7/21/2018

SINOPSIS Wok of Love Episode 24 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Greasy Melo Episode 24 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: SBS
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Wok of Love Episode 24 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Wok of Love Episode 25 Part 1

Malam hari, Poong ditemani Seol-ja dan Maeng-dal tengah sibuk mengecek bahan-bahan di dapurnya..


Sementara itu, di daur Hotel Giant.. ada Bo-ra yg tengah sibuk berlatih memasak sendirian. Ketika suasana sei, diam-diam dia menelpon Poong untuk mengajaknya bertemu.


Bo-ra meminta maaf, “Poong, bolehkah aku bekerja denganmu?” tanyanya, yg  kemudian menjelaskan: “Saat itu, aku hanya ingin mempertahankan pekerjaanku di hotel. Itu sebabnya aku mengkhianati-mu... Pokoknya, aku akan menerima ganjaran karena telah mengkhianatimu. Itu sangat berat bagiku, Poong.. Asal kamu tahu. Begitu kamu meninggalkan dapur... tak ada yg bisa memandingi kemampuanmu. Semua orang iri dengan keahlian memasakmu...”


Lantas, Poong meresponnya dengan bilang: “Bo Ra. Kamu sebaiknya tetap di hotel. Kamu masih muda.  Jadi, lebih baik kamu belajar di dapur besar. Tapi kamu boleh datang ke restoranku kapan saja...”

“Sungguh?”

“Bo Ra... saat ini adalah saat yg paling membahagiakan yg pernah kurasakan semenjak meninggalkan hotel itu...”


Mereka meminum soju-nya dan berbaikan.. tapi Poong membatasi diri, karena dia masih harus belanja bahan masakan dan dia tak boleh mabuk.


Beberapa pegawai, masih membereskan restoran.. Tetapi Maeng-dal menemani Seol-ja minum soju, ketika tiba-tiba Poong menelponnya..


Poong minta dijemput oleh pegawai yg akan menemaninya belanja.. dia berpesan siapa pun boleh menjemputnya, asalkan jangan Sae-woo.


Tapi sesaat kemudian, yang muncul malah Sae-woo yg dengan polosnya berkata: “Kudengar kamu memintaku datang?”

Mengetahui bahwa Poong akan pergi ke pasar, maka Bo-ra pamit. Namun Poong melarangnya pergi.. sayangnya si Bo-ra yg sudah mabuk berat, tetap pergi, “Aku mencintaimu, Poong... Semoga berhasil, Poong...” ucapnya sambil menunjukkan simbol love dengan jarinya


Ditinggal berduaan, Sae-woo lantas berkata: “Jika tidak mau ke pasar hari ini, kamu bisa pergi bersama Bu Chae besok...”

Poong yg kondisinya setengah mabuk, malah bilang: “Aku merasa sangat senang hari ini...”

“Baguslah. Dia bahkan bilang dia mencintaimu...” sindir Sae-woo, tetapi Poong tetap mengajaknya ke pasar sekarang juga.


Ditengah perjalanan, Sae-woo bertanya: “Kita ke mana dahulu?”

Namun Poong balik bertanya: “Kamu membawa daftar belanjaan-nya?” dan ternyata, Sae-woo tak membawanya, “Haruskah aku kembali untuk mengambilnya dulu?”

“Daftarnya ada di kepalaku...” ujar Poong, yg seketika membaut Sae-woo mendumel: “Kenapa baru bilang sekarang? Kenapa kamu meminta daftarnya tadi?!”


“Kamu marah?” tanya Poong, dan Sae-woo menjawab: “Aku agak jengkel...”

“Astaga, kamu yang bersalah karena tidak membawa daftar itu. Kenapa kamu marah karena aku menghafalnya?” ujar Poong

“Aku tidak marah, tapi hampir. Jadi, itu cukup! Aku tidak mau bicara dengan orang mabuk!” tukas Sae-woo

“Astaga, aku tidak mabuk...” sanggah Poong

“Kamu tampak mabuk...” ujar Sae-woo, yg lantas kembali bertanya: “Kita mau ke mana?”


Namun Poong malah membahas topik yg kemarin dikeluhkan Sae-woo, “Kamu benci pria yang lebih muda?”

“Ya..” jawabnya sigap

“Tanggapanmu cepat sekali... Kamu tidak suka pekerja keras. Kamu tidak suka pria miskin. Kamu tidak suka pria yang lebih pandai memasak daripada kamu. Kamu tidak suka pengecut yang menyerah sebelum mencoba. Kamu juga tidak suka pria yang tidak bisa berkelahi...” tutur Poong, yg membuat Sae-woo berkomentar: “Ingatanmu bagus juga..”


Poong melanjutkan kalimatnya, “Kamu juga bilang tidak suka pria yang berkelopak mata ganda. Kedua mataku berkelopak ganda. Hanya saja, kamu tidak melihatnya. Kamu mau melihatnya?”

“Biar kulihat...”

“Ini. Lihat saja... Ini tersembunyi...”

“Benar.. Kedua kelopak matamu bahkan tidak rata...”


“Lalu, bagaimana? Tidak ada yang kamu sukai dariku...” keluh poong

Lalu Sae-woo bertanya: “Kenapa kamu memintaku menjemputmu? Semua orang masih ada di restoran. Kenapa aku yang kamu pilih?”

“Karena aku merindukanmu...” jawab Poong


Sejenak diam, kemudian Poong meminta maaf karena telah berbohong tentang kejadian di UGD, “Kamu benar. Itu bukan mimpi. Aku melakukan berbagai cara untuk menyelamatkanmu...”

“Berbagai cara? Lantas kenapa kamu menjaga jarak setelah melakukan semua itu? Berdiri di sini bersamamu mengingatkanku pada hari saat aku memintamu berselingkuh denganku...” ujar Sae-woo


Tiba-tiba Poong menciumnya, kemudian mengungkapkan fakta mengejutkan: “Aku menyukaimu.. melebihi rasa suka-ku pada Chil-seong hyung.. Aku tidak bisa berhenti menyukaimu. Aku orang jahat. Tapi, kamu tidak boleh membenciku, ya?”


Sae-woo tak mengatakan apa pun, dan Poong langsung menciumnya lagi...
Advertisement


EmoticonEmoticon