7/29/2018

SINOPSIS Wok of Love Episode 31 PART 1

Advertisement
SINOPSIS Greasy Melo Episode 31 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: SBS
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Wok of Love Episode 30 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Wok of Love Episode 31 Part 2

Mengetahui ada Seol-ja dan Maeng-dal dalam ruangan yg sama, lantas Poong bertanya: “Sedang apa kalian disini?”

“Soal itu tidak penting. Kami kemari untuk mengambil daging agar kami bisa mencincangnya, tapi aku tiba-tiba mendengar hal yang paling absurd. Karena itu aku menguping di sana...” tutur Seol-ja yg kemudian mengajak mereka untuk membicarakan hal ini diluar


Maeng-dal memberikan waktu dan ruang untuk mereka bertiga berbicara, sementara dirinya pergi dengan mengajak para ajusshi gensgter bersamanya.

Mereka penasaran, “Kenapa semuanya di dapur malam-malam begini?”, namun Maeng-dal tak ingin ikut campur lebih jauh.


Seol-ja bertanya, sejaka kapan Poong mengetahui semuanya? Poong menjelaskan, kalau semalam dia tak sengaja melihat amplop undangan pernikahan Sae-woo..

“Aku sudah seperti bibinya Sae Woo. Kalian lebih baik putus sebelum Nyonya Jin tahu. Kamu memecat ibu pacarmu. Jadi, putuslah sekarang...” ujar Seol-ja. Spontan Sae-woo berkata, “Bibi.. kamu sangat kejam..”

“Memang apa yg kulakukan? Nona sendiri yg menyarankan aku untuk bekerja disini..” tukas Seol-ja


“Bibi bilang akan mencari pekerjaan. Jadi, kukira lebih baik jika Bibi bekerja untuk chef hebat di restoran Cina yang bagus. Setidaknya Bibi harus memiliki pekerjaan yang layak di antara kita. Aku hampir panik saat aku datang dan melihat Bibi, Geok Jeong, dan ibuku bekerja di sini. Aku tahu kita harus bekerja untuk membayar sewa, tapi ibuku tidak pernah mencuci satu pun piring seumur hidupnya. Maka aku datang dan menawarkan tukar posisi denganku sebagai pelayan...” papar Sae-woo

“Jika kamu peduli dan sangat mencemaskan ibumu, kenapa kamu malah berpacaran dengan pria yang ibumu benci?” tukas Seol-ja, maka Sae-woo balik bertanya, “Jadi, maksudnya Anda tidak berbuat salah?”

“Itu lain cerita. Teganya kalian membohongi kami soal hubungan ini. Bukankah kamu memberi tahu Bu Jin bahwa kamu tidak menyukai Sae Woo dan tidak akan pernah suka? Kamu yang menipu kami, bukan?” tuduh Seol-ja pada Poong


Poong lantas membela dirinya sendiri dengan berkata: “Fakta bahwa Anda membohongiku bukan masalah sama sekali? Anda tahu betapa aku memercayai dan menyukai Anda. Teganya Anda melakukan ini kepadaku!”


“Bibi, kita minta maaf saja kepadanya. Kita yang membohongi dia duluan...” pinta Sae-woo, namun lagi-lagi Seol-ja malah meminta mereka untuk mengakhiri hubungannya sebelum Ny. Jin tahu, “Aku belum lama bekerja di sini. Tapi aku sudah 20 tahun bekerja untuk Ny. Jin. Aku tidak tahu pendapat Nona Sae Woo tentang aku. Tapi aku menganggapnya sebagai keponakanku sendiri saat aku mencuci pakaian dalam dan mengemas bekalnya. Aku bahkan membantu dia menyiapkan pernikahannya. Jika aku menganggap diriku sebagai pembantu, aku tidak akan berani bicara begini. Silakan menganggap aku keterlaluan, tapi aku secara pribadi suka menjadi anggota dari keluarga ini. Selama 20 tahun, aku bekerja di rumah mereka seperti keluarga, jadi, tidak ada pilihan. Maafkan aku, Chef Poong...” paparnya


Sae-woo langsung meminta maaf kepada Poong, “Sungguh tidak ada yang bisa kukatakan kepadamu. Maaf aku membohongimu dan tidak memberitahumu. Aku membohongimu lebih dari 100 kali karena ini...”

“Ada sesuatu yang benar-benar ingin kuketahui. Rumah siapa itu?” tanya Poong, lalu Sae-woo menjawab: “Aku pernah tinggal dengan mantan suamiku di sana...”


“Mulai sekarang, kamu pun boleh membohongiku 100 kali. Kamu bisa melakukannya. Aku akan memercayai setiap kebohongan itu...” ujar Poong yg kemudian memeluk Sae-woo sambil bertanya, “Ada kebohongan lain yang belum kamu akui?”

“Setahuku tidak ada...” jawabnya, lantas Poong berkata: “Pasti sulit selama ini. Pasti sulit bagimu untuk menyimpannya sendirian. Jangan berbohong lagi, ya.”


Seol-ja mengajak Sae-woo untuk pulang. Dan lagi.. dia menegaskan, agar mereka mengakhiri hubungannya dan menyuruh Poong untuk mencari orang yg akan menggantikkan posisi mereka di dapur, karena kemungkinan besar mereka akan berhenti daari posisinay masing-masing.


Karena malam sudah larut, maka Poong menawarkan diri untuk mengantar merkea pulang.. tak memeddulikan keberadaan Seol-ja, Poong dan Sae-woo masih sempat berpegangan tangan sebelum akhirnya berpisah dan Sae-woo memasuki rumah..


Orang rumah sepertinya telah tidur. Maka sengaja, Sae-woo meminta Seol-ja untuk tidak menyalakan lampu ruang depan..


Mereka mengambil air di dapur, sambil berbincang. Seol-ja mengomentari sikap Sae-woo yg lebih dulu menyatakan perasaannya pada Poong, “Apa kamu gila? Di dapur tempat kita bekerja? Tampaknya kamu menyukainya lebih daripada dia menyukaimu...”


“Mungkin...” jawab Sae-woo sambil tersenyum, lantas Seol-ja menceramahinya, “Wanita tidak boleh menunjukkan dia menyukai seseorang. Kamu tidak punya harga diri? Perkataanmu di ruang pendingin membuatku sangat kesal. Wanita tidak boleh bilang "aku mencintaimu" lebih dahulu. Pria yang harus mengatakannya lebih dahulu. Dan saat pria mengatakan dia mencintaimu sekitar 10 kali, kamu harus mempertimbangkan mengatakan "aku mencintaimu juga". Kamu lebih dari cukup untuk dia. Kenapa kamu harus menempel padanya? Kamu bahkan mengakui cintamu lebih dahulu. Selama ini seperti itu caramu berpacaran?”


“Aku memberi tahu dia, aku menyukainya. Aku penuh kebohongan, jadi, tentu aku harus lebih mencintainya. Syukurlah aku lebih mencintainya...” jelas Sae-woo yg lantas bertanya, “Bibi berpacaran dengan Maeng Dal, bukan?”


“Jangan mengubah topik...” tukas Seol-ja, namun Sae-woo berkata: “Aku tidak akan beri tahu siapa pun kalian berpacaran. Jadi, jangan beri tahu siapa pun tentang aku juga”

“Lantas aku akan putus dengan Maeng Dal hari ini. Kamu pun harus putus dengan Poong” ujar Seol-ja, namun Sae-woo memohon bantuan, “Kita bisa membantu Poong akur dengan ibuku...”

“Pikirmu itu mungkin?!” tukas Seol-ja


Sae-woo frustasi.. dia bingung sendiria, bagaimana caranya untuk bisa meyakinkan sang ibu. Sementara itu, tepat di depan rumah Sae-woo.. Poong masih belum pergi dan sengaja berdiam diri dalam mobilnya.
Advertisement


EmoticonEmoticon