7/04/2018

SINOPSIS Wok of Love Episode 17 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Greasy Melo Episode 17 BAGIAN 2


Sae-woo gelisah, dia berusaha untuk menjelaskan. Namun Maeng-dal tak memberinya ksempatan untuk bciara, dan malah lanjut mendumel: “Aku tahu kamu menolak dia, tapi teganya kamu membuang gas di depan pria yang mencintaimu. Teganya kamu membuat dia mengendus bau itu. Kamu tidak punya tata krama. Itu sangat jorok..”

“Apa maksudmu? Aku tidak pernah membuang gas..” sanggah Sae-woo

“Jangan membohongiku. Lagi-lagi kamu seperti itu. Kami sangat terkejut, sampai bahkan merekamnya...” ungkap Maeng-dal


Sengaja, Maeng-dal memperdengarkan rekaman itu dihadapan Poong dan Seol-ja, yg tentunya membuat Sae-woo bingung harus berbuat apa..

“Jangan seperti ini. Kamu menyakiti perasaan pria yang sungguh mencintaimu. Dia tidak akan pernah menyerah hanya karena kamu melarangnya. Dia tidak mungkin membuang perasaannya semudah itu...” ujar Maeng-dal


Seol-ja memarahi Maeng-dal dan menyuruhnya utuk menghapus rekaman tersebut, sekarang juga!


Bersamaan dengan itu, datanglah Chil-seong. Maeng-dal menghampirinya dan bertnaya, mengapa Chil-seong ada disini? 


“Aku baik-baik saja. Lagipula, aku boleh pulang besok...” jawab Chil-seong, yg kemudian meminta Poong membuatkan mie untuknya, “Makanan rumah sakit sangat tidak enak..” ujarnya yg lantas meminta Seol-ja serta Maeng-dal untuk pergi meninggalkannya


Seol-ja menemani Poong di dapur.. Dia pun menceritakan, kejadian beberapa hari lalu, ketika Chil-seong memanggilnya, “Dia memintaku bersikap baik kepada Sae-woo, Dia memintaku menjaga Sae-woo, jika Anda membentaknya. Jika dia tampak kelelahan, aku harus mengadu kepada Chil Seong dan membeli makanan untuk Sae-woo. Dia juga memintaku membantu Sae-woo beristirahat agar tidak sakit. Aku heran kenapa dia meminta bantuan macam itu tanpa sepengetahuan Anda... ternyata alasannya karena dia menyukai Sae-woo..”


Kemudian Seol-ja bertanya: “Chil-seong itu.. pria seperti apa? Dia pria yg baik?”

Enggan menjawabnya, Poong diam saja.. namun sorot matanya, nampak begitu tajam...


Ketika hendak memberikan mie untuk Chil-seong, Poong malah melihatnya tengah mengobrol serius dengan Sae-woo. Maka Poong memutuskan untuk menunggu kembali dalam dapur.


“Pasien tidak boleh berkeliaran seperti ini...” ujar Sae-woo

“Aku memikirkanmu. Aku penasaran tentangmu, dan ingin menemuimu...” tutur Chil-seong

“Aku akan mengantarmu kembali ke rumah sakit...” tukas Sae-woo


Beberapa saat menunggu, akhirnya Poong keluar untuk menyajikan mie-nya. Namun disana, tak ada siapa pun.. Sae-woo dan Chil-seong telah pergi, bahkan tanpa pamit padanya..


Kembali ke Rumah Sakit, suster menegur Chil-seong yg seenaknya pergi padahal jahitannya belum kering dan beresiko infeksi..


Di restoran, Chil-seong yg kesal.. melihat sepatunya yg masih dijemur didepan. Maka dengan sengaja, dia malah melemparnya ke atap (lagi)


Chil-seong bertanya pada Sae-woo: “Kamu sudah mempertimbangkannya? Kamu masih butuh waktu? Jika aku memberimu 24 jam, kurasa itu waktu yang lama...”

Namun dengan suara yg gemetar, Sae-woo malah meminta maaf..

“Aku akan memberimu waktu lagi...” ujar Chil-seong

“Tidak perlu..” tukas Sae-woo

“Aku akan memberimu waktu, maka ambillah..” ujar Chil-seong


“Saat kali pertama menemuimu untuk mendapatkan pinjaman, aku terkejut. Aku tidak menyangka ada seseorang yang mau meminjamkanku uang. Aku tidak akan pernah melupakannya. Entah kenapa, aku tidak bisa meminjam uang kepada orang yang kukenal. Aku takut akan kehilangan mereka jika mereka menolak. Semua uang kami memang lenyap, tapi aku masih punya harga diri...” papar Sae-woo


“Aku akan memberimu semua uangku. Aku juga akan memberimu semua waktuku. Harga diri bukanlah sesuatu yang pantas kamu relakan... Jangan terluka...” tutur Chil-seong


Kemudian Sae-woo lanjut menjelaskan: “Sejujurnya, lebih dari apa pun itu,  uang yang kamu pinjamkan kepadaku sungguh melipurku. Kamu lintah darat yang baik. Maka itu, kamu harus bertemu dengan wanita yang baik. Aku meminta maaf dan berterima kasih. Itu bukanlah cinta. Aku bingung saat kita berciuman. Aku tidak tahu apa itu benar  atau tidak. Jangan sampai tertikam lagi, dan terluka karena berkelahi. Serta, jangan terluka lagi gara-gara aku. Aku bukanlah siapa-siapa. Berhentilah menyukaiku. Maafkan aku...”


“Berikan tiga kesempatan. Kali ketiga adalah penentuannya..” pinta Chil-seong

“Meski kita memberikan tiga kesempatan, aku sudah menolakmu dua kali. Ini sudah berakhir..” ujar Sae-woo

“Kamu mengenalku? Kamu belum mengenalku... Kamu mengenalku sebagai lintah darat, orang dengan tiga riwayat kejahatan, dan orang yang terluka karena berkelahi. Hanya itu yang kamu tahu tentang diriku..” tutur Chil-seong


“Berhentilah membuat penyesalan. Itu akan membuatmu terlihat bodoh...”  ucap Sae-woo, yg menundukkan kepalanya tak mampu menatap Chil-seong

“Jangan menunduk. Kamu tidak melakukan kesalahan...” ujar Chil-seong


Sae-woo tak sanggup diam disini lebih lama lagi, dia pun memutuskan untuk pergi. Di depan pintu, dia teridam sejenak untuk bilang: “Terimakasih...”
Advertisement


EmoticonEmoticon