7/13/2018

SINOPSIS Wok of Love Episode 20 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Greasy Melo Episode 20 BAGIAN 2


Dengan kondisi tangan yg masih di gips sebelah, Poong berusaha membuat kulit balon dari adonan yg dibuatnya sendiri.

Berulang kali dia mencoba, namun ahsilnya selalu gagal.. karena malam sudah sangat larut, akhirnya dia memutuskan untuk beberes dan bbersiap pulang.


Berjalan keluar, Poong masih mencoba meniu balon adonannya.. kebetulan, ada seekor kucing mungil yg tengah duduk di pagar..


Dia pun malah curhat, dihadpaan kucing itu: “Hai, Kucing. Balon adonannya harus bisa ditiup sampai sebesar wajahku untuk menahan berat kaldu dan isinya. Adonannya selalu pecah sebelum aku selesai meniupnya. Jika pecah, nanti adonannya terlalu tebal dan keras. Aku mau melakukannya dengan baik, tapi keadaan tidak memihakku.”


Esok harinya, Poong terus mencoba dan mencoba racikan paling tepat untuk menyempurnakan masakannya. Dia bekerja seharian, hingga tertidur dalam ruang ganti..


Namun rasa lelah-nya, tak sebanding dengan ambisi-nya untuk melawan restoran Hotel Giant. Dia bertekad kuat, untuk memenangkan pertarungan ‘dingin’ ini..


Maka Poong berbicara pada seluruh pegawainya, dia meminta mereka bekerja lebih keras di bagiannya masing-masing.


Nyonya Jin ditugasnya untuk membersihkan udang.. tapi kerjanya sangat lambat, hingga mmebuat Poong kesal dan jadi terus membentaknya, bahkan sampai menyebutnya ‘siput’


Bahkan, Seol-ja sekali pun.. tak kuasa menahan dirinya untuk memarahi Nyonya Jin, yg kerjanya ‘terlalu lemah lembut’ untuk pekerjaan seperti ini..


Poong mengecek bagian adonan, yg sedang di olah Geok-jeong dan Sae-woo. Mereka masih belum menemuka formula yg pas, karena hingga sekarang balonnya terus pecah..


Atas sikap dan perkataannya, Seol-ja meminta maaf kepada Nyonya Jin, “Nyonya, aku sungguh meminta maaf. Mulutku terlalu kurang ajar..”

“Chef Poong memanggilku siput. Para gangster bilang sekrupku ada yang kendur. Mereka bilang aku rusak...”

“Siapa yang mengatakan itu? Maeng Dal? Yang berambut putih?”

“Aku tahu.. Yang berambut putih adalah pria yang datang ke hotel bersamamu. Malah, dia yang paling baik kepadaku...”


Seol-ja kaget, “Anda melihatku datang ke hotel bersama Maeng Dal? Lalu kenapa Anda diam saja hingga sekarang?”

“Bukankah sikap yang benar adalah berpura-pura tidak tahu?” ujar Ny. Jin

“Tidak ada apa-apa di antara kami. Kami bukan siapa-siapa..” jelas Seol-ja

“Kenapa? Lagipula, Dia yang paling baik di antara mereka semua...” ujar Ny. Jin

“Dia tak baik untukku..” tukas Seol-ja

Advertisement


EmoticonEmoticon