7/06/2018

SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 9 PART 2

SINOPSIS What's Wrong With Secretary Kim Episode 9 BAGIAN 2


Kembali ke mejanya, Mi-so mendengar Ji-ah yg sedang berbicara di telpon dengan kurir yg mengangkut barang pindahannya..


Dengan penuh semangat, Ji-ah cerita pada Mi-so: “Aku akan pindahan hari ini. Aku baru saja bekerja, jadi, orang tuaku membayar deposit dan jasa pindahan juga. Aku harus segera mengurangi anggaran demi mereka...”

“Pasti berat untuk hidup mandiri setelah tinggal dengan orang tua...” komen Mi-so

“Tetap saja, menjadi wanita karier sepertimu itu harus. Aku akan tinggal di dekat sini dan lebih fokus bekerja!” ujarnya

“Bukankah ini waktunya rapat dengan tim bisnis?” tanya Mi-so

“Apa? Astaga (aku hampir lupa)..” jawab Ji-ah yg kemudian bergegas pergi


Ponsel Mi-so berdering, ada telpon masuk dari Sung-yeon. Tapi sengaja, dia mengabaikannya begitu saja..


Sung-yeon tengah berada di sebuah kafe, untuk bertemu dengan pihak agensinya. Setelah acara konser buku kemarin, banyak sekalli acara yg mengundangnya, namun dengan tegas dia menyatakan bahwa dia menolak tawaran itu..

“Kenapa? Akan bagus jika kamu menerimanya. Kamu juga pembicara yang andal. Aku sangat menikmati konser bukumu. Khususnya saat kamu mengungkapkan perasaan ke kekasihmu. Dia ada di sana, bukan? Dia pasti sangat terharu...”


Di kantor, Yoo-shik meminta sekretaris Seol menjadi supirnya hari ini, karena supir yg bertugas tengah ada pelatihan diluar, dan sepanjang jalan Yoo-shik harus membaca dokumennya, maka dia tak bisa menyetir sendirian.

“Tentu, serahkan kepadaku. Aku akan mengantar Anda tanpa kesalahan..” jawab Sekr. Seol

“Kamu tidak akan mengantarku ke gerbang kematian?” tanya Yoo-shik

“Tentu saja tidak...” jawabnya dengan begitu yakin


Yong-joon memanggil Mi-so ke ruangannya, dengan cara yg formal dia bertanya: “Kita bisa makan siang bersama, bukan?”

“Bisa, sebab Anda tidak ada jadwal rapat...”

“Ini makan bersama pertama kita sejak berpacaran. Aku ingin tempat makan yang istimewa..”

“Aku akan memesan tempat di restoran istimewa..”

“Bukan restoran biasanya, aku ingin restoran yang baru..”

“Baiklah, aku akan menyusun daftar restoran baru..”

“Bagaimana jika kita menyiapkan cake juga? Kita harus merayakan momen istimewa ini”

“Baik, akan kusiapkan cake keju langka kesukaan Anda...”


Keduanya mengernyit heran, mereka bertanya-tanya pada dirinya sendiri ‘Apakah seperti ini percakapan antar pasangan?’

‘Ini tugasku sehari-hari, tapi kali ini aku merasa janggal..’ gumam Mi-so dalam benaknya


Sesaat kemudian, mereka telah berada di restoran tempatnya makan siang. Sesuai rencan, mereka pun memesan sebuah cake keju disana.

“Walah kekanak-kanakan, haruskah kita memasang lilin di atasnya?” tanya Young-joon

“Kurasa, tidak perlu..” jawab Mi-so

“Tapi kusiapkan ini untuk merayakan awal hubungan kita..” ujar Young-joon

“Maksud Anda, aku yang menyiapkan karena aku memesan tempat?” tanya Mi-so


Young-joon tersedak, maka dengan cekatan MI-so menuangkan minum lalu memberinya sapu tangan..



Chef menghampiri mereka, untuk menanyakan rasa makanannya, lalu berkata: “Kalian pasangan yang serasi. Bisa-bisa orang lain mengira Anda sekretarisnya...”

Krik.. krik.. seketika Mi-so dan Young-joon terdiam kikuk, tak bisa berkomentar apa pun..


Selesai makan, Young-joon mengajak Mi-so lanjut kecan dengannya. Tapi dengan cara yg formal, Mi-so menolaknya..

“Kamu tidak perlu tegas begitu. Lagi pula aku tidak ada jadwal kerja siang ini...” ujar Young-joon

“Anda harus menjaga wibawa. Mengerjakan urusan pribadi saat jam kerja itu tidak pantas, apalagi berkencan...” jelas Mi-so

Young-joon mengeluh, “Ini membingungkan. Kamu seperti sekretarisku saat ini...”


Kemudian, Young-joon menggenggam tangan Mi-so dan bilang: “Kamu seperti pacarku sekarang. Kita masih harus memperjelas hubungan..”

“Apa maksud Anda?” tanya Mi-so

“Kamu selalu memenuhi kebutuhanku selama ini, tapi kini aku terkesan seperti pria egois. Aku tidak menyukai itu. Misalnya, kamu menuangkan air dan memberiku saputangan tadi. Itu bukan hal yang biasa dilakukan pasangan...” jelas Young-joon


“Mau bagaimana lagi? Sudah tugasku Sudah tugasku..” jawab Mi-so

“Maka itu, kita harus memperjelas hubungan. Mulai sekarang, bantu aku dalam pekerjaan saja. Aku yang akan menangani urusan pribadi lainnya. Aku memang atasanmu yang egois, tapi aku tidak mau menjadi pacar yang egois...”papar Young--joon


Kali ini, Sekr. Seol tak membuat kesalahan seperti biasanya, “Kamu tidak akan salah lagi? Jangan tersesat terus..” ujar Yoo-shik

“Tenang saja. Aku mengenal daerah ini. Aku bisa mencapai tujuan dengan mata terpejam...” jawabnya

“Kita tidak akan memejamkan mata selamanya, bukan?” ujar Yoo-shik, tapi ternyata di sebrang jalan gedung tujuannya telah nampak

“Tumben sekali. Aku menjadi makin gelisah karena kamu tidak melakukan kesalahan...” ujar Yoo-shik


Di persimpangan jalan, mereka berhenti karena lampunya merah. Tapi di momen itu, Yoo-shik melihat mantan istrinya yg tengah mengobrol begitu ‘mesra’ dengan seorang pria..

Sekr. Seol lantas berkata: “Mungkin itu temannya...”

Tapi Yoo-shik terus memasang wajah murung, membuat Sekr. Seol merasa bersalah, “Anda tidak akan melihat dia andaikan aku tersesat. Kenapa hari ini aku malah tidak melakukan kesalahan? Maaf...”

“Aku tidak apa-apa, jangan dipikirkan..” jawab Yoo-shik


Young-joon keluar dari ruangannya, maka Mi-so lansgung bertanya: “Ada yang Anda butuhkan?”

“Aku butuh kelalaian dan kemalasanmu...” jawab Young-joon, yg kemudian berjalan pergi


Sesaat kemudian, para staff kembali ke ruangan setelah rapat.. mereka terkejut, melihat Young-joon yg tengah meng-copy berkasnya sendirian. Maka berbondong-bondong, mereka menawarkan bantuan..

Tapi dengan santainya, Young-joon mengatakan bahwa mulai dari sekarang dirinya bisa meng-copy berkas-nya sendiri..


Young-joon kembali ke ruangannya, lalu para staff menceritakan kejadian barusan kepada Mi-so. Tenu saja, Mi-so sangat kaget dan heran.. 

Ketika hendak menemuinya secara langsung, Mi-so mendapat panggilan untuk datang ke kantor CFO..


Saat jam istirahat, Pak Jung ddan Se-ra berjalan ke pantry sambil berandai-andai, apakah mereka bisa mencicipi cemilah Young-joon yg kelihatannya sangat mahal itu..

Eh ternyata, Young-joon sedang berada di pantry menyiapkan cemilannya sendiri. Dia pun menawarkannya kepada mereka..

1 komentar


EmoticonEmoticon