8/03/2018

SINOPSIS Familiar Wife Episode 1 PART 3

Advertisement
Advertisement
SINOPSIS Familiar Wife Episode 1 BAGIAN 3


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Familiar Wife Episode 1 Part 2
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Familiar Wife Episode 1 Part 4

Insiden kemarin ditangani dengan tuntas, karena bank memiliki cukup uang simpanan untuk menutupi kerugian yg ditimbulkan.


Pak Byun memanggil staff peminjaman uang, dan memberikan mereka tugas tambahan. Dari data yg terkumpul, di paparkan dengan jelas bahwa performa mereka ada di peringkat ke-7. Maka dari itu, ia meminta mereka untuk menyebar brosur di jalanan selama jam istriahat siang, “Peringkat kita anjlok... Jika kita tidak menghampiri, nasabah tidak akan datang. Masing-masing bertugas membagikan 500 brosur..” jelasna ketus


Mereka pun melakukannya dengan amat terpaksa. Cuaca sangat terik, dan tak semua orang bersedia mengambil brosurnya. Apalagi, mereka bertiga berkumpul di satu tempat yg sama..


Hwan mengeluh, “Aku tidak bisa. Bagaimanapun, aku tetap harus menulis permohonan maaf. Akan kukembalikan ini dan kutulis suratnya. Lebih baik aku dimarahi saja...”

“Lihat dia. Kamu berani sekali. Kenapa kamu begitu bernyali?”

“Keluargaku kaya!”

“Sekaya apa? Apa ayahmu memiliki beberapa gedung?”

“Hanya ada dua di Gangnam...”


Hwan berjalan pergi, meninggalkan Jong-hoo dan Joo-hyuk yg hanya bisa berdecak kagum, “Mana bisa dia bilang ‘hanya dua gedung’? Wahh.. aku iri padanya..”

Sadar kalau tekniknya salah, maka Joo-hyuk menyuruh Jong-hoo untuk mebagikan brosur di tempat yg berbeda sengannya, “Brosurku tidak diambil karena kamu menghalangiku. Ayo kita berpencar!!!”


Supaya brosurnya cepat habis, Joo-hyuk menaruhnya di kotak surat penghuni apartemen. Namun hal itu, membuatnya idmarahi oleh petugas keamanan yg bertugas,


Ketika dia diseret keluar, tiba-tiba seorang wanita memanggilnya: “Joo-hyuk sunbae.. Ini aku Hye-won..”


Sesat kemudian, mereka makan siang bersama di sebuah kedai sederhana, “Seharusnya kita makan yang lebih enak. Lama tidak bertemu...” ucap Joo-hyuk

“Tapi galbitang lezat. Aku terlalu lama tinggal di Amerika. Jadi, aku merindukan ini. Kamu juga menyukai makanan Korea. Kamu selalu mengantre demi makanan Korea di kantin...” tutur Hye-won

“Kamu ingat hal seperti itu?” tanya Joo-hyuk, maka Hye-won menjawab: “Tentu saja aku ingat...”


Begitu perhatiannya, Hye-won sampai menaruh sepotong daging miliknya ke mangkuk milik Joo-hyuk. Spontan, mata Joo-hyuk mulai berkaca-kaca, “Sudah lama aku tidak diperhatikan...” ujarnya lirih

“Maksudnya?” tanya Hye-won, maka Joo-hyuk berkata: “Tidak, lupakan saja. Jangan dipikirkan.”

Berikutnya, Joo-hyuk bertanya: “Kamu kembali ke Korea untuk seterusnya? Atau hanya berkunjung?”


“Untuk seterusnya. Aku mengikuti orkestra simfoni, tapi membosankan. Mungkin aku kangen rumah. Aku sangat rindu keluarga dan teman-temanku. Aku juga terkadang merindukanmu. Terutama saat musim semi. Musim saat perjumpaan pertama kita. Dahulu kita bercengkerama dengan banyak senior...” papar Hye-won, yg membuat Joo-hyuk berkomentar: “Pasti kamu kesepian di Amerika Serikat...”

“Aku mendengar kabarmu dari teman-temanku. Katanya, istrimu sangat cantik. Mereka takjub denganmu...” ujar Hye-won, yg membuat Joo-hyuk berkata: “Mereka hanya basa-basi...”

Tapi kemudian, Hye-won mengungkapkan sebuah fakta mengejutkan, “Aku menjadi agak cemburu. Dahulu, aku menyukaimu. Kamu tahu, bukan?”


Fakta mengejutkan itu, membuat Joo-hyuk tak fokus bekerja. Dia terus membuat kesalahan, dan wajah Hye-won terus muncul di hadapannya..

“Aku tidak tahu. Aku baru tahu. Aku tidak tahu Hye Won juga menyukaiku...” keluhnya lirih


[ FLASHBACK TAHU 2006 ]

Di sela-sela waktu kuliahnya, Joo-hyuk sibuk mengisi ulang seluruh mesin minuman di kampusnya. Dia seringkali mengeluhkan, kerjaan yg sangat memelahkan itu...


Hingga secara tak sengaja, dia melewati ruang latihan musik dan mendengar alunan suara cello yg sangat indah. Ketika diintip, ternyata yg memainkannya adalah Hye-won.


Beberapa saat, Joo-hyuk memerhatikannya diam-diam... hingga lewatlah bebrapa orang mahaiswa yg tak sengaja menyenggolnay hingga membuatnya jatuh tersungkur.


Salah tingkah.. Joo-hyuk berlagak bego dengan berkata: “Lantainya halus sekali. Ruangannya luas sekali. Berapa luasnya? Kamu baru saja memainkan musik, ya? Aku tidak bermaksud mengganggu. Permisi...”


Sejak hari itu, Joo-hyuk jatuh cinta pada sosok Hye-won, Mahasiswi tingkat dua dan gadis tercantik di Fakultas Musik yg sangat amat terkenal, ban begitu banyak pria yg ingin mengencaninya..


Sengaja.. Joo-hyuk mengikuti klub musik hanya untuk bisa melihatnya, meski hanya dari kejauhan saja..


Pada hari ulang tahun Hye-won, Joo-hyuk berniat menyatakan perasaannya dengan memabawa setangkai mawar merah. 


Namun setleah berlatih cukup lama, nyalinya ciut seketika melihat saingannya yg membawakan sebuket bunga yg begitu indah. Pria itu bahkaan mengajak Hye-won untuk makan dengannya di restoran mahal..

“Aku tidak bisa pergi jauh. Ada ansambel. Pemain selo favoritku, La Kohlhoff, sedang berada di Korea dan acara tanda tangannya hari ini. Tapi kurasa aku tidak bisa datang...” tuutr Hye-won


Maka atas inisiatif nya sendiri, Joo-hyuk rela mengantre demi mendapatkan tantatangan pemain selo favoritnya Hye-won...
Advertisement


EmoticonEmoticon