7/25/2018

SINOPSIS Wok of Love Episode 27 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Greasy Melo Episode 27 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: SBS
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Wok of Love Episode 26 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Wok of Love Episode 27 Part 2

Setelah melihat Sae-woo bermesraan dengan Poong, Chil-seong memutuskan untuk pulang ke rumahnya..


Di ruang tengah, dia duduk.. merenungkan momen ketika Poong beberapa kali mengungkapkan keinginannya untuk mengatakan sesuatu, namun tak pernah jadi karena dia selalu memotong pembicaraannya.


Poong mengantar Sae-woo pulang.. tapi sepanjang perjalanan, Sae-woo tak pernah menyebutkan alamatnya dengan jelas. Awalnya dia bilang di daerah Shincon, tapi kemudian dia bilang di daerah Jamsil yg mengharuskan Poong untuk memutar arah.


Sae-woo malah terkekeh, mengatakan bahwa dia sangat senang bisa lebih lama menghabiskan waktunya, berkendara dengan Poong...


Setelah beberapa saat melamun sendirian, tiba-tiba Dim-sum lewat di depannya. Chil-seong memangkunya, sambil curhat: “Ayahmu (Sae-woo), ternayta punya pacar..” ujarnya


Tak sengaja, Chil-seong melihat makanan Dim-sum yg masih utuh.. kemudian jika didengar dengan seksama, suaranya pun terdengar lemah.


Maka detik itu juga, Chil-seong bergegas membawanya ke dokter Hewan, yg sangat kebetulan adalah wanita yg dulu bertemu dengannya di RS.


Dokter itu masih mengingat Chil-seong, namun tidak sebaliknya.. karena saat ini Chil-seong terlalu mengkhawatirkan kondisi Dim-sum..


Setelah memeriksanya, Dokter menjelaskan: “Kurasa dia sakit setelah meminum susu sapi. Mulai sekarang, kamu harus memberi dia susu untuk kucing. Tapi untuk memastikan, dia harus diopnam, karena harus menjalankan beberapa tes lagi..”


Chil-seong faham.. lantas dia meninggalkan Dim-sum dan pamit pergi. Bu Dokter terus memerhatikannya, sambil mengeluh pelan: “Dia bahkan tidak mengingatku...”


Poong terus mengemudi.. karena Sae-woo belum juga memberi alamt pasti.. Degan genitnya, Sae-woo malah menawarkan diri untuk mengemudi, supaya bisa berpegian semalaman.

Namun karena Poong bersikeras ingin mengantarnya pulang, akhirnya Sae-woo memintanya berhenti didepan sebuah apartemen.


Poong turun dari mobil dan menggantarnya hingga loby.. Sae-woo memintanya untuk pulang, namun Poong menolak dengan alasan, ingin melihat Sae-woo masuk kedalam...


Dengan gelagat yg seperti ‘terpaksa’, Sae-woo menekan passcode, kemudian pintu terbuka dan dia masuk sambil melambaikan tangannya. Maka barulah, Poong bisa pulang dengan tenang..


Sesaat setelah Poong pergi, Sae-woo berjalan keluar lagi.. dan sangat kebetulan, karena dia malah bertemu dengan O-jik, mantan suaminya.

Dengan ekspresi datar: O-jik berkata: “Aku baru saja datang dari bandara. Ayo pulang dan bicara..”

“Ini bukan rumah kita lagi. .” sahut Sae-woo, maka O-jik bertanya: “Lantas kenapa kamu di sini?”

Sae-woo enggan menjawabnya, lalu O-jik meminta maaf: “Aku tidak bisa memenangi hati orang tuaku, meninggalkanmu di sini, dan kabur. Aku tidak akan pernah bisa memenangi hati mereka...”


“Aku tahu. Sampai jumpa di pengadilan!” ujar Sae-woo dengan ketusnya, lalu berjalan pergi.


Namun beberapa saat kemudian, Sae-woo kembali menghampirinya dan langsung menghampiaskan emosinya dengan memaparkan: “Kamu seharusnya menggunakan etika saat menceraikanku. Bisa-bisanya kamu mengakhirinya seperti itu. Aku tahu kamu di luar negeri, tapi apa jemarimu patah? Kenapa tidak menelepon? Kamu bersembunyi di balik orang tuamu dan memaksaku meneken surat cerainya. Kamu bahkan bukan manusia! Tidak ada kata-kata yang bisa menghakimi tindakanmu. Aku tidak mau mendengar alasanmu sedetik pun! Hanya karena ayahku mengalami musibah, teganya kamu mengakhiri hubungan kita seperti ini? Kamu membuat orang tuaku nyaris pingsan karena tidak ke pelaminan. Kamu menganggapku dan keluargaku yang miskin memelorotimu? Itukah sebabnya kamu begitu takut untuk kembali ke Seoul hingga kemarin? Begitukah? Benarkah?”

“Pernikahan adalah kenyataan. Orang-orang yang sederajatlah yang seharusnya hidup bersama. Mewujudkan keinginan orang tua mereka...” tutur O-jok

“Baiklah. Sampai jumpa di pengadilan!” tukas Sae-woo,, dan O-jik menmbahkan: “Jangan terlambat...”


Sae-woo berjalan pulang dan tak kuasa menahan tangisnya sambil mendumel: “Aku tidak menangis karena kamu. Aku jengkel pada diriku karena pernah menyukaimu!”


Chil-seong pulang dalam kondisi mabuk, hingga membuatnya tersandung dan jatung di dalam ruamhnya sendiri. Namun dia bangkit dan berjalan lurus menuju kamar..


Disana.. kelihatan Poong yg telah tertidur lelap. Maka dengan entengnya, berulang kali Chils-eong memanggil Poong, ‘bedebah.. bangsat..’


Bahkan lebih parahnya, Chil-seong berbisik di telingnya Poong sambil bilang: “Dasar bedebah cerdik! Aku cemburu, Bedebah! Aku cemburu kepadamu, Bedebah!”
Advertisement


EmoticonEmoticon