7/27/2018

SINOPSIS Wok of Love Episode 30 PART 2

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Greasy Melo Episode 30 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: SBS
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Wok of Love Episode 30 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Wok of Love Episode 30 Part 3

Poong menelponnya, memberitahu kalau dia sudah ada di depan. Maka bergegas, Sae-woo bersiap-siap supaya terlihat seolah dia baru keluar dari apartemen itu..


“Kamu datang untuk berbaikan?  Aku menyukai pria yang tahu cara berdamai dengan cepat setelah bertengkar...” tutur Sae-woo

Poong yg iseng, menggoda Sae-woo dengan bertanya: “Haruskah kusapa orang tuamu karena aku sudah di sini?”


“Apa kamu gila? Kamu tidak tahu pukul berapa ini?” tukas Sae-woo, yg bergegas mengalihkan topik pembicaraan dengan bertanya, “Bagaimana reservasi omakase-mu? Siapa pelanggan anonimnya? Dia menyukai makananmu?”


Poong enggan menjawabnya, maka mereka pun berjalan menuju mobil. Dan dari balkon kamarnya, O-jik melihat mereka...


Sendiiran, Chil-seong mendatangi Hotel Giant. Dia sengaja memperlihatkan wajahnya ke arah CCTV berada..


Alhasil, ketika sampai didepan ruang aula.. sekelompok gengster bawahannya si Crooked, bergerombol menyergapnya.


Chil-seong tak merasa gentar sedikit pun. Dia malah menantang mereka, sambil menunjukkan amplop berisisi 3 juta dolar yg dibawanya. 

Crooked berhasil merebutnya dan Chil-seong tak bergeming sedikit pun. Malahan, dia harus berhadapan dengan anak buah gengster yg jumlahnya sangat banyak..


Namun hal itu tak menjadi masalah. Chil-seong mampu mengalahkan mereka semua dalam satu pukulan. Hingga yg tersisa tinggal Chil-seong sendiri, melawan si Crooked.


Itu bukanlah tugas yg berat, satu tonjokkan saja berhasil membuatnya terkapar di lantai. Sekarang saatnya Chil-seong memsauki ruang aula untuk menemui para pendemo dengan membawa cek bernominal 3 juta dolar, serta si Crooked yg sudah tak sadarkan diri.


Chi-seong bernegosiasi dengan mereka.. dia akan memberikan uang sebesar 3 juta tersebut untuk ditukar dengan hak pendemo..


Poong menceritakan pertemuannya dengan Nyonya Jin, “Aku memintanya kembali bekerja mulai besok...”

“Sungguh? Apa dia akan datang untuk bekerja besok?”

“Aku tidak tahu. Tapi aku harus memastikan dia datang. Dia pasti benar-benar membenciku. Aku harus bagaimana?”


“Kamu ingin membuat dia terkesan?” tanya Sae-woo, maka Poong berkata: “Iya.. Kamu memberitahuku bahwa karyawan lebih penting daripada pelanggan. Aku tahu dan itu benar”

“Tapi kamu tidak perlu mencoba membuat dia terkesan. Perlakukan saja semua orang seperti yang biasa kamu lakukan. Dia yang berprasangka. Seharusnya dia terbuka, tapi dia hanya melihat yang ingin dilihatnya. Dia hanya melihat dunia seperti yang dia inginkan..”  ujar Sae-woo yg kemudian nyerocos menjelekkan Nyonya Jin


Mendengarnya, membuat Poong terkekeh, “Kamu ini dasar yaa..” komennya, yg kemudian bertanya: “Jika aku  menjadi chef di Hotel, apa staf dapur akan berpendapat lain tentang aku?”

Sae-woo balik bertanya: “Kenapa kamu bilang begitu? Kamu ingin bekerja di sana?”

“Aku tidak yakin. ..” jawab Pong, yg kemudian mengajaknya makan ramen saja.


Seol-ja bertemu dengan Master Wang yg telah menunggunya di sebuah kedai pinggir jalan. Selain mereka, disana adapulah Maeng-dal..


Master Wang menganggapnya sebagai rival, maka dia bertanya lansgung pada Seol-ja, “Kamu mempermainkan aku? Kamu mempermainkan aku karena aku menyukaimu?”

“Kamu yang meminta aku datang. Lalu kamu menyuruh aku pergi. Bukankah kamu yang mempermainkan aku?” tukas Seol-ja

“Setelah hari itu, kamu tahu berapa kali aku berdiri di penyeberangan itu? Kamu mempermalukan aku di depan Poong. Kamu puas?” bentaknya


Maeng-dal tak suka melihat Seol-ja dibentak. Refleks, dia bangkit untuk balik memarahi Master Wang. Tanpa ragu dia bahkan menonjoknya hingga membuatnya terkapan dihadapan banyak orang.

“Kamu menyukai Seol Ja? Kalian berdua berpacaran?!” cecar Master Wang


“Ya, aku menyukainya. Kami akan berpacaran. Dia wanitaku. Jadi, jika kamu berkeliaran lagi di dekatnya, akan kuhabisi kamu. Kamu akan mati, paham?!” tegasnya
Advertisement


EmoticonEmoticon