7/04/2018

SINOPSIS Wok of Love Episode 17 PART 1

Advertisement
SINOPSIS Greasy Melo Episode 17 BAGIAN 1


Ketika Poong melepas cincin nikahnya di hadapan Sae-woo, terlihat Chil-seong yg tertarih pergi meninggalkan Rumah Sakit..


Tiba-tiba Poong mengatakan kalau dirinay lapar, dia pun bertanya pakah Sae-woo lapar juga?

“Iya. Aku lapar..” jawabnya, maka Poong menawarkan diri memasak mie untuknya, sambil berkata, “Boleh ‘kan, aku melakukannya..”


Pindah ke kedai pinggir jalan, disana Maeng-dal dan Seol-ja, keduanya telah mabuk berat dan saling menggoba bagaikan sepasang kekasih yg sedang kasmaran..


Mie-nya telah matang, Sae-woo dan Poong makan berduaan saja. Awalnya suasana agak ‘canggung’, tapi obrolan mereka yg mengalir membuatnya terasa lebih nyaman.


Sae-woo sangat lahap menikmati mie-nya, maka Poong bertanya: “Kamu tidak mau bilang itu enak?”

“Aku tidak perlu mengatakannya...” tukas Sae-woo

Lanjutnya, mereka membahas segala hal tentang adonan mie pangsit, yg Poong bilang.. harus sangat tipis supaya ketika dimakan, rasanya seperti mengunyah awan.


Beberapa kali, mendengar Poong yg menyebut kalimat ‘diantara kita’, membuat Sae-woo penasaran dan bertanya, maksudnya apa?


Poong agak kikuk menjelaskannya, dia hanya kembali mengatakan bahwa hubungan mereka adalah ‘partner’. Sae-woo memegang sudip, dan Poong memegang wajan.. 

“Kita satu tubuh. Kita partner terbaik. Jadi, ini persahabatan di tempat kerja. Lebih bersahabat daripada itu...” jelas Poong

“Itu ambigu. Lantas kita menjalin hubungan yang ambigu?” tanya Sae-woo

“Berhentilah bertanya!” tukas Poong


“Aku tidak suka ambiguitas...” ujar Sae-woo

“Ambiguitas itu bagus. Apa salahnya?”  ucap Poong

“Aku benci hal yang ambigu. Kenapa menurutmu itu bagus?” tanya Sae-woo

“Hidup itu memang ambigu!” tukas Poong

“Aku hidup dua tahun lebih lama daripada kamu. Apa bagusnya ambigu? Rasanya seperti tidak jelas dan terjebak di tengah-tengah... Sangat tidak jelas... Aku tidak suka ambiguitas...” papar Sae-woo


“Kamu sungguh banyak bicara..” keluh Poong

“Kamu mau jika aku bilang mi ini terasa ambigu dan tidak jelas?” cecar Sae-woo

“Hei, bukan berarti aku mau menjadi ambigu. Orang-orang tidak ambigu karena menyukainya. Semua orang punya alasan sendiri kenapa harus ambigu. Jadi, mereka menahan diri...” jelas Poong

“Entahlah. Aku tidak bisa hidup dalam ambiguitas!” tegas Sae-woo


Berlagak ngambek, Sae-woo menyatakan kalau dia tak mau menghabiskan mie-nya, “Ini membuat perutku terasa ambigu. Rasanya sangat hambar. Tidak ada zha cai, acar lobak, ataupun kimchi-nya. Ini terasa sangat hambar...”  ujarnya

“Kenapa kamu begitu jahat hanya karena sudah hidup dua tahun lebih lama?” tanya Poong yg kemudian mendumel, “Maka jangan dimakan! Aku berinisiatif untuk memasaknya. Kamu tidak mau memakannya!”

Menyadari kalau Poong tengah merajuk maka Sae-woo balik menggodanya.. mencoba untuk membuatnya tersenyum kembali.


Setelah puas mium-minum, Seol-ja dan Maeng-dal kembali ke restoran.. mereka kaget,, melihat Poong dan Sae-woo yg sedang makan berduaan..

“Kenapa kalian berduaan di tengah malam?” tanyanya


Dalm kondisi yg mabuk berat, Maeng-dal mengomeli Sae-woo: “Teganya kamu melakukan itu kepada bosku. Teganya kamu mempermalukan bosku seperti itu...”


Pernyataan itu, membuat Poong dan Seol-ja heran dan penasaran apa maksudnya. Hingga kemudian Maeng-dal melanjutkan kalimatnya, “Kenapa kamu tidak menyukai bosku? Aku tidak pernah melihat dia menyukai wanita. Kurasa dia belum pernah jatuh cinta. Dia tidak pernah mengalami cinta bertepuk sebelah tangan. Ini kali pertamanya. Serta, kamu wanita bersuami.  Perasaan bosku, Chil Seong, tidak pernah berubah. Aku sangat khawatir dia akan menyayangi wanita itu untuk waktu yang lama. Bosku yang malang menyukai seseorang yang mengundang kami ke pernikahannya. Kami harus bagaimana?”
Advertisement


EmoticonEmoticon