7/06/2018

SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 9 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 9 BAGIAN 1


Dalam perjalanan mengantar Mi-so pulang,tiba-tiba Young-joon menghentikan langkahnya hanya untuk meminta konfirmasi Mi-so atas hubungan mereka, “Kita sudah tidak tarik-ulur dan sudah menjadi pasangan. Bukankah begitu?” tanyanya


“Iya, benar begitu..” jawab Mi-so dengan sangat formal, membuat Young-joon nyeletuk, “Kamu seperti membawakan acara kuis...”


Mi-so yg salah tingkah, bergegas melanjutkan langkah kakinya. Lantas, Young-joon mengejarnya sabil berteriak, “Tunggu aku, ‘wanita’-ku...”, yg tentunya membuat MI-so makin salting karena orang yg lewat memerhatikannya..


Sesampainya di depan rumah, Mi-so lansgung mengucap kata pamit.. namun Young-joon terus menatapnya, membuat Mi-so jadi keheranan..

“Aku tidak ingin berpisah denganmu...” ujar Young-joon yg kemudian melamar Mi-so untuk yg kesekian kalinya, “Seperti kataku tadi, aku pintar, sehat, kaya, dan kompeten. Jadi... Menikahlah denganku. Secepatnya...”


Tentunya MI-so kaget, dia pun berkata: “Belum satu jam kita berpacaran. Bukankah itu terlalu terburu-buru?”

Young-joon, malah balik bertanya: “Siapa yang lebih terburu-buru?”

“Maksdunya?” tanya Mi-so

“Ah.. bukan apa-apa..” jawabnya singkat


Dalam perjalanan pulang, Young-joon terus tersenyum sambil menyetir..


Young-joon mengenang momen ketika Mi-so kecil asyik bermain-main dihadapannya, lalu bersikukuh minta dinikahi karena Young-joon dia anggap sebagai pangerannya..


“Aku akan kembali untuk menemuimu, Mi So...” ucap Ypung-joon kecil (Jadi? Udah terkonfirmasi kalau ‘oppa’-nya Mi-so sebenernya adalah Young-joon????)


Kembali ke realita, Young-joon memutar balik mobilnya, sembari bilang: “Aku tidak tahan!!!”


Mi-so kaget, “Kenapa anda  kembali lagi?” tanyanya

“Berjaga-jaga jika ada yang rindu sepanjang malam. Maksudku kamu, Sekretaris Kim... Aku kembali karena mungkin kamu merindukanku sepanjang malam. Kamu tahu aku bukan orang yang memberi kesempatan kedua? Tapi aku ingin memberimu kesempatan kedua atau pun ketiga. Kesempatan untuk bertemu denganku...” papar Young-joon dengan begitu pede-nya


Lalu Young-jooon tanya: “Kamu tersanjung setelah menjadi orang yang istimewa bagiku?”

“Ya, aku tersanjung...” jawab Mi-so

“Semoga mimpi indah, sekretaris Kim.. Kamu tahu maksud 'mimpi indah', bukan?” ujar Young-joon

“Tentu saja. Aku akan memimpikan Anda, Pak Lee...” sahur Mi-so


“Biarkan aku memelukmu sekali lagi...” pinta Young-joon, “Kurasa aku juga akan bermimpi indah malam ini...” tambahnya


Karena besok pagi, ada jadwal rapat penting.. Maka Mi-so meminta Young-joon untuk segera pulang dan berisirahat. Mereka pun berpisah, sambil terus melempar senyuman manis satu sama lain..


Sampai dirumah, Young-joon lansgung melihat pantulan wajahnya di cermin, dia lalu berkata: “Hei, Sudut Bibirku. Jangan naik seperti itu (tersenyum)... Sepertinya aku tidak bisa menghentikanmu...”


Bahkan, hingga terlelap tidur pun.. wajahnya masih terus berseri-seri..


Beda hal-nya dengan Mi-so, yg malah terbangun dari tidurnya, karena mempimpikan ‘lagi’ kejadian masa kecilnya. Jelas.. dalam ingatan dan mimpinya dia memanggil oppa-nya yg bernama ‘Lee Sung-yeon’. Tapi kini, dia meragukan hal itu..


Esok harinya di kantor.. Yoo-shik merasakan ada yg aneh dengan sikap Young-joon dan dia mengeluhkan hal ini pada Mi-so, “Pak Lee mengantuk saat rapat tadi dan kini dia tidur. Lee Young Joon yang Agung itu tidak akan pernah lengah. Ada apa dengannya?”

“Entahlah..” jawab Mi-so

“Mau kutunjukkan hal lucu?” tanya Yoo-shik


Ternyata, hal lucu yg dimaksud adalah tingkah Young-joon yg bisa menjawab pertanyaan, bahkan ketika dia tengah tertidur seperti sekarang. Mi-so yg baru mengetahuinya, langsung dibuat ketawa cekikikan. 


Yoo-shik baru pertama kalinya, melihat Young-joon bisa tertidur dengan lelap dan tenang, maka dia pun bertanya pada Mi-so:: “Apakah terjadi sesuatu hingga ada perubahan kognitif sebesar ini?” 


Belum sempat Mi-so menjawab, ponselnya berdering.. ada telpon masuk dari Sekretaris Seol, maka Yoo-shik bergegas pamit pergi kembali ke ruangannya.


Mi-so menyelimuti Young-joon, sambil memerhatikannya. Dia ingat, bahwa sebelumnya Young-joon sellau gelisah dalam tidurnya karena mimpi buruk.. tapi saat ini, dia benar-benar tertidru dengan tenang..


Ketika Mi-so bangkit, tiba-tiba Young-joon bangun dan lansgung emnariknya kedalam pangkuannya, “Mau ke mana? Kenapa meninggalkan orang tidur?” ujarnya

“Bagaimana jika ada yang melihat kita, Pak Lee?” keluh Mi-so

“Tidak ada yang berani masuk tanpa izin. Jangan khawatir..” jawab Young-joon

“Aku tidak khawatir!” sanggah Mi-so

“Lalu kenapa? Kamu harus siap menghadapi ini jika membangunkan ‘gairah’ terpendam seseorang...” ujar Young-joon


Mendengar kalimat itu, seketika membuat Mi-so terperanjat kaget, “Gairah?  Bisa-bisanya Anda mengucapkan kata memalukan itu dengan santainya?”

“Siapkan dirimu, karena aku tidak akan segan-segan...” sahut Young-joon


Mengalihkan topik pembicaraan, Mi-so bertnaya: “Omong-omong, Anda tidak sakit, bukan? Aku ingin tahu karena Anda tidak pernah tidur seperti ini...”

“Beban berat telah lenyap dari diriku sejak kemarin. Kurasa aku tidak akan bermimpi buruk lagi...” jawab Young-joon, “Hubungi Dokter Choi dan sampaikan dia tidak perlu meresepkan obat tidur lagi” pintanya

“Benarkah kondisi Anda membaik?” tanya Mi-so

“Aku sudah tidak sakit lagi...” tegas Young-joon


Dengan serius, Mi-so menatap Young-joon lalu bertanya: “Oppa yg kucari, apa benar dia adalah Sung-yeon?”

“Bukankah jawabannya sudah jelas?” sehut Young-joon

“Mungkin ini terdengar aneh, tapi aku terus merasa bahwa Anda anak yang ada di ingatanku. Gelagat Anda sejauh ini seperti orang yang mengalami trauma. Ada bekas luka juga di pergelangan kaki Anda...” papar Mi-so

“Baguslah jika orang yang kamu sukai adalah anak yang kamu cari-cari, tapi aku bukan dia. Mimpi buruk dan bekas lukaku tidak ada hubungannya dengan insiden itu. Lagi pula, apakah aku anak itu atau bukan, apa pentingnya? Apa itu mengubah perasaanmu terhadapku?” ujat Young-joon

“Bagaimanapun juga, aku tetap menyukai Anda...” tegas Mi-so
Advertisement

1 comments:


EmoticonEmoticon