8/15/2018

SINOPSIS Familiar Wife Episode 3 PART 1

SINOPSIS Familiar Wife Episode 3 BAGIAN 1


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Familiar Wife Episode 2 Part 5
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Familiar Wife Episode 3 Part 2

Joo-hyuk sangat gembira, menyadari fakta bahwa hidupnya telah berubah. Terutama, karena sekarang, Hye-won adalah istrinya..


Selain istri, kondisi rumahnya pun berubah drastis. Mereka tinggal di kediaman yg megah dan nyaman.. banyak furnitur mewah di dalamnya.


Joo-hyuk antusias melihat PS edisi terbaru yg selama ini menjadi kegemarannya, “Hye Won, boleh aku memainkan gim ini di sini?” tanyanya

Lantas Hye-won menjawab: “Di mana lagi kamu bisa memainkannya? Kamu bertingkah aneh hari ini. Kamu seperti di rumah orang lain saja...”

Joo-hyuk tertawa, mengatakan bahwa dirinya merasa begitu senang. Kemudian Hye-won menyuruhnya cuci tangan dan mengajaknya sarapan bareng..


Meski Hye-won mengatakan masakannya kurang enak, namun Joo-hyuk menikmatinya dengan begitu lahap.


Dalam benaknya, Joo-hyuk berkata: “Ya. Ini berkah. Artinya aku berhak bahagia sekali saja. Aku berhak. Ini seperti mendapat bonus...”

Tapi ketika mendengar fakta bahwa dirinya masih menjadi seorang bankir, Joo-hyuk agak kecewa. 


Hye-won mengantarnya hingga ke depan gerbang.. Joo-hyuk pamit, namun Hye-won merengek, menyebut Joo-hyuk lupa vitaminnya.

Joo-hyuk bingung, vitamin apa yg dimaksud? Eh tenyata.. vitamin itu adalah kecupan manis di pipinya.

“Ini dia. Ini kehidupan pernikahan yang kuinginkan...” gumam Joo-hyuk, yg lantas bergurau haruskah dirinya kembali ke rumah dan tak perlu berangkat kerja?

“Hentikan. Berangkatlah, sekarang sudah terlambat...” ujar Hye-won sambil melemparkan kunci mobil padanya.


Joo-hyuk makin gembira.. karena sekarang, dia punya mobil sendiri yg dia kendarai menuju kantornya.


Sesampainya di kantor, Pak Byun tengah memarahi Hwan yg datang terlambat. Sadar diri, kalau dirinya juga terlambat, maka Joo-hyuk langsung meminta maaf dan mengarang cerita tentang sebuah kecelakaan.

Namun reaksi Pak Byun cukup mengejutkan.. dia memperlakukan Joo-hyuk dengan sangat baik, dan tak memarahinya sedikit pun..


Berikutnya, datanglah Pak Cha.. seperti biasa, dia selalu melempar lelucon garing, tapi semua satff harus tertawa karenanya..


Bersiap untuk bekerja, Jong-hoo sempat berbincang dengan Joo-hyuk, dia bilang: “Aku iri kepadamu yang punya rompi anti peluru. Kamu tidak perlu bereaksi untuk tindakan manajer cabang. Kamu menyelamatkan negara di kehidupan masa lalumu?”

Joo-hyuk bingung, “Apa maksudmu rompi anti peluru?”

“Jelas ayah mertuamu, VVIP bank kita. Orang yang sangat mudah membelikanmu jas buatan khusus. Rompi anti pelurumu dari Grup JK...”


Joo-hyuk berjalan ke tempat sepi, dia mencaritahu siapa Grup JK yg dimaksud.. dan ternyata, itu merupakan Grup besar yg sangat berpengaruh dalam dunia bisnis.


Saking girangnya.. Joo-hyuk lantas mentraktir kopi pagi untuk seluruh rekan kerjanya.


Hari ini, nasabah yg datang begitu banyak. Dari awal pintu dibuka, hingga tutup.. ada lebih dari 600 klien. Ketika semua staff kelelahan, Joo-hyuk terus menunjukkan raut wajah antusias, dan tak kenal lelah.. karena kondisi mood-nya dalam kondisi yg sangat baik.


Ponselnya berdering, Joo-hyuk tersenyum karena ada chat masuk dari Hye-won: ‘Pulanglah lebih awal, Sayang...’


Jong-hoo mengeluh kecapean dan ingin segera pulang.. tapi kemudian, Pak Byun menyodorkan setumpuk berkas pinjaman yg mesti dia periksa dan kumpulkan hari ini juga.

“Jika sangat mendesak, seharusnya dia kerjakan sendiri... Akan kulampiaskan semua kekesalanku padanya sehari sebelum keluar dari sini...” gerutunya kesal 


Nona Joo berbaik hati, memberikan permen dan coklat manis untuk para staff yg masih menyelesaikan pekerjannya.


Joo-hong bertingkah genit, dia menggoda Nona Joo dan tanpada merka sadari, selembar berkas pinjaman terjatuh...


Sikap Joo-hong membuat Joo-hyuk kaget, “Sejak kapan kamu segenit itu?” tanyanya

“Aku selalu seperti ini. Ada masalah?”

“Tentu saja ada! Kamu terlalu berlebihan menggodanya, kamu bisa kena masalah!”

“Apa maksudmu? Aku hanya berterima kasih kepada rekanku, bukan hal ilegal atau masalah besar. Lagi pula kami semua lajang...”


Mendengar kata ‘lajang’ membuat Joo-hyuk tertegun heran, “Tunggu, apa? Lajang? Kamu pria lajang?”

“Memangnya kamu pikir aku wanita lajang?”

“Kamu belum menikah?”

“Berhenti mengubah hidup lajangku yang hebat semaumu...”

“Kalau kamu masih lajang, bagaimana dengan Sang-sik?????”


Pulang kerja.. mereka mampir ke kedainya Sang-sik. Joo-hyuk terekkeh,, menaydari fakta bahwa kondisinya berubah.. Jong-hoo masih lajang, namun Sang-sik telah menikah dan memiliki seorang bayi.


Namun seketika.. tawanya berubah menjadi murka, ketika menegtahui bahwa istrinya Sang-sik adalah Joo-eun, adiknya sendiri.

“Kenapa Kakak bertingkah seperti ini? Kenapa membuat keributan sekarang padahal kami sudah lama menikah?!” keluh joo-eun


Setelah emosinya mereda, Joo-hyuk berkomentar: “Astaga, selera priamu buruk sekali. Kenapa kamu menikahi pria yang menyukai hadiah hiburan?”

“Dia jelas tertarik kepadaku karena daya tarik seksualku...” ujar Sang-sik, tapi kemudian Joo-eun menyebut alasannya adalah makanan.


Joo-eun cerita, bahwa semenjak remaja dirinya selalu diet, bahkan di pesta pernikahan Joo-hyuk, ia tak sempat makan banyak, hingga membuatnya kelapran.

Satelah resepsi, Song-sik menemani Joo-eun makan di rsalah satu restoran. Mereka memesan begitu banyak makanan.. dan setelahnya, Joo-eun lanjut makan siang di tempat lain dan Song-sik terus menemaninya.


Tak sengaja, Joo-eun melihat Sang-sik pergi ke apotek membeli obat pencernaan. Nyatanya, hal itu lah yg membuatnya jatuh cinta pada Sang-sik..


Joo-hyuk heran, “Kamu jatuh cinta kepadanya usai... Melihat dia minum obat pencernaan?”


“Ya, ampun, dasar pria. Bukan itu bagian pentingnya. Oh Sang Sik makan banyak di pesta pernikahan, tapi dia makan lagi untukku, bahkan harus meminum obat pencernaan sesudahnya. Kemudian kupikir pria seperti ini pasti dapat dipercaya. Dia setidaknya tidak akan meninggalkanku sebelum kutinggalkan. Dia akan setia kepadaku...” jelas Joo-en
Comments


EmoticonEmoticon