi-nam.


Meski terpaksa, akhirnya Ji-ah pergi untuk memberikan tablet itu. Ditinggal sendirian, tiba-tiba perut Mi-so keroncongan, dia membuka laci dan untungnya masih ada sebungkus permen karamel disana.


Saat hendak membukanya, datanglah Young-joon.. sepertinya dia ingin mengatakan sesuatu, tapi dia tak bisa mengatakannya. Seenaknya, dia malah mengambil permen milik Mi-so dan lansgung memakannya..

“Itu permen terakhirku...” keluh Mi-so

“Lantas? Apa?” ujar Young-joon

“Tidak apa-apa, Pak...” sahut Mi-so


Young-joon berjalan menuju ruangannya, tapi sejenak dia mentap Mi-so sambil berteriak menagtakan: “Aku, Lee Young Joon, bisa mengatasi apa pun!!!”


Ji-ah memberikan tablet hadiah untuk Gwi-nam, yg malah meresponnya dengan sikap yg terbilang cukup menjengkelkan..

Gwi-nam berkata: “Kamu pasti sangat berterima kasih kepadaku...” 

“Apa? Untuk apa?” tanya Ji-ah kebingungan


“Menurutmu apa? Kita bisa menang karena menemukan tiga dari total lima pita, bukan? Dari tiga pita, aku menemukan dua pita dan kamu menemukan satu pita. Kamu sadar, bukan? Lantas.. Kamu merasa kita berdua pantas mendapat tablet? Aku mencari harganya di internet. Harga termurah yang kutemukan adalah 799 dolar. Artinya, harga dua tablet adalah 1.598 dolar. Ini hanya adil jika hadiahnya dibagi dengan rasio 2 banding 1. Tapi aku tidak akan mengeluhkannya karena aku santun. Jadi, berterimakasihlah.. Kamu meninggalkanku di pohon dan kabur saat permainan. Tapi aku membiarkannya. Aku juga membuatmu memenangkan tablet ini. Jadi, sebaiknya simpan rahasiaku sampai mati!” papar Gwi-nam

“Kenapa mengungkit kematianku? Kematianku masih lama!” tukas Ji-ah


Gwi-nam lantas bertanya: “Kamu, kapan pindah?”

“Beberpa hari lagi..” jawab Ji-ah

“Baguslah! Saat kamu memesan makanan, makananmu selalu bersisa karena porsinya terlalu banyak untuk satu orang...” ujar Gwi-nam

“Kuharap kamu tidak menyarankan untuk makan bersama..” tukas Ji-ah

“Tentu tidak...  Karena kuharap.. Setiap memesan makanan, kamu berikan aku setengahnya sebelum dimakan. Jadi, kamu tidak membuang makanan, kita sama-sama untung” jelasnya


JI-h tak habis pikir, kenapa si Gwi-nam bisa se-pede itu, “Sebaiknya aku tidak pindah ke sana..” keluhnya
Advertisement


EmoticonEmoticon