7/22/2018

SINOPSIS Wok of Love Episode 26 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Greasy Melo Episode 26 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: SBS
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Wok of Love Episode 26 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Wok of Love Episode 27 Part 1

Bukannya pergi, Chil-seong malah menyuruh Maeng-dal dan Du-shik untuk membuka kopernya yg berisi jajangmyung.. kemudian membagikannya untuk para pendemo.


Meski ragu-ragu, tapi pada akhirnya mereka semua mengambil dan memakannya dengan begitu lahap..


Chil-seong memanfaatkan momen ini untuk mendekatkan dirinya pada para pendemo. Dia menjelaskan, “Kami sangat memahami kesulitan kalian. Para bedebah di hotel ini tidak membayar biaya konstruksinya. Lalu mereka memanggil gangster untuk menindas kalian. Kalian bahkan kurang makan, jadi, kalian pasti kelaparan. Itu sebabnya aku membawakan jajangmyeon, tangsuyuk , dan pangsit goreng yang paling enak di Korea. Jajangmyeon yang kalian makan adalah buatan chef utama yang bekerja di Hungry Wok, Restoran Cina seberang jalan...”

“Anak-anakku juga harus bisa menikmati jajangmyeon enak dan tangsuyuk ini kapan pun mereka mau...” ujar salah seorang pendemo


Sementara itu, di Hungry Wok.. para koki terduduk lesu, tak tahu harus bersikap bagaimana. Poong menyendiri di dapur..


Diam-diam.. Sae-woo menghampirinya dan menggenggam tangannya dengan begitu erat..


Kembali ke Aula Hotel, Chil-seong bertanya pada para pendemo: “Kenapa mereka tidak mau membayar biaya konstruksinya? Kudengar, kalian belum menerima biaya konstruksi untuk aula perjamuan, lobi, dan pintu utama...” 

“Ya. Batas tenggat pembayarannya sebentar lagi. Jika mereka tetap tidak membayarnya, kami akan berdemo di lobi...” jawab mereka


Lantas kemudian, Chil-seong bertanya dengan sopan: “Bagaimana jika Anda menjual hak demonstrasi Anda kepadaku?”, kemudian menjelaskan: “Yang kubicarakan ini soal hak gadai. Aku akan membeli hak gadai Anda. Aku akan membayar biaya konstruksinya kepada Anda. Sebagai gantinya, Anda bisa memberiku hak gadainya. Gangster seperti kamilah yang seharusnya berurusan dengan bedebah busuk di hotel ini!!!”


Di tempat makan.. melihat direktur-nya sangat menikmati jajangmyung, Suster Kim berkomentar pelan: “Semangkuk jajangmyeon tidak boleh melupakan esensinya...”

“Anda makan di hotel, jadi, jajangmyeon-nya harus berbeda...” sahut Master Wang


Karena tak ada lagi pekerjaan, Poong mempersilahkan para pegawainya untuk pulang lebih awal...


Sementara Poong sendiri, sengaja mendatangi Hotel Giant.. dia bertemu dengan Suster Kim, dan lasung minta ditunjukkan yg mana Direktur RS..


Setelah mengetahuinya, Poong lasngung menghampirinya. Dengan seopan, dia menyapanya: “Aku Seo Poong, chef utama Hungry Wok, restoran yang awalnya Anda pesan hari ini untuk makan malam...”

“Ada apa datang kemari?”

“Anda menikmati makan malam Anda?”

“Ya, aku menikmati makanan yang sangat enak dan mengenyangkan...”

“Jika Anda tidak keberatan, aku ingin mengundang Anda minum di restoranku...”


Chil-seong dan kawan-kawan, memeberskan sisa makan para pendemo, “Astaga, makanannya habis sampai tidak tersisa. Poong pasti akan sangat menyukai ini. Dia suka mangkuk kosong...” komennya


Sae-woo, ibunya dan Seol-ja.. mampir ke toko kosmetik. Mereka bisa berbelanja, karena baru saja gajian hari ini..


Ibu mengenakan riasan di wajah Sae-woo sambil berkata: “Dahulu, kamu selalu memakai rias wajah cantik seperti ini...”


Direktur RS, akhirnya setuju untuk mengunjungi Hungry Wok. Dia duduk sendirian, menunggu Poong yg memasak dengan begitu serius..


Saat hidangannya matang dan telah disajikan, Pak direktur berkata: “Aku kenyang karena banyak makan tadi. Entah apa aku bisa memakan ini...”

“Aku sudah menduganya. Jadi, aku membuat makanan ringan dengan jajangmyeon dan tangsuyuk. Cobalah minuman beralkohol Prancis ala Cina ini. Itu juga akan pas dengan koktail Kaoliang...” jelas Poong


Nampaknya, beliau sangat menikmati hidangan tersebut. akan tetapi beliau tak berkomentar apa pun.. setelah makan bebrapa suap, dia meninggalkan selembar cek dengan nominal 100 dolar, kemudian berjalan pergi beitu saja...


Poong berjalan keluar, lalu duduk di bangku teras depan.. tak lama kemudian, datanglah Sae-woo yg langusng duudk disebelahnya..


“Karena kukira kamu mungkin kecewa karena pembatalan perjamuan itu, aku kemari untuk menghiburmu diam-diam...” ujar Sae-woo, sambil mengeluarkan bir yg dia bawa.


Poong melihat wajah Sae-woo, lantas dia bertanya: “Kamu.. pakai make-up??”

“Ini sih bukan apa-apa...” jawab Sae-woo, yg kemudian balik bertanya: “Ekspresimu kenapa?”

“Baik kaya maupun miskin, kamu bisa merasakan makanan yang sama. Besok akan ada respons...” ujar Poong denga lirihnya


Beralih topik, mereka kembali membahas hubungan mereka yg status-nya diam-diam. Poong bilang: “Aku tidak mau berpacaran diam-diam...”

“Jika tidak mau, aku akan membunuhmu!” tukas Sae-woo, lalu mereka pun berciuman..


Eh tenyata.. tak jauh darisana.. berdiri Chil-seong yg sedari tadi memerhatikan mereka~~~
Advertisement

2 comments

Yey udh update lgi... Makasih kkak...


EmoticonEmoticon