8/19/2018

SINOPSIS Familiar Wife Episode 6 PART 5

SINOPSIS Familiar Wife Episode 6 BAGIAN 5


Penulis Sinopsis: Dahlia
All images credit and content copyright: tvN
Supported by: oppasinopsis.com

EPISODE SEBELUMNYA || SINOPSIS Familiar Wife Episode 6 Part 4
EPISODE SELANJUTNYA || SINOPSIS Familiar Wife Episode 7 Part 1

Ketika Joo-hyuk kembali ke dalam bar, Jong-hoo keluar sebentar untuk mengangkat telpon dari ibunya. Sementara Woo-jin telah tertidur di atas meja..


Joo-hyuk menatapnya dalam.. lalu mengingat momen manis berubah jadi momen menyeramkan di masa itu, yg membuatnya tersadar, “Kamu tidak dengan sendirinya berubah menyebalkan. Karena aku, kamu menjadi menyebalkan. Maafkan aku, Woo Jin...” ucapnya sambil mengusap rambut Woo-jin dengan lembut.


Tak disangka Woo-jin terbangun.. maka Joo-hyuk berkilah, dia melakukan ini karena ada sesuatu di kepalanya Woo-jin. Kemudian, Joo-hyuk pamit dan bergegas pergi...


Jong-hoo mengajak woo-jin meinum teh dengannya, tapi Woo-jin menolaknya dengan cara yg seopan, “Tidak, aku agak mengantuk. Aku butuh tidur...”

“Agaknya, kamu memang tidak tahan minum anggur. Wajahmu merah..”


Dalam perjalan pulang, Joo-hyuk tak mengerti dengan tingkahnya sendiri, “Kenapa kamu ikut campur seperti orang gila? Kamu bukan lagi suaminya, hanya orang asing. Dasar tidak tahu malu. Seharusnya sejak awal kamu tidak mengambil pilihan itu. Kamu sungguh bedebah, licik, dan pengecut...” gerutunya


Ketika berhenti di lampu merah, tak sengaja Joo-hyuk melihat ajusshi misterius pemberi koin yg membuat hidupnya seperti sekarang. 


Joo-hyuk lantas turun dari mobil dan berusaha mengejarnya.. namun sayang sekali, karena ia kehilangan jejak diantara kerumunan orang di halte...


Sebeulm tidur.. Woo-jin terus teringat momen singkat, ketika Joo-hyuk mengelus rambutnya... dan entah mengapa, perasaan itu mempengaruhi denyut jantungnya..


Di pagi hari... kebetulan, Woo-jin da Joo-hyuk tiba di kantor dalam waktu bersamaan. Joo-hyuk menyapa duluan, dia pun bertanya: “Kamu pasti merasa tidak nyaman karena aku?”

Woo-jin enggan menjawabnya, dia malah bergegas pamit masuk ke dalam..


Ketik Woo-jin sedang meng-copy berkas mesinnya macet. Joo-hyuk berinisiatif menawarkan bantuan, tapi Woo-jin menolak..

Namun ketika Jong-hoo yg menwarkan bantuan, Woo-jin menerimanya dengan begitu terbuka..


Jong-hoo begitu gembira.. pada Joo-hyuk dia berkata: “Hei, tentang Seo Woo Jin, Bukankah dia lebih terbuka kepadaku sejak pelatihan? Bukankah perlakuannya kepadaku kini berbeda?”

“Entahlah...” jawab Joo-hyuk 


Hwan sedang asyik telponan dengan sobatnya.. tiba-tiba, Nona Joo masuk dan minta bantuannya untuk mengambil sesuatu di rak atas. Namun karena Hwan sibuk sendiri, akhirnya Nona Joo tak jadi minta bantuannya..


Ketika jinjit dan tangannya terangkat, otomatis bajunya ikut terangkat.. dan pada saat itulah, secara tak sengaja Hwan melihat tatto di perut Nona Joo, yg seketika membuatnya takjub dan berkomentar: “Astaga. Tadi itu seksi sekali...”


Hye-won hampir bertemu dengan Hyun-soo yg tengah bekerja sebagai petugas parkir vallet. Namun karena timing-nya yg kurang pas, maka ia hanya mendengar suaranya saja..

Sebenarnya Hye-won merasa tak asing dengan suara itu. Dia pun sempat melihat sekelilingnya.. namun Hyun-soo terlanjur masuk ke mobil, maka ia tak sempat melihatnya.


Hye-won menelpon Joo-hyuk, “Kamu sibuk? Apa kamu akan pulang larut lagi?”

“Entahlah, mungkin. Kenapa?”

“Aku ingin tahu. Aku sedang berbelanja. Mungkin kita bisa pulang bersama jika kamu pulang cepat. Kita bisa makan malam bersama juga...”

“Hmm.. nanti kuhubungi lagi..”


Jong-hoo menerima tugas dari Pak Byun untuk mengurus pinjaman Perusahaan Woobang. Itu artinya, dia mesti mendatangi perusahaan itu.. dia tak bisa menolak perintah, meski sebenarnya dia ada niat untuk pulang bersama dengan Woo-jin.


Jong-hoo sempat melirik Joo-hyuk.. berharap dia membantunya. Namun kali ini, Joo-hyuk masih banyak tugas, dia harus meng-entry banyak data nasabahnya dan mungkin harus kerja lembur..

“Baiklah.. Aku tidak akan minta bantuanmu lagi...” ujar Jong-hoo, yg kemudian iseng menumpahkan kotak pensil Joo-hyuk karena kesal.


Hari makin larut.. satu per satu staff telah pulang, sementara Joo-hyuk masih berkutat dengan pekerjaannya. Kebetulan hanya tinggal Woo-jin yg berada disana..

“Bu Seo, kamu belum pulang?”

“Ya, tadi aku menyelesaikan sesuatu. Aku baru mau pulang...”

“Begitu rupanya. Kerja bagus. Hati-hati di jalan”


Namun Woo-jin malah berjalan mendekati Joo-hyuk, “Pak Cha..” ucapnya dengan intonasi serius


Di depan kantor, ada Hye-won... Hwan mengenalinya, maka dia memberitahukan bahwa Joo-hyuk masih ada di dalam dan membantunya membuka pintu...


Woo-jin meraih tangan Joo-hyuk lalu menaruhnya dia atas kepalanya sambil berkata: “Ada yang ingin kupastikan. Mohon maaf sebelumnya..”


Bersamaan dengan itu, Hye-won datang.. dia melihat mereka dan langsung memanggil Joo-hyuk, “Sayang..”

1 komentar

  1. Makasih :), Sikap apa itu? Cemburu yaa? Brlebihan sekali sampai prfikir yg tidak2 :), sdh di tebak klo "Brondong" itu emng cuma memanfaat Qn Hye Won krna dy Anak Grup JK pd hal Hye Won PD setengah mati itu hehehe :D. Di tunggu sinopsis2 yg lain nyaaa :)

    BalasHapus


EmoticonEmoticon