7/17/2018

SINOPSIS Wok of Love Episode 21 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Greasy Melo Episode 21 BAGIAN 1


Setelah sae-woo tiba-tiba mencium pipinya, suasana menjadi sangat canggung.. 

“Kamu gila? Kamu sinting?” ujar Poong

“Aku hanya sangat menyukai balon itu...” ujar Sae-woo

“Jika menyukai balon ini, kamu seharusnya mengecupnya. Kenapa kamu mengecup pipiku?..” tukas Poong


Chil-seong tiba di depan restoran.. dia melihat lampu dapur yg masih menyala, lantas dia teringat pada Sae-woo dan Poong yg kompak menyatakan bahwa mereka sudah bercerai dari pasangannya masing-masing..


Masuk ke dapur, Chil-seong lansgung bertanya: “Kalian belum pulang? Sedang apa di sini?”

“Kami meniup kulit pangsit menjadi balon. Kini sudah berhasil...” 


Sae-woo mengajari Chil-seong caranya meniup balon menggunakkkan adonan, dan Chil-seong berhasil.. dia sangat takjub karenanya,


Lantas giliran Poong yg bertanya: “Kenapa kamu di sini semalam ini?”

“Untuk mengawasimu. Untuk memastikan apa kamu bekerja dengan baik...” jawabnya


Di dapur hotel, Master Wang tengah menyiapkan hidangan berbahan udang kayanya sendiri. Tiba-tiba datanglah Seol-ja, maka dia memintanya untuk mencicip masakannya..

“Maukah kamu mencicipi roti bakar udangku untuk kali pertamanya dalam 20 tahun?” pintanya

Tapi kemudian, Seol-ja menegaskan: “Aku menemuimu sebagai kepala Bagian Memotong, dari restoran ‘Hungry Wok’. Berhentilah mengadakan Festival Dim Sum Udang Utuh!”

“Kamu sungguh bekerja di sana?”

“Kamu sungguh menodai harga dirimu dengan mencuri menu orang lain? Seorang chef tidak sepantasnya melakukan itu...”


“Aku sungguh tidak tahu! Seol Ja.... 20 tahun lalu, aku menelan nuraniku bagai memakan bebek peking dan kabur ke Korea dengan uangmu. Tapi kini aku menjaga nuraniku tetap tajam seperti mata pisau. Percayalah kepadaku. Lihatlah. Pisaumu lebih pantas berada di tempat luar biasa ini. Tinggalkan restoran Cina kecil itu sekarang juga! Bekerjalah denganku!”

“Tidak!”

“Aku akan menggajimu tiga kali lipat...”

“Tiga kali lipat? Itu nyaris 10.000 dolar...”

“10.000 dolar. Itulah gajimu...”


Poong, Chil-seng dan Sae-woo duduk di teras depan Restorannya. Sae-woo bertanya pada Chil-seong: “Jika aku dan Poong akan tenggelam, siapa yang akan kamu tolong?”

“Aku akan menolongmu, Lobster Manis...” jawab Chil-seong

Kemudian, Sae-woo menanyakan hal yg sama pada Poong. Tetapi dengan ketus, Poong menjawab kalau dia akan menyelamatkan Chil-seong.

“Tanya aku!” pinta Sae-woo


“Tidak mau! Karena jawabannya sudah jelas...” tukas Chil-seong, tapi kemudian dia bertanya juga: “Jika aku dan Poong akan tenggelam, siapa yang akan kamu tolong?”

“Aku akan menolong Chef Poong...” jawab Sae-woo, membuat Chil-seong bertnaya: “Kenapa?”

“Kurasa kamu pandai berenang dan bisa menyelamatkan diri. Kamu juga pandai bertarung...” jawab Sae-woo


“Artinya aku keren. Serta, artinya aku jantan. Aku jago berenang.  Aku lebih jago daripada Poong...” ujar Chils-eong dengan bangga

Lantas giliran Poong yg bertanya: “Jika kita bertiga akan tenggelam, siapa yang akan menolong kita?”

“Tenang saja. Aku jago berenang. Aku akan menolong kalian berdua...” jawab Chil-seong


Poong tertidur di bangku ruang ganti, Chil-seong menghampirinya: “Jika kamu mau di sini dan tidur seperti itu, tidurlah di atas. Ada banyak kamar...”

“Tidak usah...”

“Kamu boleh tinggal bersamaku sampai menemukan tempat tinggal...”

“Kubilang tidak usah...”


“Lakukan perintahku, Bedebah!”

“Begini... Aku... Tinggal bersama seorang pria? Kamu sedang meminangku?!”

“Kubilang ayo!”tegas Chil-seong samil menarik tangan Poong


Esok paginya.. langkah Seol-ja terhenti di depan restoran. Dia meliik Hungry Wok, kemudian melirik Hotel Giant..

Pikirannya gusar, mengingat perkataan Master Wang malam kemarin, “Dahulu, Poong adalah Bagian Api (penggorengan?) Poong tidak bisa menjadi master untuk pemotong seperti kamu. Jangan bekerja untuknya. Aku pernah menjadi Bagian Memotong seperti kamu. Pisaulah yang menentukan nasib restoran, bukan api. Jangan bekerja dengan orang dungu yang tidak memahami hal itu...”
Advertisement


EmoticonEmoticon