7/20/2018

SINOPSIS Wok of Love Episode 24 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Greasy Melo Episode 24 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: SBS
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Wok of Love Episode 24 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Wok of Love Episode 24 Part 3

Namun sesaat kemudian, mata Poong langsung terbelalak karena Sae-woo kembali menghampirinya..


Emosi Sae-woo meledak, seketika ia melampiaskan kekesalannya, “Makin parah jika kamu tidak konsisten! Sebaiknya jangan pernah bersikap manis kepadaku! Hati-hati, jangan membuatku menyukaimu! Jangan membuatku bingung! Mau tahu apa yang kubenci? Aku benci kebohongan! Waktu itu, kamu berbohong bahwa itu mimpi. Aku tidak suka kelaparan! Pastikan aku kelaparan saat bekerja! Aku benci pria yang banyak omong! Kamu cerewet di dapur! Aku benci pria dengan kelopak mata ganda.! Salah satu matamu berkelopak ganda. Jalani bedah plastik saja!”

“Sejak kapan kamu menatapku sedekat ini?”


“Aku benci pria yang lebih muda! dan aku benci saat mereka memanggilku ‘noona’! Sebaiknya kamu memanggilku itu mulai besok! Aku benci pria yang gemar membentak! Dan suaramu lantang! Aku benci pria miskin! Ya, aku materialistis! Aku benci pria yang lebih pandai memasak daripada aku! Mereka sebaiknya memakan masakanku apa adanya! Aku benci pria yang tidak bisa berkelahi dan babak belur, lalu tersakiti. Mereka hanya membuatku cemas!!!”

“Tidak ada yang kamu sukai dariku...”


“Benar. Tanganmu mulus. Aku benci pria bertangan mulus!!! Aku benci pria yang pandai berbicara. Mereka harus tahu kapan harus mengalah kepada wanita!!!!”

“Tidak ada yang kamu sukai dariku...”

“Aku benci pria pekerja keras. Mereka menyebalkan. Aku benci pria yang menyerah sebelum mencoba. Itu pengecut. Aku benci pria yang menyimpan rahasia. Kenapa kamu tidak memberitahuku tulisan pada fortune cookies itu? Aku benci pria yang menjaga jarak. Memangnya kamu apa, raja?!”


“Kamu membenciku?”

“Aku tidak pernah mengatakan itu. Aku benci diriku sendiri. Aku benci diriku sendiri karena bersikap seperti ini!!!!!”


Sae-woo pulang ke rumahnya.. tapi sosok Poong terus berkeliaran dalam benak dan pikirannya.


Sebelum tidur Sae-woo membaca sebuah buku. Ada sebuah kutipan yg dia baca berulang kali: ‘Ya, ada cinta yang tertinggal satu langkah yg membuatnya terus mencemaskan pasangannya. Cinta itu, seringkali ada di dekatnya... atau mengikutinya dari belakang..’


Master Wang meminta maaf pada Yong sajang, karena telah kalah melwan Poong,

Namun Yong Sajang malah berkata: “Kamu harus menyiapkan hidangan untuk 100 pelanggan sesuai rencana!”

“Apa maksud Anda?” tanya Master Wang 

“Kita telah menjadi sponsor RS Taeyang selama bertahun-tahun. Mereka harus mengadakan jamuan di sini. Jangan biarkan mereka berpaling ke restoran tetangga...” jelas Yong Sajang


Master Wang nampak ragu, lantas Yong Sajang berkata: “Kenapa kamu begitu naif?  Aku akan menelepon direktur RS itu, jadi, tenang saja...”

“Aku akan menghubungi pelanggan VIP dan meminta mereka membatalkan pesanan di Hungry Wok..” ujar Master Wang

“Dia harus membatalkannya di hari-H.. Mereka menghina kita di dapur kita sendiri. Jika mereka membatalkan lebih dini, kita akan terlalu baik!” tuutr Yong sajang, “Jika kita kehilangan pelanggan karena kalah saing, kamu akan dalam masalah...” tambahnya sambil tersenyum picik


Diam-diam.. nenek Kim menyelipkan secarik catatan kecil di pintu kantornya Chil-seong. Tapi tiba-tiba, Chil-seong muncul di  belakangnya dan langsung mengambil catatan itu..


Setelah dibuka, isinya sebuah pesan: ‘Seperti yang kamu minta, aku akan pergi. Aku tidak akan pernah muncul di hadapanmu lagi. Jaga dirimu, Chil Seong....’

Chil-seong lantas berkomentar: “Apa-apaan. Anda akan pergi? Sungguh? Anda sungguh tidak akan muncul lagi?”


Poong membagi tugas untuk menyiapkan jamuan bagi tamu dari RS Taeyang. Semuanya sangat antusias melakukannya, dengan harapan restoran mereka akan sukses karena acara ini...


Hingga secara tiba-tiba, Chils-eong masuk sambil menggandeng tangan Nenek Kim. Lantas ada yg bertanya: “Kau sepagi ini, kesini untuk menjual permen karet?”

Tapi dengan lantangnya, Chil-seong berkata: “Dia ibuku!”

Semuanya kaget mendengarnya, “Kami kira.. anda tak punya ibu..”

“Tapi dia adalah ibuku!” tegas Chil-seong, tapi Nenek Kim bersikeras menetangnya, “Tidak benar.  Aku bukan ibunya...”


“Lantas siapa Anda?” tanya Chil-seong

“Aku hanya pedagang permen karet..” jawab Nenek Kim yg terus menundukkan wajahnya

Lantas, Chil-seong menggenggam tangannya dan berkata: “Dengar ‘kan... ibuku adalah seorang penjual permen karet. Sae-woo bilang ini hal yg baik.. hal baik karena restoran kita akan sukses....”


Chil-seong berjalan keluar, dan Sae-woo mengejarnya. Tapi Chils-eong berusaha menghindarinya..


Kebetulan, Dim-sum tegah duduk di pagar teras, maka Sae-woo menyuruh Chil-seong memberinya makan, “Kamu kan ibunya..”

“Kali ini, kamu saja yg memberinya makan..” jawab Chil-seong yg kemudian berjalan pergi


Didalam restoran, suasana jadi canggung.. Poong menghampiri Nenenk Kim dan bertnaya: “Sudah sarapan?”


Tapi kemudian, Maeng-dal malah bertanya sinis: “Kenapa anda menelantarkannya?”. Spontan, Seol-ja memukul mulutnya dan menawarkan diri untuk memasakan sesuatu untuk Nenek Kim, mungkin tangsuyuk atau jajangmyun..


Maka sesaat kemudian, Nenek Kim duduk sendirian sambil menikmati masakan China yg khusus dibuatkan untuknya..
Advertisement

1 comments:

Semangattt kakak, ya ampun sesuka itu sama drama ini... 😍😍😍
Luv luv...


EmoticonEmoticon