7/22/2018

SINOPSIS Wok of Love Episode 26 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Greasy Melo Episode 26 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: SBS
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Wok of Love Episode 26 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Wok of Love Episode 26 Part 3

Yong sajang menelpon Master Wang, untuk memberitahunya bahwa reservasi untuk 100 orang telah diapstikan akan jatuh ke pihak mereka.. karena dia sendiri yg telah menghubungi Direktur RS tersebut..


Tetapi Master Wang tak lagsung mengumumkan berita ini pada para pegawainya. Dia hana bilang.. bahwa dirinya punya kabar baik..


Di pagi hari.. Poong menyiapkan minuman untuk Chil-seong, “Ada sesuatu yg ingin kukatakan..” ucapnya gugup

“Apa ini soal gaji bulanan pegawai?”  tebak Chil-seong, yg lantas berkata: “Tenang saja. Aku akan membayar semuanya sebelum kita mengadakan perjamuan...”

“Aku hendak membayar mereka usai perjamuan...” tukas Poong, “Ada lagi yang ingin kukatakan...” tambahnya


“Lupakan. Aku akan membayar mereka untuk sekarang ini. Kamu sebaiknya menggunakan uang itu untuk keperluan lainnya. Ada banyak keperluan dapur yang kamu butuhkan...” tutur Chil-seong

“Tidak usah, biar aku yang membayar mereka...” ujar Poong, yg kemudian hendak melanjutkan apa yg ingin dikatakannya.


Chil-seong malah berjalan pergi.. ponselnya berdering, ada telpon masuk dari Maeng-dal. Entah apa yg mereka obrolkan. Tapi mereka menyinggung masalah pendemo..


Untuk mempersiapkan tempat yg telah di reservasi, Poong sengaja menutup Hungry Wok. Seluruh koki sangat sibuk mempersiapkan bahan untuk memasak 100 porsi jajangmyeon dan tangsuyuk.


Hingga tiba-tiba.. Nyonya Jin masuk ke dapur, dia menghampiri Poong dan memberitahukan ada telpon dari Suster Kim..


Poong keluar untuk mengangkatnya dan kalimt pertama yg dia dengan adalah permintaan maaf. Suster Kim dengan sangat menyesal, menjelaskan bahwa reservasinya harus dibatalkan..

“Boleh kutanya alasannya? Bisakah Anda memberitahuku?” pinta Poong

“Direktur rumah sakit baru saja memberitahuku bahwa kami menerima donasi besar dari Hotel Giant. Dia memintaku mengadakannya di hotel itu saja. Ini keputusan direktur, jadi, tidak ada yang bisa kulakukan. Aku sungguh meminta maaf...” jelasnya


Poong kecewa, tapi dengan berat hati dia hanya bisa berkata: “Aku mengerti. Mohon beri kami kesempatan untuk melayani Anda di lain waktu...”


Pembatalan ini sangat mendadak.. mereka rugi besar, karena telah mempersiapkan begitu banyak bahan. Para pekerja di dapur, kompak mengeluhkan sikap pelanggan mereka yg terkesan begitu kejam..


Poong menghela nafas panjang.. dia berjalan menuju ruang VIP.. hanya diam, tak mengatakan apa pun, pertanda bahwa dia benar-benar kecewa..


Chil-seong menghampirinya, “Bisakah kamu membuat 10 mangkuk jajangmyeon dan lima porsi besar tangsuyuk?” pintanya, yg kemudian menjelaskan bahwa pesanan itu akan dikirimkan ke hotel

Maka Poong bertanya: “Kamu akan berkelahi menggunakkan jajangmyeon dan tangsuyuk?”

“Bukan seperti itu...” jawabnya, kemudian Poong berkata: “Jangan lakukan itu...”

“Sungguh, bukan. Aku hanya akan mengantarkannya...” ujar Chil-seong

“Kamu tidak boleh mengantarkannya ke sana. Itu melanggar etika bisnisku. Itu tidak baik...” jelas Poong


Mendengarnya, membuat Chil-seong mendumel kesal: “Etika bisnis? Hotel itu membuat mereka membatalkan reservasi kita dua jam sebelumnya. Kita telah menyiapkan bahan-bahan untuk 100 orang, tapi mereka membuat direktur rumah sakit itu berpaling. Kamu menyebut itu etika? Kurasa tidak. Kenapa harus kita yang bersikap baik?!”

“Kamu akan mengantarkan makanan itu kepada siapa?” tanya Poong

“Mereka adalah pelanggan pentingku. Mereka menolak untuk menemuiku karena aku gangster. Tapi aku sungguh harus menemui mereka hari ini...” jawab Chil-seong


“Semua pengawal di hotel itu akan mengenalimu karena insiden buku resep itu. Aku akan ikut denganmu. Aku yang paling tahu hotel itu...” ujar Poong

“Semua orang kecuali kamu boleh ikut. Semua orang di hotel itu mengenalmu!” tukas Chil-seong

“Jika tidak diantarkan tepat waktu, minya akan lodoh!” tegas Poong

“Tenang saja. Aku akan mengantarkannya tepat waktu. Mereka adalah orang-orang yang paling lapar di hotel saat ini. Mereka akan jauh lebih menghargai jajangmyeon-mu daripada para dokter yang siap makan disana. Jadi, tolong buatlah seenak mungkin. Ya?” pinta Chil-seong


Hotel Giant dipenuhi pelanggan, yg harusnya datang ke Hungry Wok. Mereka sangat menikmati hidangan yg disajikan disana..

Direktur RS memuji Master Wang secara lansgung, tapi dia bertanya penasaran: “Kalian menjual hidangan 70 dolar seharga 18 dolar saja hari ini. Kamu tidak mengalami kerugian besar?”

“Jika itu demi pelanggan VIP, kami bisa melakukan apa pun tanpa memandang biayanya...”


Meski menikmati makanannya.. tapi terlihat jelas, ekspresi bersalah di wajah Suster Kim..


Berdandan ala cowboy.. Chil-seong ditemani Maeng-dan dan Du-shik, menyelinap masuk ke dalam hotel tepatnya ke depan aula utama yg di depan pintunya terpasang banner besar, bertuliskan: ‘Bayar biaya konstruksi yang sudah lewat batas tenggat! Hotel ini membunuh bisnis kecil!’


Menggunaan kunci ‘maling’, merka berhasil membuka pintu dan memasuki ruangan dimana terdapat puluhan pendemo yg sedang tiduran disana..


Dengan cara yg sopan, Chil-seong memperkenalkan dirinya: “Aku Du Chil Seong, gangster yang tiada hentinya menelepon kalian. Aku ingin menemui kalian secara langsung karena kalian terus menolak untuk menemuiku...”

Mendengar kata gangster, maka mereka kompak mengusir Chil-seong dan kawan-kawannya, “Apa lagi yang kamu inginkan dari kami? Apa yang ingin kamu ambil dari kami? Keluar sekarang juga!” teriaknya
Advertisement


EmoticonEmoticon