7/31/2018

SINOPSIS Wok of Love Episode 32 PART 1

Advertisement
SINOPSIS Greasy Melo Episode 32 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: SBS
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Wok of Love Episode 31 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Wok of Love Episode 32 Part 2

Poong mengunjungi Master Wang untuk mendiskusikan peraturan kompetisi memasaknya. Lokasinya di Hoel ini, karena tak mungkin diadakan di Hungry Wok yg terlalu kecil.


Nantinya  akan ada 100 orang juri, yg merupakan pelanggan VIP Hotel. Satu tim, terdiri dari seroang bagian Api, seorang bagian memotong dan Chef utama. Mereka akan memasak dua jenis hidangan, dengan estimasi waktu 1 jam per-menu nya.



Supaya adil, Poong dan Master Wang berhak menentukan bahan utama dari salah satu menu yg baru diungkapkan di hari-H. Cara penilainnya, nanti para juri akan menaruh sendoknya diatas piring makanan yg mereka sukai. Pemenang adalah tim yg menerima sendok paling banyak


Chil-seong bertemu dengan Sae-woo, mereka berbincang sambil makan siang. Chil-seong cerita, bahwa orang-orang di Hungry Wok mengkhawatirkan Sae-woo karena tak kunjung datang untuk bekerja.. selain itu, Chil-seong juga mengungkapkan fakta mengenai Presdis Dan yg sepertinya akan bebas dalam waktu dekat.


Sae-woo kaget, “Ajusshi.. kamu meenmui ayahku?!”

Chil-seong menjelaskan, “Untung saja, aku bisa membujuk saksi yang bisa membuktikan bahwa ayahmu tidak bersalah. Dia telah disuap, jadi, dia mudah dibeli dengan uang. Tenang saja. Ayahmu akan segera dibebaskan. Dia sangat khawatir dengan keluarganya yang bekerja di restoran. Dia memintaku menjaga kalian. Tapi karena dia akan segera bebas, kurasa aku tidak perlu melakukan itu..”



Sae-woo terharu, “Terima kasih, ajusshi... Terima kasih telah membantu ayahku bebas dari penjara” ucapnya

“Tapi kami belum yakin, Jangan kabari keluargamu dahulu. Rahasiakan ini, ya?” pinta Chil-seong


Sae-woo mengangguk faham, “Terima kasih. Aku tidak akan melupakan kebaikanmu...” ujarnya


Poong pergi ke pasar untuk berbelanja. Dia nampak serius memilih hewan laut sebagai bahan utama hidangannya saat berkompetisi nanti..


Setelahnya, dia kembali ke Hungry Wok untuk bereksperimen dengan masakannya. Hingga secara tiba-tiba, datanglah Sae-woo yg langsung berlari ke arahnya kemudian locat ke pangkuannya dan menciumnya berkali-kali.


Poong kaget, “Ada apa?” tanyanya yg kemudian meminta Sae-woo untuk turun.. tapi dengan cara yg kekanakkan Sae-woo menolak, “Sebentar lagi ada kabar baik...” ucanya yg kemudian menjelaskan perihal kebebasan ayahnya


“Ayahmu akan dibebaskan? Itu kabar yang sangat bagus...” komen Poong




Tiba-tiba, Sae-woo meminta Poong untuk berkedip, “Cepatlah. Itu cara bermesraan yang hanya bisa dilakukan oleh manusia...” jelasnya. Maka sembari terkekeh menahan tawa, Poong melakukannya (aduhhhhhhh.. gemezzzz nontonnya...)


Setelah puas bermesraan, mereka pun berbincang sambil minum bir di depan restoran. Saae-woo bertanya: “Bagaimana kamu bisa bekerja tanpa Seol Ja dan Geok Jeong?”

“Kami mengurangi menu...”

“Kamu tidak merasa aneh tanpa kami?”

“Tentu saja! Aku harus bagaimana untuk membujuk mereka berdua?”


“Ibuku mengancam akan mengusir mereka jika mereka mau membantumu...”



Maka Poong memaparkan: “Aku akan berkompetisi melawan hotel itu. Aku tidak masalah sendirian di lain waktu, tapi aku sungguh membutuhkan Bu Chae dan kamu saat kami berkompetisi. Kami harus membuat 100 porsi dalam waktu singkat. Mustahil dilakukan sendirian. Terlebih lagi, butuh waktu untuk menyiapkan setiap lobsternya. Chef, bagian memotong, dan asisten bagian api. Kami akan berkompetisi melawan tim beranggota tiga orang. Tapi Maeng Dal masih harus banyak belajar. Dia juga lamban. Dia terus berbuat kesalahan...”


“Berarti kamu dalam masalah besar” komen Sae-woo, lantas Poong bertanya: “Seol Ja tidak mau menjawab teleponku. Perlukah aku datang bersamamu dan meminta bantuannya?”



Kebetulan, lewat lah Maeng-dal yg seketika langsung membuat Poong mendapatkan ide cemerlang...


Nyonya Jin dan Geok-jeong baru menyarai bahwa Sae-woo tak ada di kamarnya. Mereka pun bingung karena mendadak Seol-ja ikutan menghilang..


Ternyata.. diam-diam Seol-ja pergi ke Hungry Wok, setelah Maeng-dal menghubunginya, katanya sih mkarena ingin mengajaknya makan ramen..


Namun ketika memasuki dapur, telah ada Poong dan Sae-woo disana. Seol-ja marah, “Beraninya kamu! Kamu membodohiku? Kamu bilang merindukanku dan berjanji akan membuat ramyeon. Semua ini jebakan agar aku bertemu dengan Chef Poong?”



Maeng-dal menjelaskan, bahawa dirinya tak bisa membiarkan Hungry Wok ditutup begitu saja. lagipula, jika mereka memeangkan kompetisi, maka merka semua akan bisa bekerja di restoran hotel..
Advertisement


EmoticonEmoticon