7/27/2018

SINOPSIS Wok of Love Episode 30 PART 1

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Greasy Melo Episode 30 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: SBS
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Wok of Love Episode 29 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Wok of Love Episode 30 Part 2

Poong menghidangkan menu pembuka, yaitu Roti Lapis Kulit Tahu Sarang Burung. Yong Sajang sangat menikmatinya, dia pun tak segan untuk memuji Poong,

“Aku merasa terhormat karena Anda puas, tapi aku menolak mendengar pujian Anda..” ujar Poong, yg lantas kembali ke dapur untuk menyiapkan hidangan berikutnya


“Dia masih kasar dan tidak sopan...” komen Master Wang, maka Yong Sajang berkata: “Itulah pesonanya...”


Berikutnya, Poong menghidangkan menu utama yakni sirip ikan hiu yang di atasnya diberi telur kepiting dalam kecap.

Lagi-lagi, Yong-sajang memujinya.. bahkan dia sampai memintanya untuk kembali ke hotel dan menjadi Chef utama disana.


Master Wang terkejut, “Pak. Anda memecat saya?”

“Kenapa kamu sekaget itu? Kamu tidak dipecat sampai Poong setuju, jadi, jangan menyimpulkannyasecepat itu..” jelas Yong sajang


Poong juga terkejut, namun dia tak begitu menghiraukannya. Dia pamit untuk menyiapkan hidangan berikutnya, 


Kepada Master Wang, Yong sajang menjelaskan: “Klien rumah sakit harus berdatangan seperti sebelumnya agar fasilitas hotel tambahan dan kamar akan digunakan, dan hotel akan bertahan. Pikirmu aku melakukan ini karena aku menyukai Poong?”


Poong kembali dengan menghidangkan steak goreng asap, yg dimakannya menggunakkan garpu dan pisau. Hal tersebut, bertentangan dengan prinsip tradisional milik Master Wang.

“Tiap kali aku memikirkan sesuatu yang berbeda, kamu hanya berfokus pada dasar dan tradisi, dan mengabaikan semua ide-ideku. Berkat dirimu, aku memasak dengan lebih bebas dan kreatif di atas dasar-dasar masakan Cina...” jelas Poong, yg lagi-lagi membuat Yong sajang berusaha membujuknya untuk bekerja di Hotel.


Namun dengan tegas, Poong menagtakan: “Aku tidak mau dapur besar. Aku suka menjadi chef di sini...”

“Apa karena Dal Hui? Aku akan putus dengannya...” ujar Yong sajang. Mendengarnya, sontak membuat Poong emosi, “Dasar bedebah. Bagaimana bisa kamu mengatakan itu?! Aku tidak berniat menjadi kepala chef di hotelmu, jadi, enyahlah!”


Yong Sajang bersiap pergi, tapi sebelumnay dia berkata dengan angkuh: “Aku menjamin kamu tidak akan bisa melepaskan posisi kepala chef di hotel. Kamu seperti itu. Aku sangat mengenalmu!”


Dalam kondisi yg masih sangat emosi, Master Wang mengungkapkan: “Chae Seol Ja dan Im Geok Jeong datang menemuiku. Aku bisa mengambil Bagian Memotong dan Bagian Mi darimu jika aku mau. Jangan mengincar posisi kepala chef milikku.  Dan  Hukumlah staf dapurmu dengan keras, Bedebah!!!”


Nyonya Jin menceritakan pertemuannya dengan Poong siang tadi, “Dia meneleponku sepanjang hari. Aku tidak bisa mengabaikan dia. Dia membungkuk dan meminta maaf padaku dengan penuh hormat...”

Sae-woo tanya, “Dia bilang apa?”, lantas Ny. Jin menjawab: “Katanya dia tidak menyukaimu. Itu tidak akan pernah terjadi...”

Lalu Seol-ja yg bertanya, “Anda akan kembali bekerja?”, dan Ny. Jin menjawab: “Kubilang aku akan memikirkannya...”


Ponsel Sae-woo berdering, ada telpon masuk dari Poong. Lantas diam-diam.. dia berjalan menuju kamarnya untuk mengangkat telponya.


Poong menelpon untuk mengajak Sae-woo bertemu di depan rumahnya sekarang juga. Sae-woo panik, “Jangan..” pintanya

“Aku sudah di perjalanan...” tukas Poong, maka Saae-woo tak punya pilian lain selain bertemu dengannya.


Setelah berganti pakaian, Sae-woo menyelinap keluar, tanpa sepengetahuan orang rumah kecuali Seol-ja.


Chil-seong mengambil cek sebesar 3 juta dollar dari dalam brankasnya. dia memerhatikan sesisi ruangan, lalu teringat perkataan sang ibu yg menyebutnya sebagai kebanggaannya..


Menggunakan taksi, Sae-woo sampai di depan ‘rumah’-nya. Poong lebih dulu sampai sana, tapi dia pura-pura tak tahu dan sengaja memerhatikannya dari kejauhan. Dia tertawa, “Dia sangat manis. Astaga, dia berusaha terlalu keras...” komennya
Advertisement


EmoticonEmoticon