8/04/2018

SINOPSIS Familiar Wife Episode 2 PART 4

SINOPSIS Familiar Wife Episode 2 BAGIAN 4


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Familiar Wife Episode 2 Part 3
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Familiar Wife Episode 2 Part 5

Malam hari, anak-anak telah tertidur.. maka Woo-jin, memiliki sedikit waktu untuk membereskan seisi rumah yg berantakan parah, karena mainan anak yg bertebaran dimana-mana.


Dia lalu menyimpan pakaian sembari mengambil popok dari lemari. Pada saat itulah, akhirnya dia menemukan PS baru yg sengaja disembunyikan disana...


Diluar, hujan cukup deras. Joo-hyuk tak membawa payung, maka badannya basah kuyup. Dia mengambil anduk yg tergeletak di lantai untuk mengelap rambutnya..


Masuk ke ruang pakaian, dia lasngung tersadar kalau PS-nya tak lagi ada di tempat semula.. bergegas, dia pun berjalan keluar sambil memanggil Woo-jin.


Sagat mengejutkan.. karena Woo-jin telah menenggelamkan PS barunya ke dalam bathub. Joo-hyuk panik, dia segera mengambilnya tapi Woo-jin langsung berteriak mengomelinya: “Sudah kukatakan, jangan berbelanja untuk gim dan gim sebelumnya adalah yang terakhir. Kenapa kamu membelinya jika tidak bisa dipakai?”

“Aku memakai konsol gim lama yang sempat rusak!”

“Kalau begitu, berhenti bermain! Gajimu kecil dan kita harus menanggung biaya pengasuhan anak, utang, dan biaya hidup orang tua kita. Tapi kamu malah menikmati hobi?” bentak Woo-jin, yg tak pernah memberi kesempatan Joo-hyuk untuk berbicara sedikit pun.


Merasa geram, akhirnya emosi Joo-hyuk meledak dan dia berkata: “Hentikan. Jangan menyelaku! Aku belum selesai bicara. Bicaralah setelah aku selesai. Aku suamimu. Paham? Apa aku membelanjakan uang sehari-hari? Apa aku meminta uang kepadamu? Ya, aku menyisihkan sedikit dana cadangan dan menabungnya untuk membeli konsol gim. Kutabung bertahun-tahun, bukan dalam hitungan hari atau bulan. Menurutmu itu salah?”

“Kamu tidak memahamiku sama sekali, ya?”

“Apa yang harus kupahami? Kenapa harus aku yang selalu memahami? Pahamkah kamu perasaanku? Aku juga lelah bekerja. Aku ingin beristirahat dengan tenang di rumah. Aku ingin mengumpulkan tenaga untuk bekerja besok. Tapi apa ini? Aku lebih lelah di rumah daripada di kantor. Istriku lebih sulit dihadapi daripada nasabahku. Pikirmu hanya kamu yang tersiksa? Aku juga tersiksa hidup denganmu. Paham?!”


Mengakhiri perdebatan, Joo-hyuk memutuskan untuk pergi keluar meninggalkan rumah. dia mengunjungi kedai Sang-sik, tapi ternyata tutup.. karena Sang-sik sedang sakit flu..


Tak bisa pulang ke rumahnya, Joo-hyuk lantas menelpon Jong-hoo, tapi ternyata dia sedang keluar membeli bahan untuk makanan bayi..

Dia pun bingung, siapa lagi orang yg harus ditelpon? Sempat.. dia berniat untuk menelpon Hye-won, tapi dia tak melakukannya dan memutuskan untuk menelpon Pak Han saja, dengan mengira kalau Pak Han butuh teman bicara setelah melewati masa berduka kehilangan ibunya.

Dan untunglah.. Pak Han tengah sendirian di apartemennya. Dia pun menyuruh Joo-hyuk untuk datang saja kesana..


Dalam waktu singkat, Joo-hyuk tiba di sana dengan memabwakan sekesek cemilan dan juga bir.


Masuk kedalam, Joo-hyuk bertanya: “Ada orang lain?”

“Ibuku mengantarkan lauk. Sebentar lagi dia pergi...” jawabnya dan tak lama kemudian sang ibu menghampiri mereka.


Joo-hyuk amat terkejut.. masih jelas dalam ingatannya, momen ketika dia mendatangi pemakaman ibunya Pak Han, tempo hari...


Berjalan pulang, Joo-hyuk benar-benar merasakan kejanggalan, “Mustahil. Pemakaman ibunya sudah diadakan, bagaimana bisa... Apa aku gila? Aku aku hilang akal karena stres berat?”


Teringat mimpi anehnya, serta luka ditangannya.. lalu Joo-hyuk akhirnya terdasar bahwa hari kematian ibunya Pak Han adalah Rabu, 29 Agustus 2018. Dan tadi pagi, ketika dia bangun Woo-jin mengatatakan tanggal yg sama...
Comments


EmoticonEmoticon