7/11/2018

SINOPSIS Wok of Love Episode 18 PART 3

SINOPSIS Greasy Melo Episode 18 BAGIAN 3


Poong menerima telpon dari Seol-ja yg memintanya untuk segera datang ke UGD..


Sesampainya disana, Chil-seong mengembalikan buku resep milik Poong. Semua orang merasa gembira sekaligus bahagia karenanya..


Namun dengan ketus, si nenek berkata kalau mereka hampir mati, demi mendapatkan resep itu..


Kembali ke restorannya. Poong duduk sendirian, menatap buku resep yg selama ini dia cari-cari. Sae-woo menatapnya dari luar.. dan memilih untuk membiarkannya sendirian saja..


Dalam salah satu menunya, tertulis resep tofu almond, yg dulu sempat dia janjikan kepada Sae-woo..


Sae-woo masuk ke dapur dan mempersiapkan peralatan untuk memasak..


Tak lama kemudian, Poong datang menghampirinya: “Kamu lapar?” tanyanya

“Aku hanya ingin membuat telur goreng...” jawab Sae-woo

“Di wajan?” tanya Poong

“Ya, aku ingin berlatih menggunakan sudip. Tapi untuk melakukan itu, sepertinya aku juga harus belajar menggunakan wajan. Karena aku kurang pandai menggunakannya. Aku ingin berlatih...” tutur Sae-woo


Poong mengambilkan wajan jenis lainnya, sambil menjelaskan bahwa itu merupaan wajan yg digunakan untuk pemula, “Wajan yang biasa kugunakan lebih berat dan lebih sulit daripada wajan biasa. Jadi, kamu harus memulainya seperti ini...”

“Kukira semuanya sama”

“Kamu harus mengenal wajan agar mahir menggunakan sudip...”


“Pegang wajannya seakan kamu berjabat tangan dengan seseorang. Jangan fokus pada kepalanmu. Tapi bayangkan memutar kepalanku dengan memutar wajannya dalam lingkaran besar...” jelas Poong


“Lemaskan bahumu. Gunakan pergelangan tanganmu. Jika terus menggunakan bahumu, kamu tidak akan bisa tidur karena kesakitan...” paparnya

“Aku tidak bisa menggunakan wajan dan sudip sekaligus. Jadi, bisakah kamu menjadi sudipku? Aku lapar. Ayo buat sesuatu...” ajak Sae-woo

“Kamu belum makan malam? Kamu selalu melewatkan jam makanmu. Memangnya.. Kita mau makan apa?” tanya Poong


“Tiba-tiba banyak sekali yang ingin kumakan..” 

“Pilih yang paling mudah. Kamu bahkan belum becus memasak”

“Tapi sudipku bisa”

“Sudip hanya mengikuti perintah wajan”

“Baiklah, kalau begitu. Menu yang paling mudah saja. Daging asam manis? Aku hafal menu itu karena sering dimarahi..”


Mereka bekerja-sama, memasak makanan.. kali ini, posisinya ditukar. Poong memegang sudip, sementara Sae-woo memegang wajan.

Sae-woo sangat bersemangat. Dia mengikuti seluruh tingkah dan teriakan Poong saat memegang wajan dan memberi instrukis padanya..

“Bahumu baik-baik saja? Kamu mengingat semua ucapanku...” komen Poong

“Wajan dan sudip itu sepasang. Keduanya tidak bisa dipisahkan. Aku bertugas memegang wajan dan kamu bertugas memegang sudip...” jelas Sae-woo dengan bangga


Makanannya telah diap, mereka duduk sambil berbincang..

“Bahuku sama sekali tidak sakit. Aku bisa melakukannya..” ujar Sae-woo

“Kita lihat saja apa kamu bisa mengatakan itu besok pagi...” tukas Poong

“Yang membuat ini aku atau kamu?” tanya Sae-woo

“Kurasa itu tidak penting...” jawab Poong


Beralih topik obrolan, Poong bertanya: “Kamu benar-benar sudah bercerai?”

“Ya...”

“Sudah berapa lama?”

“Di hari aku minum sendirian di kedai itu...”


“Aku menyukaimu...” ucap Poong, yg seketika membuat Sae-woo kaget bukan main.

Hingga kemudian, Poong melanjutkan kalimatnya, “Tapi, aku menyukai Chil Seong seperti aku menyukaimu.  Jadi, aku akan berhenti di sini. Jangan menyukaiku...”


Sejenak diam, lalu dengan pasrah-nya Sae-woo berkata: “Baiklah.”
Comments


EmoticonEmoticon