7/21/2018

SINOPSIS Wok of Love Episode 25 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Greasy Melo Episode 25 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: SBS
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Wok of Love Episode 24 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Wok of Love Episode 25 Part 2

Setelah Poong menciumnya, Sae-woo bertanya: “Apa yang akan kita lakukan sekarang?”


Berpindah ke dapur, ada Seol-ja yg hendak mengajari Maeng-dal caranya memotong bahan masakah. Tapi sebellumnya, dia bertanya: “Kamu.. gangster atau koki?”

“Keduanya...”

“Kamu tidak takut memainkan pisau. Artinya kamu pantas bekerja di bagian memotong. Jika kamu hanya fokus pamer dan tangan kananmu tidak kompak dengan tangan kirimu, jarimu bisa terpotong...”

“Kenapa kamu mendadak mau mengajariku?”


Seol-ja tak menjawabnya dan lasngung mengajarinya teknik memotng, bahkan sambil memegang tangannya..


Sae-woo mengaku, dirinya malah merasa takut dan resah.. setelah mendengar pernyataan cinta dari Poong..


Lantas, Poong mengatakan: “Jangan takut... Aku akan melindungimu. Mulai sekarang, cintaku padamu akan lebih besar. Aku tidak akan pernah mendadak pergi darimu. Aku akan menjawab teleponmu, meski tidak bisa menjawab telepon orang lain. Aku berjanji tidak akan menyakitimu. Itu sebabnya aku ragu. Aku tidak bisa menyatakan perasaan sebelum benar-benar yakin. Kita berdua punya masalah dengan pernikahan di masa lalu...”


Poong mencium tangan Sae-woo, kemudian memeluknya erat sambil berkata: “Mari lupakan masa lalu. Karena kita berdua saling mencintai..”


Kembali ke dapur.. Seol-ja dengan telaten, masih terus mengajarkan teknik memotong yg benar pada Maeng-dal..


Sementara diluar.. ada Chil-seong yg hanya seorang diri ditemani Dim-sum. Dia menggendongnya dan mengajaknya berbicara..


“Kenapa belum tidur? Sepertinya kamu tidak bisa tidur karena gelisah... Memang sulit untuk tidur malam ini. Dim Sum, Kamu suka susu, bukan? Mau minum latte bersama ibu?”


Masuk kedalam, Chils-eong bertemu dengan Poong yg lansgung dia ajak minum kopi bersama. 

“Kamu tidak akan bisa tidur jika minum kopi sekarang...” ujar Poong

“Aku memang tidak bisa tidur malam ini meski tanpa kopi...” sahut Chil-seong


Mereka duduk berdua, Chil-seong berterimakasih karena Poong telah membuatkan jajjangmyeon untuk Nenek Kim, yg dia sebuat ‘wanita tua’

Lantas Poong bertanya: “Sesulit itukah menyebut ‘Ibu’?”

“Aku belum pernah memanggil Ibu kepada siapa pun...”

“Kamu bisa mulai memanggilnya Ibu...”

“Tidak...”


Kemudian, Poong menyebut kata ‘ibu’ berulangkali. Setelahnya dia bercerita: “Orang tuaku meninggal saat aku masih kecil. Waktuku menyebut kata itu hanya sebentar. Biarkan aku menyebut Ibu sepuasku... Kamu bisa mengucapkan itu dengan lantang jika tidak punya ibu. Jadi, panggil dia Ibu selagi kamu bisa..”


Lantas, Chil-seong juga bercerita: “Poong.. Aku memutuskan menjadi ibu kucing yang tinggal di depan restoran kita. Dan.. Sae Woo adalah ayahnya. Jadi, aku dan Sae Woo adalah pasangan. Sae Woo memanggilku, ‘Dim-sum eomma’.. Dia bilang kami harus membesarkan kucing itu bersama-sama. Dia mau kami menjadi orang tua yang baik...”


Sejenak suasana hening, lalu Chil-seong melanjutkan ceritanya: “Tadi saat Sae Woo memanggilku ibu Dim Sum, rasanya jantungku berlubang. Dia menolakku dua kali. Tapi mungkin aku masih belum bisa melupakan dia. Kamu tahu bahwa makanan kaleng memiliki tanggal kedaluwarsa? Kuharap seseorang bisa memberitahuku bahwa perasaanku memiliki tanggal kedaluwarsa dan itu harus dibuang...”

Poong menghela nafas panjang, “Hyung.. ada yg ingin kukatakan..” ucapnya


Eh tiba-tiba.. muncul Maeng-dal yg menyela obrolan serius ini dengan berkata: “Bos.. Aku memakai pakaian dalammu...”

“Kamu belum pulang?’ tanya Poong

“Aku akan menginap di sini...” jawabnya

Chil-seong bertanya, hal apa yg barusan ingin dikatakan Poong? Tapi Poong tak lagi ingin mengatakannya sekarang dan memilih untuk segera masuk kamar..
Advertisement


EmoticonEmoticon