8/19/2018

SINOPSIS Familiar Wife Episode 6 PART 2

SINOPSIS Familiar Wife Episode 6 BAGIAN 2


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Familiar Wife Episode 6 Part 1
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Familiar Wife Episode 6 Part 3

Mereka bertiga makan bersama di sebuah kedai. Jong-hoo terus menunjukkan sikap perhatiannya pada Woo-jin. Dia memotongkan kimchi lalu berinisiatif mengambilkan air minum..


Namun Joo-hyuk terus mengganggunya.. dengan sengaja, dia tak mau berpindah dari tempat duduknya, maka Jong-hoo tak bisa keluar. Woo-jin hanya tersenyum melihat tingkah mereka. Dan pada akhirnya, dia sendiri yg pergi mengambil air minum...


Usai makan.. mereka berjalan melewati sebuah mini market, “Apa menu pencuci mulutnya? Es krim?” tanya Jong-hoo, namun Woo-jin bilang dia sudah kenyang.

“Tapi kita harus makan es krim!” tegas Jong-hoo yg kemudian menyeret Joo-hyuk masuk ke mini market bersamanya.


Secara paksa, Jong-hoo memasukkan tangan Joo-hyuk kedalam freezer, “Kenapa kau bertingkah begini?! Jawab sebelum kubekukan tanganmu!” ancamnya

“Sudah kubilang, dia tidak cocok denganmu...” jawab Joo-hyuk

“Kenapa? Berikan satu alasan. Maka akan kupertimbangkan!” tukas Jong-hoo, maka Joo-hyuk menjawab: “Karena kalian satu kantor!”

“Sudah kubilang aku mampu!” tegas Jong-hoo, llau Joo-hyuk menyebut Woo-jin adalah wanita yg rakus, nanti biaya kencan bisa membengkak.


“Kamu bercanda?!” bentak Jong-hoo, sambil menekan tangan Joo-hyuk kedalam tumpukkan es yg sangat diangin.

Dalam benaknya, Joo-hyuk berkata: “Karena dia mantan istriku!!!!”. Namun ia tak bisa mengungkapkan itu seccara lisan, maka Jong-hoo menganggap Joo-hyuk bertingkah terlalu obsesif, “Aku teman dan kolegamu, bukan putramu. Tingkahmu seperti orang tua yang menentang pernikahan anaknya. Kamu berlebihan! Jika mengganggu hubungan kami sekali lagi, akan kuanggap kamu menyukaiku lebih dari sekadar teman!” gerutunya


Di kantor, akhirnya seluruh nasah selseai dilayani.. Pak Cha keluar untuk makan siang, maka Pak byun bergegas mengikutinya. Tapi dengan ketus, Pak Cha menolak dan menyuruh mereka untuk makan siang masing-masing saja...


Sikap Pak Cha membuat seluruh staff keheranan, karena mereka sadar. Itu bukan sekedar marah biasa. Mereka pun berpikir keras alasannya apa..

Hingga kemudian, dengan polosnya Hwan mengungkapkan bahwa ia menulis keluhannya tentang makan malam kantor, di lembar evaluasi minggu kemarin...


Selama berolahraga.. Hye-won telponan dengan ibunya sambil terus melirik ke arah pintu masuk. Tak lama kemudian, muncullah Hyun-soo yg lansgung berjalan menghampirinya..


“Kamu menantikanku, ya? Kamu melirik ke sebelah sana...” tegur Hyun-soo, namun Hye-won langsung menyanggahnya..

“Aku kecewa. Kukira kamu menantikanku...” ujar Hyun-soo yg kemudian membantu Hye-won berolahraga


Keluar dari tempat fitness, Hyun-soo terus mengikuti Hye-won, bahkan dia minta di traktir makan, “Kemarin kubiarkan karena kamu manis, tapi kamu makin menjadi-jadi...”

Hye-won heran dengan sikap Hyun-soo, apalagi ketika secara tiba-tiba Hyun-so menyatakan perasaannya, “Kalau begitu, bagaimana jika kita berhubungan? Aku menyukaimu...”


“Kamu sudah kelewatan! Pemuda seumuranmu mungkin berfantasi tentang wanita lebih tua. Tapi ada hal yang tidak pantas!” tegas Hye-won, lantas Hyun-soo berkata: “Aku paham. Aku pernah melihat cincinmu...”

“Jadi, kamu sudah tahu. Jangan buang waktu dan pacarilah gadis yang seumuran denganmu...” tutur Hye-won, namun Hyun-soo malah berkata: “Kamu pikir itu mudah? Kamu belum pernah merasakan cinta sejati, bukan? Baik. Aku akan berusaha menyerah. Aku akan menahan diri. Jika aku tidak bisa menyerah, entah apa yang akan kulakukan...”


Hyun-soo berjalan pergi.. tapi sesaat kemudian dia kembali menghampiri Hye-won, hanya untuk menatapnya selama beebrapa detik, “Untuk saat ini cukup samapi disini..” ucapnya yg kemudian benar-benar pergi..


Namun setelah beberapa langkah menjauh.. kita melihat senyuman piciknya~~


Ternyata.. Hyun-soo ini bukanlah anak orang kaya, melainkan petugas vallet parkir. Selama ini, dia memang sering menggunakkan mobil orang lain untuk menunjang penampilannya supaya bisa menggaet wanita kaya.

Setelah mengetahui bahwa Hye-won adalah putri pemilik grup JK, Hyun-soo tak ingin melewatkan kesempatan emas. Dia bahkan tak mempedulikan resiko besar yg akan ia hadapi, jika sampai ketahuan nantinya..


Demi membuat Pak Cha berhenti merajuk.. maka para staff kantor menyiapkan sebuah ‘drama’. Mereka sengaja bertingkah seolah mereka memarahi Hwan dan membela Pak Cha mati-matian..

Hwan juga mengakui kesalahannya, dan meminta maaf pada yg lain. Dia bilang.. dia terlalu kelelahan, jadi asal mengisi lembar evaluasi itu..


Tak disangka..  ternyata hal itu berhasil membuat Pak Cha tersentuh. Setelah seharian marah.. malam harinya, dia sengaja mentraktir pizza untuk semuanya..


Pada momen itu, Pak Cha mengingatkan Woo-jin mengenai kegiatan seminar pelatihan untuk pegawai baru. Selain itu, ia juga meminta Joo-hyuk menggantikannya dalan seminar Latihan Kepemimpinan yg kebetulan diadakan di tempat yg sama.


Tapi kemudian, Jong-hoo berbisik pada Joo-hyuk: “Sekarang.. saatnya kamu membuktikan loyalitasmu kepadaku!”

Lanjutnya, Jong-hoo mengajukan diri untuk menggantikan posisi Joo-hyuk dalam acara pelatihan itu, “Pak Cha.. katanya Joo-hyuk ada janji pentin di akhir pekan ini. Aku bisa menggantikannya, bukan?”

“Tentu bisa. Tidak masalah. Kamu hanya harus datang. Kalau begitu, kamu saja yang pergi...” sahut Pak Cha, namun Joo-hyuk nampak risau karenanya.


Jong-hoo jalan menuju parkiran sepeda bersama dengan Woo-jin yg sempat bertanya padanya: “Ini bukan taktikmu, bukan? Kamu menggantikan Pak Cha dengan niat menolong dia, tapi aku terlalu percaya diri dengan mengira ini karena aku?”

Jong-hoo tersenyum, “Kuakui. Itu taktikku. Kuakui semuanya..” jawabnya

Lebih manisnya lagi.. ternyata Jong-hoo beralih menggunakkan sepeda hanya demi bisa menemani Woo-jin.

“Senang ada yang menemani, tapi karena belum terbiasa, mungkin kamu akan kelelahan...” ujar Woo-jin, lantas Jong-hoo menegaskan: “Hobiku mendaki gunung. Karena pahaku besar, aku pakai celana ukuran besar...”


Tapi nyatanya.. Jong-hoo belum mampu mengimbangi kecepatan Woo-jin dalam bersepeda. Woo-jin sampai duluan di depan minimarket.. semetnara Jong-hoo datang setelahnya damalm kondisi nafas yg terengah-engah..
Comments


EmoticonEmoticon