7/17/2018

SINOPSIS Wok of Love Episode 21 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Greasy Melo Episode 21 BAGIAN 2


Turun dari bus, telah ada Chil-seong yg menungu Sae-woo untuk memberikan payung padanya,  “Menurut ramalan cuaca, hari ini akan hujan...”

“Langitnya tidak mendung...”

“Akan ada gerimis dadakan...”

“Tapi langitnya tidak mendung...”

“Akan turun hujan...”

“Mana hujannya?”


Tiba-tiba turun hujan, “Wah.. anda tebakan anda benar juga ternyata..” ujarnya, “Kamu membawa dua payung..”

“Jika hanya membawa satu payung, aku seperti pelit...”

“Ini sebabnya aku tidak bisa membencimu...”


Sambil jalan, Chil-seong berkata: “Sae-woo yaa... Jangan membenciku meski kamu tidak bisa menyukaiku...”

“Meski aku tidak bisa menyukaimu, kamu tidak mau aku membencimu?”


“Belakangan ini, kamu menikah sekaligus bercerai. Pasti kamu melalui masa-masa sulit. Lalu seorang pria seperti aku tiba-tiba menyatakan cinta kepadamu. Mulai sekarang, aku tidak akan menekanmu. Aku hanya akan menjadi bosmu. Jadi, jangan canggung. Kamu bisa merasa nyaman di dekatku. Kini kamu bisa tenang...  Semangat!!!” tutur Chils-eong


Mereka tersenyum lega dan pada waku bersamaan, tiba-tiba hujan yg deras lasngung reda  seketika..


Hari ini merupakan hari pertama festival udang... sebelum mulai bekerja, Poong mem-briefing para pegawai terkait tugasnya masing-masing. Namun anehnya, hingga detik ini Seol-ja belum sampai disini. 

“Pasti dia akan segera datang. Dia belum pernah terlambat. Kemarin, dia mengasah pisaunya sebelum berangkat kerja. Mungkin dia terjebak kemacetan...”


Pada waktu bersamaan, di Hotel Giant.. Master Wang mengumumkan bahwa hari ini, mereka akan kedatangan pegawai baru di bagian pemotongan, “Dia seorang wanita, tapi dia sehebat aku...”


Seol-ja menyebrang jalan, sambil mengingat tawaran menggiurkan dari Master Wang. Namun di pertengahan.. dia kembali bimbang..


Dari sebrang, Master Wang berteriak padanya “Cepatlah menyeberang. Kenapa kamu bimbang?”

Di waktu bersamaan, Poong yg berdiri di arah berlawanan juga berteriak padanya: “Aku tidak bisa melakukan ini tanpa kamu. Bu Chae, kumohon... Bantulah aku...”


Sesaat kemudian.. kita melihat suasana di restoran Hotel Giant yg kedatangan banyak tamu VIP, salah satunya adalah suster Kim (yg dulu merawat Sae-woo)


Hidangan udang buatasn Master Wang sangat disukai dan mendapat berbagai pujian dari pelanggan..


Poong akhirnya melepas gips di tangannya. Sae-woo lantas mengeluh: “Bagaimanapun, kamu seharusnya memberi tahu Sudip-mu dahulu bahwa kamu akan melepas gipsmu. Kamu tidak bisa memberitahuku lebih awal?”

“Pagi ini, dokter bilang bahwa aku boleh melepasnya. Aku tidak sempat memberitahumu. Ada apa? Kamu tidak senang aku melepasnya?”

“Anehnya, iya...”

“Lebih anehnya, kamu kecewa soal gipsku. Kita akan berperang mulai hari ini. Kita harus berperang dengan baik...”


Beberapa saat menunggu, tapi tak ada pelanggan juga: “Sepi sekali. Aku bahkan telah melepas gipsku, tapi tidak bisa menggunakan wajanku...”


Sae-woo berganti pakaian, lalu berjalan keluar. Chils-eong lantas bertanya: “Mau kemana?”

“Aku hendak menjalankan tugas..” jawabnya
Advertisement


EmoticonEmoticon